Friday, December 23, 2011

Topi Bambu Di Bulan Desember 2011

Tidak terasa sudah di penghujung tahun. Untuk kegiatan Topi bambu di bulan desember ini sebenarnya ada di awal bulan dan itu adalah di event ON OFF pada Sabtu, 3 Desember 2011 di Rasuna Epicentrum Jakarta. Di mana pada event tersebut dihadiri oleh para komunitas-komunitas online dan sosial media di Indonesia.
Penampakan di ON OFF (photo By Vivanews)
Kali ini Topi Bambu hadir bersama dengan salah satu komunitas Tangerang yang berangkat dari hobi menulis media blog atau bisa disebut blogger, yaitu BlogerBenteng. para personil pengurus topi bambu adalah blogger. Ada yang belum tahu apa itu blogger? wah berarti ndeso (gaya ala tukul) kan topi bambu pun pernah ikutan acara roadshow telematika tentang pengenalan blog dan diberikan kesempatan sosialisasi tentang Komunitas topi bambu juga pada bulan April 2011 lalu dan memeriahkan acara Gathering Party Blogger Banten 2011yang berlokasi di Palm Beach Cibeureum, Cinangka – Banten pada tanggal 29 April 2011.
Tentunya di event kemarin saat ON OFF yang merupakan agenda kegiatan pengganti nama pesta blogger 2011, Topi Bambu masa ketinggalan. Alhamdulillah akhirnya diberikan kesempatan oleh panitia ON OFF untuk menampilkan Topi Bambu Raksasa Tangerang.
Pada event kali ini sekaligus jadi ajang kopdar dengan member topi bambu lainnya, yaitu Mbak Titi yang hadir dan menghadirkan aksesoris dalur ulangnya. Dimana dengan kreatifitasnya dapat mengubah hasil sisa industri menjadi aksesoris yang menarik.
Sampai jumpa lagi di kegiatan topi bambu tahun depan :)
Liputannya bisa baca di sini : Topi Terbesar di Ajang Pesta Blogger – Vivanews
photo bareng teman-teman blogerbenteng

Monday, November 21, 2011

Wow Topi Pramuka Banyak Di Cari

Penjemuran Topi loso ( buat Pramuka)
Sungguh luarbiasa dan tak terbiasa setelah komunitas TopiBambu berjalan menuju 1 Tahun Januari 2012 dan dengan memiliki rasa kepedulian terhadap TopiBambu dan pengrajin TopiBambu banyak telp masuk ke sekretariat terutama Telp kangagush.

Bulan Oktober dan November Komunitas TopiBambu dan Pengrajin Topibambu selalu mengikuti ajang Pameran baik dari pihak Pemerintah dan Swasta namun berjalan dengan waktu akhirnya TopiBambu baik Pramuka atau Topi besar mulai di cari pembeli.

Hasil Penjemuran Siap di Finishing

Singkat Cerita Pemesaran melalui Telp yang membutuhkan TopiBambu Pramuka bulan Oktober sebanyak 2000 Kodi untuk di distrubusikan ke seluruh indonesia, Pedagang dari Jakarta, solo dan surabaya Bulan November ini membutuhkan 100 Kodi Topi Pramuka, sedangkan Topi besar seperti Topi Pantai, Topi Koboy . Pemesanan ada yang dari Jakarta, Bali dan Lombok. Yachhhhh sungguh di luar dugaan namun karena pemesanan sangat singkat dan Stock di Sekretariat kosong akhirnya pemesanan belum terpenuhi. 19 November 2011 kangagush menelusuri pengrajin Topi Pramuka di wilayah Psr Kemis Tangerang karena dipasaran kenapa jadi mulai mahal??? Dan kenapa informasi yang didapat adanya kelangkaan Topi Pramuka “ alhasil kegiatan Pramuka sekarang mulai tumbuh kembali di luar daerah”
Wah ternyata hasil ngobrol dengan H Uding dimana beliau sejak umur 12 tahun sudah belajar dari kakeknya H . Rahana dan tahun 1970 waktu itu H Uding membuat topi buat pertanian atau topi simkayo. Saat ini Topi Pramuka kebanjiran pesanan sehingga banyak para agen dan distributor turun langsung ke pengrajin sehingga stock yang ada langsung di bawa oleh Agen “ yach jadi langka dan penjualan mulai ada peningkatan” semoga penganyam dan pengerajin dapat menikmati kenaikan harga tersebut.

