Sunday, March 27, 2011

Proses Pembuatan Topi Bambu Pramuka

TopiBambu berkunjung  ketempat proses  finishing topi bambu untuk melihat proses akhir pembuatan topi bambu.
Bahan topi bambu yang dari penganyam  (loso) di kumpulkan dari kelompok penganyam dan dibawa ke tempat finishing tepatnya di daerah Sindang Jaya Pasar Kemis Kabupaten Tangerang dengan Bapak Endin sebagai  Home Industri. Di Daerah ini topi bambu yang belum Jadi di olah untuk menjadi Topi Pramuka.
Dibawah ini Foto yang di dapatkan oleh TopiBambu saat melakuakn kunjungan dan wawancara Proses Pembuatan TopiBambu khusus Topi Pramuka
Proses Persiapan Pewarnaan Topi

Proses Pewarnaan dengan Pengapian

Proses penjahitan Topi

Proses Finishing Menjadi Topi Pandu atau Topi Pramuka
Demikian  Proses Pembuatan TopiBambu yang dilakuakn di daerah Sindang Jaya Pasar Kemis ini dimana hasil produksi setiap minggu dikirimkan ke  daerah Jabodetabek maupun luar Jakarta sebanyak 10.000 Topi bambu untuk Pramuka. Semoga perhatian pemerintah setampat atau khususnya Kabupaten Tangerang dapat tetap menjalin kerjasama dengan pengrajin Topi Bambu ini yang telah mengangkat Kabupaten Tangerang Ke Dunia Luar …….yang di kenal dengan Kerajinan Topi Bambu dimana pengrajin yang masih tetap melestarikan  keunggulan Produk dari Kabupaten Tangerang.

Saturday, March 26, 2011

Sejarah Singkat Dan Proses Penganyaman Topi Bambu

Pada Minggu, 20 Maret 2011. Tim Topi Bambu yaitu Kang Andi dan Kang Agus, akhirnya berkesempatan untuk eksplorasi langsung ke tempat di mana proses kegiatan para pengrajin topi bambu bermula. Kali ini yang menjadi daerah ekspedisi tim Topi Bambu adalah Kp. Ranji, RT. 01/011, Ds. Ranca Buaya, Kec. Jambe, Kab. Tangerang.
Sejarah singkat
Menurut sejarah dari penduduk sekitar. Di sana dahulu pada masa belanda merupakan pusat perdagangan para pengrajin topi Bambu melalui seorang saudagar Topi Bambu bernama Ki Sanaya yang merupakan salah satu anak buah dari Ki Bonteng seorang bangsawan dari etnis china di daerah Tangerang atau biasa di kenal China Benteng.
Adapun jalur perdagangannya sendiri dibawa ke daerah Tasikmalaya. Nah, kemunduran kerajinan Topi Bambu khas Tangerang di daerah ini sendiri terjadi ketika bencana alam saat letusan Gunung Galunggung 1984 (masih dalam proses klarifikasi dengan narasumber) yang mengakibatkan pusat perdagangan Topi Bambu mengalami hambatan. Sehingga beberapa pengrajin beralih profesi dari pengrajin Topi Bambu.
Proses Penganyaman
Berikut photo yang kami dapatkan.











Gambar di Atas di peragakan oleh Ibu Syarna, Ibu Mirah dan Ibu Adni yang merupakan penduduk asli desa Ranca Buaya yang sehari-hari biasa menganyam Topi Bambu.
Menurut Informasi yang kami dapat di daerah Ranca Buaya masih banyak ibu ramah tangga yang memproduksi Topi Bambu, mereka biasanya dalam sehari bisa menghasilkan 5 – 10 anyaman yang umumnya di namakan Loso. Nantinya Loso-loso tersebut di kumpulkan oleh kolektor untuk di bawa ke pusat industri Topi Bambu supaya di proses lagi.
Asumsi kasarnya yang jika dalam satu kepala rumah tangga bisa menghasilkan 10 anyaman Loso maka selama seminggu bisa memproduksi 70 pcs. Harga Loso sendiri berkisar seharga kurang lebih Rp. 2.000,-. Jadi pendapatan dalam seminggu kurang lebih sebesar Rp. 140.000. Lumayan untuk menambah biaya hidup sehari-hari, bukan?

Friday, March 25, 2011

Industri TopiBambu Tangerang

TopiBambu bersama  Pak Endin  memaparkan bahwa pak Endin  merupakan generasi ketiga dari  Kakek Pak Endin bernama H. Jaida merupakan generasi tahun 1900 di daerah Tangerang Pasar Kemis yang dahulu mampu memproduksi TopiBambu yang dapat dipasarkan ke dataran Eropa  waktu itu,  beberapa usaha telah dilakukan akhirnya  cocok untuk  meneruskan usaha Topi BAmbu ini sampai saat ini.
Pak Endin  kelahiran tahun 1960 memiliki 4 orang anak yang sukses dalam memdidik anaknya sampai ke Perguruan Tinggi . Anaknya ada yang lulusan Informatika, Lulusan Akuntansi Komputer, Lulusan Programmer dan  1 lagi masih duduk di bangku SMA. Namun Pak Endin yang hanya berhasil menyelesaikan pendidikan waktu itu Sekolah Menengah Pertama Di Cikupa Tahun 1973 lulus.
Industri Topi Bambu memiliki 5 Kelompok pengrajin  dimana 1 Kelompok dapat memyelesaian