Proses Penjahitan Topi Pramuka
Pak H. Uding Beserta Istri cerita History TopiBambu

Kesempatan yang tak ternilai kangagush mendapatkan Foto langsung dari pengrajin yang sedang memproses Topi Pramuka sepertidibawah ini.

Penampungan Sementara : Pasar Sentiong, Balaraja

Sabtu, 19 November 2011. Topi Bambu sempat main ke Pasar Sentiong untuk menemui teman lama disana. Ternyata disana sedang diadakan pembongkaran Pasar Sentiong, Balaraja. Terlihat sebagian pasar di dekat Terminal Sentiong, Balaraja tersebut sudah ditutupi seng dan sudah dibongkar.


Kebetulan teman lama ini mempunyai kios juga di pasar tersebut dan tengah beres-beres di tempat penampungan sementara Pasar Sentiong, akibat pembongkaran tersebut.
Akhimya Topi bambu pun ikut ke tempat pasar pindahan untuk penampungan sementaranya. Lokasinya penampungan sementara ini tepatnya berada di pojokan bagian dalam pasarnya.
Iseng-iseng Topi Bambu sambil ikut melihat yang sedang beres-beres merapikan barang dagangan dan tempat barunya, menanyakan ke beberapa pedagangnya. ternyata rencananya Pasar Sentiong di bongkar untuk dirapikan dan dijadikan pasar baru dan kemungkinan besar setelah bangunan pasar tersebut itu jadi maka para pedagang harus merogoh kocek lagi untuk menyewa pasar tersebut.
Kebanyakan dari pedagang tersebut mengeluhkan digusurnya pasar tersebut. bahkan beberapa diantaranya ada yang merasa rugi karena sewa kontrak kredit belum sampai 20 tahun sudah di gusur.
Ya apapun alasan tentang kebijakan yang diambil dengan pengusuran tersebut. Menurut hemat penulis nampaknya akan kurang maksimal. Belajar yang sudah-sudah dari pasar yang mengalami hal serupa bisanya setelah bangunan Pasar itu jadi para pedagang akan enggan untuk merogoh koceknya untuk mengontrak tempat baru tersebut.
Apalagi biasanya yang namanya pedagang-pedagang kecil itu bukanlah orang yang mampu karena mereka mementingkan untuk bertahan hidup terlebih dahulu. Akhirnya seperti yang sudah-sudah bangunan baru pasar tadi akan sepi dan tidak berfungsi.

Tuesday, November 15, 2011

Pusat Kerajinan ada di Jungle Walk


Kawasan Jungle Walk Kab. Tangerang
Perkembangan dan kemajuan untuk menjadikan konsep bisnis yang bermasyarakat dan memutar roda bisnis agar tetap berjalan di lingkungan Kab. Tangerang Prov.Banten.

Teguh Prayitno, direktur PT Sinar Puspapersada, anak usaha Intiland yang mengembangkan Talaga Bestari mengatakan pembangunan kluster The Forest akan menggunakan pendekatan konsep dan prinsip-prinsip eco-green atau ramah lingkungan. Prinsip dan konsep tersebut antara lain diwujudkan melalui pembangunan kawasan lingkungan yang asri (green environment) dan penerapan energi alternatif.Dengan konsep tersebut akhirnya diadakan pertemuan tepatnya tanggal 14 November 2011 di Alua Perumahan Telaga Bestari baik Pengusaha, Pemerintah Daerah dan Provinsi serta Asosiasi bidang kerajinan dan sepatu ” Asosiasi Eksportir dan Produksi Handicraft Indonesia (ASEPHI) Wilayah Banten” berkenan hadir termasuk juga Komunitas Topibambu yang mendapat undangan langsung dari Ketua ASEPHI Banten.

Diskusi Konsep Pusat Serambi Banten
Di diskusi kali ini bapak H. Machdiar dari Dinas UMKM Koperasi Kab. Tangerang memberikan konsep agar Tangerang ini menjadi pusat serambi Banten dan menjadi sarana pusat informasi tentang Tangerang dan Banten
Sedangkan Pak Rudiansyah dari Dinas Industri Perdagangan Prov Banten memberikan fasilitator agar parawisata kawasan Tangerang dan Banten agar menjadi tujuan objek wisata baik domestik ataupun internasional terutama parawisata ke Suku Baduy dan kawsan pantai.


Peninjauan Lokasi untuk Pusat Jungle Walk Free 1 Tahun **

Semoga Para pengusaha kecil dan menengah akan dibantu untuk bisa hadir di Jungle Walk Telaga Bestari ini sebagai sarana promosi.
Konsep Jungle Walk ini akan disedikan Pusat Kerajinan, Pusat Kuliner, Pusat Hiburan, Hutan Kota dan Pusat Perbelanjaan akan diberikan media promosi baik dilingkungan pemerintah dan pengusaha UMKM dan Asosiasi sebanyak 48 Ruko

Thursday, October 27, 2011

Dapatkan Kaos TopiBambu


Ayo dapatkan kaos TopiBambu!

Mulai 28 Oktober 2011, Kamu akan mendapatkan sebuah kaos topibambu dari Pengurus TopiBambu apabila telah menulis sebanyak 6 artikel di website TopiBambu.

Mengapa 6 artikel? Itu kebijakan Direktur Eksekutif TopiBambu.

Tunggu apa lagi? Ayo segera bergabung dengan TopiBambu dan segera menulis di website TopiBambu!

Wednesday, October 12, 2011

Komunitas Topi Bambu Dan Pilgub Banten 2011, Antara Kerajinan Dan Pesta Politik

Tak terasa, 22 Oktober 2011 nanti, Provinsi Banten untuk kedua kalinya akan melaksanakan pemilihan langsung Gubernur. Hiruk pikuk pesta politik di provinsi yang masih belia itu jelas akan mencapai puncaknya pada momen pemilihan nanti. Dan sudah barang tentu di saat momen-momen seperti ini sebagian rakyat gembira karena industri musiman, benar, Industri Politik kembali menggeliat di bumi Banten. Pun dengan Kabupaten Tangerang yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Sebagai daerah asal Komunitas Topi Bambu berdiri, atmosfir panas pertandingan politik terasa jelas di sini.

Terlahir sebagai komunitas independen yang di latar belakangi oleh produk kerajinan di Kabupaten Tangerang yang semakin hari semakin terjepit oleh sepinya minat muda-mudi dan kerajinan impor, Komunitas Topi Bambu berharap dalam pemilihan nanti akan ada revolusi pemikiran pemimpin terpilih untuk lebih aktif mengkampanyekan isu-isu kerajinan dan UMKM dalam agenda kerja pemerintah. Kami berharap, pemerintah turut serta dalam mensosialisasikan kerajinan dan produk-produk UMKM lebih kreatif.  Contohnya, Tidak hanya dengan memberikan bantuan modal semata, tetapi bantuan sosialisasi produk kerajinan melalui kampanye di jejaring sosial dan institusi-institusi pendidikan yang kami rasa perlu mendapat dukungan karena akan menyasar langsung kepada minat muda-mudi. Berhasilnya proses sosialisasi produk kerajinan di kalangan muda-mudi, jelas akan berdampak pada bertambahnya demand (permintaan) terhadap produk-produk kerajinan dan sudah barang tentu menaikan nilai supply (pasokan) yang lebih banyak sehingga diharapkan mampu memompa minat muda-mudi untuk berkreasi dengan hasta karya daerah asalnya.
Untuk itu, Komunitas Topi Bambu mengajak kepada para pengunjung sekalian khususnya warga Banten agar memilih dengan tepat calon pemimpin nanti. Pilihlah dengan hati nurani, dengan mata hati yang terbuka. Golput bukanlah jawaban yang tepat, karena kami percaya para calon pemimpin tersebut adalah Manusia yang memang tak sempurna tapi setidaknya mereka pasti punya cinta.
Memang, terkadang Pemilu, Pilkada dan sejenisnya seperti terdengar sebagai bualan omong kosong. Terlebih ketika masih terdengar kabar robohnya bangunan sekolah. Kabar buruknya jalan dan kabar mahalnya pendidikan. Pemilu bagi kaum kecil hanya sebagai hiburan yang justru menanam luka. Mungkin…
Tapi kami tetap percaya dan tetap optimis bahwa Pemilu, Pilkada dan sejenisnya tetap akan menjadi jalan utama dalam menggapai cita-cita Bangsa. Menggapai cita-cita para pahlawan yang menginginkan Bumi Pertiwi terlepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan sehingga tak ada lagi para perajin, sang pembuat mahakarya seni makan ala kadarnya.
Tetap cintai produk Tanah Air…

Sunday, September 25, 2011

TopiBambu Hadir Di Kota Tangerang

Tangerang , 25 September 2011 Komunitas TopiBambu dan Kerajinan TopiBambu Kab. Tangerang mendapat kesempatan dari Mitra Bank BNI Tangerang untuk dapat mengikuti Pameran produk lokal bertema Pameran Aku Cinta Indonesia, Kegiatan ini dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-64 Tingkat Kota Tangerang berlangsung mulai Tanggal 25 s/d 28 September 2011. Kawasan sekitar Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Wanita Tangerang di Jalan Daan Mogot.

Ulang Tahun Koperasi Kota Tangerang

Dalam kesempatan ini Pak Rohim dan Pak Adit telah mempersiapkan Stand Pameran dari Bank BNI khusus TopiBambu, Terkait TopiBambu tak luput dengan Komunitas telah di hub pak Rohim kepada saya (kangagush) akhirnya Peran serta Komunitas untuk mengisi Stand Pameran dengan menghadirkan TopiBambu Sambrero dan Piagam Rekor Dunia TopiBambu terlebar 2 Meter serta membawa Artikel dan Foto sebagai pelengkap Stand Pameran tersebut.

Sambrero TopiBambu

Berpose dengan TopiBambu

Dengan harapan dalam mengisi kegiatan ini semoga TopiBambu dapat melengkapi kerajinan dari Tangerang dan Khususnya Kab. Tangerang sebagai cikal bakal banyaknya Penganyam dan Pengrajin sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan penganyam TopiBambu yang mulai terlupakan.
Stand UMKM Garuda Indonesa

Selamat memperingati Hari Koperasi ke 64 Tingkat Kota Tangerang, semoga momentum ini dapat meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam mengembangkan dan menumbuhkan Koperasi sebagai Soko Guru Ekonomi dan dapat memajukan Kesejahteraan UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ) dengan selalu mengutamakan penggunaan Produk-produk Lokal oleh masyarakat Kota Tangerang http://wartakota.co.id/detil/berita/59354/Peringatan-Hari-Koperasi-di-Lapas-Tangerang

Sunday, September 4, 2011

Kab. Tangerang Raih 2 Rekor Dunia “ Topi Bambu Terlebar & Sepatu Lukis Terbesar

Tangerang, Sabtu, 23 Juli 2011. Apresiasi dan karya anak warga Kab.Tangerang dalam waktu bersamaan Tahun 2011 mendapatkan Rekor MURI “Sepatu lukis terbesar & TopiBambu Terlebar ”
Rekor Indonesia Sepatu Terbesar

Pengerjaan sepatu bergaya skate ini menelan waktu selama 30 hari dengan panjang 6,5 meter, tinggi 3,15 meter, dan lebar 2 meter , dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), sekaligus rekor sepatu terbesar di dunia versi Guinness World Records.
Sumber http://www.wartatangerang.com/tangerang/kab-tangerang/1808-sepatu-terbesar-di-dunia-dibuat-di-tangerang.html

Sepatu Terbesar

Sepatu Terbesar Tampak Keseluruhan
Minggu, 7 Agustus 2011. Jakarta (ANTARA News) – Topi bambu berdiameter 2 meter buatan Komunitas Topi Bambu Tangerang, Banten, berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Kami berharap ini bisa meningkatkan citra perajin topi bambu di wilayah kami yang kini mulai terlupakan,” kata Ketua Komunitas Topi Bambu Tangerang, Agus Hasanudin, setelah penyerahan piagam MURI dalam penutupan Pameran Kridaya 2011 di JCC Jakarta, Minggu 7 Agustus 2011
Rekor Dunia TopiBambu Terlebar
Penghargaan TopiBambu Terlebar dari Ibu Menteri Kebudayaan dan Parawisata
TopiBambu Terlebar Bersama Bupati dan wkl Bupati Kab. Tangerang
Topi tersebut bahkan dinyatakan oleh MURI sebagai topi terbesar di dunia dengan diameter helai 2 m, jari-jari helai 1 m, tinggi lingkaran topi 20 cm, lingkaran kepala topi 60 cm, dan berat 2 kg. Topi ini memerlukan dua ilaban sehingga total pengerjaan 15 hari ditambah waktu finishing dua hari proses perendaman,Secara keseluruhan proses pembuatan topi memakan waktu 17 Hari
Sumber http://www.antaranews.com/berita/270643/topi-bambu-2-meter-cetak-rekor-muri

Saturday, September 3, 2011

Wisata Pantai Tanjung Kait

Tanjungkait, 3 Agustus 2011 suasana lebaran tahun 2011 semua tempat hiburan, pantai, dan wisata lainnya banyak dikujungi oleh warga yang melaksanakan liburan bersama keluarga. kang agush dan Kang rosid meluncur dari Cikupa menuju Tanjung kait menggunakan Roda Dua melalui jalur Pasar Kemis untuk menuju ke Pantai Tanjung Kait dan bisa Pula dari arah balaraja atau Kronjo ke Pantai Tanjung kait hanya on the road saja. Namun disayangjan sekali Pantai Tanjung kait yang merupakan Aset Daerah saat berkunjung ssangat tidak terawat terkesan kotor di biarkan saja di pinggiran pantai. Yach meskipun tidak ada tarif yang standar masuk ke arena pantai dan suasana sangat gersang. ini untuk menuju arahPantai jalan sudah baik dan lebar, apakah mau jadi Tangerang Utara jadi sarana dan prasarana di baguskan????? Semoga ada perubahan ke deapan apabila menjadi otonomi tersendiri dan merupakan tugas berat bagi yang memimpin daerah tersebut.

Arah Menuju Pantai Tanjung kait ada Tugu


Pintu Masuk Pantai Tanjung Kait
Suasana Pantai Kapal Pantai dan Pinggiran Penuh sampah
Kapal untuk pengunjung keliling pantai
Klenteng Tanjung Kait
PLTU di wilayah Dekat Tanjung kait ke Arah Pulau Cangkir
Pedagang Semangka Menuju Pantai Tanjung kait
Semoga kedepan baik Pemerintah tingkat Kecamatan agar dapat memperhatikan kebersihan objek Wisata tersebut semoga mendapat warga sekitar dan pengunjung dapat menikmati Wisata Pantai TanjungKaitsebagai Aset Daerah. Dengan harapan potensi tersebut dapat digali kembali untuk kemajuan Daerah Pantai Utara.

Thursday, September 1, 2011

SELAMAT IDUL FITRI 2011

MOhon Maaf Lahir dan Batin

Tak banyak kata yang diucapkan selain permintaan maaf dan keberkahan Bulan Puasa dan hari Raya Idul Fitri 2011, Tepatnya semua pihak yang telah membantu atas keberhasilan Komunitas TopiBambu yang telah mendapatkan Rekor Dunia dari MURI dan penghargaan langsung dari Ibu Menteri Kebudayaan dan Parawisata RI, Bupati dan Wakil Bupati Kab. Tangerang yang telah memberikan Apresiasi di hari UlangTahun RI ke 66. Dan rekan rekan Komunitas yang telah supoort semuanya. Tak luput pula penganyam TopiBambu ” Pak Rahman dan Ibunya”, Pengrajin ” Pak Burhanuddin / mang Edin”, Bank Negara Indonesia SKC Tangerang, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang. Semoga Jasa dan Supoortnya akan mendapat gantinya dari Allah SWT. amin..amin..amin
Gambar from www.anasyusuf.com

Wednesday, August 17, 2011

Topi Bambu dan Dirgahayu Republik Indonesia ke 66

Sebelumnya Topi Bambu ingin mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66, Merdeka! Semoga di Dirgahayu yang ke-66 ini, Indonesia bisa menjadi negara yang maju, dan bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang sejahtera, amiin..
Pada hari kemerdekaan Indonesia tahun ini, Topi Bambu diundang untuk menjadi tamu undangan pada upacara bendera 17 Agustus di alun-alun Pemkab Kab.Tangerang di Tigaraksa yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Kabupaten Tangerang, Bapak H.Ismet Iskandar. Turut hadir juga Pak Rahman (Penganyam topi bambu) bersama Komunitas Topi Bambu di Upacara bendera ini.
Tidak hanya itu, topi bambu juga membawa icon kebangkitan topi bambu yakni Topi Bambu Raksasa ke lapangan upacara, untuk diperlihatkan kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati serta penyerahan penghargaan atas rekor MURI yang berhasil dicetak.
Pagi itu, upacara berjalan dengan lancar dan hikmat, tim Paskibraka Kab.Tangerang berhasil mengibarkan sang merah putih yang berkibar dengan perkasa. Upacara ini diikuti oleh peserta upacara yang berasal dari Pegawai Negeri, Angkatan bersenjata, Organisasi masyarakat, organisasi pemuda, dan banyak lagi.
Selesai acara resmi, Bapak Bupati memberikan beberapa penghargaan, dan topi bambu yang diwakilkan oleh Kang Agus Hasanudin mendapat penghargaan oleh bapak Bupati atas pencapaian membawa Rekor MURI ke Kab.Tangerang. Selesai penyerahan penghargaan, bapak Bupati dan Wakil Bupati tak lupa untuk berfoto bersama Topi Bambu Raksasa.
Ternyata topi bambu raksasa ini juga menarik perhatian para peserta upacara, para tamu undangan, dan pejabat yang hadir pada pagi itu, dan tak sedikit yang meminta untuk mengabadikan moment bersama Topi Raksasa pencetak rekor dunia.

Semoga warga Kabupaten Tangerang tidak melupakan topi bambu yang merupakan kerajinan asli dari kab.Tangerang dan warisan kerajinan Indonesia. Merdeka!!

Monday, August 8, 2011

Rekor MURI, Tanda Jasa Bagi Sang Pahlawan Dari Kabupaten Tangerang

Genap 17 Agustus nanti, Indonesia berusia 66 Tahun dalam kemerdekaannya. Sebagian cita-cita para pejuang memang telah tercapai. Pun sebagian lagi, yang masih belum tercapai bahkan mungkin terlupakan. Dan salah satu cita-cita para bapak Bangsa adalah mahsyurnya bumi pertiwi di mata dunia, yang tak lepas juga dari kreativitas insan dalam membangun Nusantara dengan segala kerajinan yang semakin hari sepertinya semakin hilang terlupakan.
Lain halnya dengan para pengrajin anyaman Topi Bambu, sekelompok orang yang sudah bisa disejajarkan sebagai pahlawan dari Kabupaten Tangerang. Duka akibat buruknya penghargaan atas apa yang mereka lakukan selama ini, kini sedikit terobati. Benar, akhirnya sebuah penghargaan yang sangat istimewa bahkan mungkin sakral dapat mereka banggakan. Tanda Jasa itu bernama Piagam Penghargaan ‘Topi Bambu Terbesar yang pernah dibuat‘ dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang berhasil di bawa pulang ke Kabupaten Tangerang.
Pak Rahman (Pengrajin Topi Bambu) dan Kang Agus (Aktivis Topi Bambu) Mengangkat Piagam MURI
Tanda Jasa itu memang di dedikasikan dalam rangka mengembalikan kemahsyuran Topi Bambu yang konon sangat di gemari di Eropa dan Asia Timur pada dekade 30-an. Dan di balik kemenangan itu ada sejumlah elemen yang ikut andil di dalamnya selain para Pengrajin dan kawan-kawan di Komunitas Topi Bambu yang sekali lagi menjadi sosok utama.
Elemen pertama yang sangat mendukung kerajinan Topi Bambu harus hidup dan jaya kembali adalah Bank BNI46 SKC Tangerang yang di wakili oleh Bapak Deniawan Susanto Djaman. Bank BNI 46 UKC Gading Serpong yang diwakili oleh Bapak Budi Darmawan. Dan Bapak Putu Kresna selaku Pemimpin Div. Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan Bank BNI 46. Bank BNI 46 sendiri sebagai salah satu bank Nasional memang sudah sangat akrab menjadi mitra bisnis para pengrajin dalam mengembangkan kreativitasnya. Sebut saja seperti Pak Rochim dan Pak Endin, mitra bisnis Bank BNI 46 yang sudah tak asing lagi di lingkungan masyarakat pengrajin Topi Bambu.
Bapak Jaya Suprana Menyerahkan Piagam Kepada Ibu Triesna Jero Wacik
Ibu Triesna Menyerahkan Piagam Kepada Komunitas Topi Bambu
Foto Bersama Ibu Triesna Jero Wacik dan Segenap Jajaran Dari BNI 46
Selain dari Organisasi Bisnis seperti Bank BNI 46. Keberhasilan ini pun tak lepas dari dukungan pemerintah yang di wakili oleh Ibu Triesna Jero Wacik dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata yang sudah bersedia mendaftarkan Topi Bambu Raksasa kepada MURI. Bapak Dadat dari Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Tangerang. Dan Bapak Tb. Azis Keben selaku ketua Forum Relawan Telematika Banten yang dinaungi langsung oleh Dishubkominfo Banten.
Foto Bersama Topi Bambu Raksasa DenganSegenap Jajaran Pemerintahan
Tapi yang pasti, penghargaan ini bukanlah untuk siapa-siapa. Penghargaan ini jelas untuk insan di Indonesia. Dan untuk Indonesia atas kekayaan yang di berikan Sang Khalik di Bumi Pertiwi. Penghargaan ini untuk warga Kabupaten Tangerang khususnya, dan para pengrajin di Nusantara yang sebagian masih belum lepas dari jeratan kemiskinan karena rendahnya penghargaan dan perhatian kita terhadap karya mereka.
Piagam Kebanggaan
Kawan-kawan Komunitas Topi Bambu Berfoto Bersama Piagam Kebanggan
Terakhir, ini hanyalah awal atas di mulainya gerakan Komunitas Topi Bambu yang di dirikan oleh Kang Agus Hasanudin bersama Kang Kombor (M. Arif Widarto) dalam kampanye kepedulian terhadap kerajinan di Kabupaten Tangerang khususnya kerajinan anyaman Topi Bambu yang mudah-mudahan bisa ditularkan ke daerah-daerah lain dalam rangka mengembalikan kejayaan bagi karya yang terlupakan.
Mari bergabung di Komunitas Topi Bambu…! Dan saatnya peduli Karya Anak Negri…!

Saturday, August 6, 2011

KERAJINAN INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA

Eksistensi kebudayaan Indonesia yang sudah mempesona dunia Internasional menunjukan betapa berharganya warisan  kebudayaan dari leluhur kita. Hal ini terbukti dengan diakuinya Angklung, alat musik tradisional kesenian khas daerah JawaBarat sebagai World Masterpiece of Intangible of Humanity oleh UNESCO  setelah sebelumnya batik Wayang, dan Keris mendapat pengakuan tersebut.
TopiBambu mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Bapak Bramantyo W sebagai President Director  (PT. MEDIATAMA BINAKREASI) penyelengara Pameran KRIDAYA 2011 bekerjasama dengan Yayasan Sulam Indonesia diketuai langsung oleh Ibu Triesna Jero Wacik dan mendapat dukungan penuh dari Kementrian Kebudayaan ddan Parawisata RI, ujar bapak saat ini berumur 71 tahun yang sudah menjadi penyelengaraan pameran sejak tahun 1980.
Pak Bramantyo W (President Director ) bersama TopiBambu
Tujuan paling utama KRIDAYA ini sebagai media promosi aneka ragam keindahan dan keunggulan budaya bangsa serta membangun citra positif  kebudayaan Indonesia di mata Internasional, dan wahana promosi produk-produk budaya dan kerajinan yang dihasilkan usaha kecil dan Menengah secara berkesinambungan.

Jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 Juta Jiwa merupakan sarana pasar yang potensi untuk selalu menggunakan produk dalam negri. KRIDAYA 2011 ini ” Meningkatkan Penggunaan Produk Kerajinan dalam keseharian”  dapat terselenggara dengan 400 UKM seluruh Indonesia
Terkait dengan tema tersebut, Komunitas Topibambu setelah bertemu dengan Pak Deniawan Susanto Djaman dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  Sentra Kredit Kecil (SKC Tangerang) diberikan kesempatan kepada Topibambu agar dapat ikut serta Pameran KRIDAYA 2011 dengan pengrajin TopiBambu sebagai Mitra yang sudah tidak asing lagi bersama Pak Rochim dan Pak Edin Kab Tangerang yang selalu bekerjasama dengan Komunitas  TopiBambu.
Kesempatan yang diberikan kepada Komunitas TopiBambu untuk KRIDAYA ini merupakan peluang besar untuk menunjukan kepedulian terhadap budaya kerajinan TopiBambu merupakan warisan leluhur Kab. Tangerang . Rasa kepedulian ini dan ingin mengembalikan kembali kejayaan TopiBambu Tangerang yang sejak dulu sudah merajai Paris dan Eropa tahun 1913- 1930. Dengan cara pembuatan ” TopiBambu Raksasa “  yang telah mendapat restu dari Ibu Triesna Jero Wacik  Kementrian Kebudayaan ddan Parawisata RI yang langsung untuk di daftarkan menjadi Rekor MURI pada pameran KRIDAYA tahun 2011 yang insya allah di resmikan tanggal 7 Agustus 2011 jam 14. 00  yang mudah mudahan pemerintah Daerah Kab. Tangerang Bapak Bupati Ismet Iskandar dan Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Bapak H. Syafrudin, M.Si Kab. tangerang akan hadir. Ini gambar Foto TopiBambu Raksasa dari Kab. Tangerang
Pak Deniawan PT. BNI SKC Tangerang mencoba TopiBambu Raksasa Kab. Tangerang
Peraga Busana Berfoto dengan TopiBambu Raksasa
Fashion Show Dengan TopiBambu Raksasa

Pak Dadat ( Dinas Indag Kab. Tangerang) & Pak Deniawan ( PT. BNI 46 SKC Tangerang ) persiapan Rekor MURI untuk TopiBambu Raksasa
Pameran ini diharapkan menjadi ajang budaya dan pengembangan industri kerajinan Nusantara yang mampu menjadi tolak ukur kemajuan industri kreatif dan kerajinan tanah air dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat ujar Pak Bramantyo yang mendapat pesan dari Presiden Rebuplik Indonesia atau Bapak SBY panggilan akrabnya berpesan akan siap datang untuk pameran Produk Kreatif dan Kerajinan ini.
Support " TopiBambu Raksasa Kab. Tangerang"
Tags: , , , ,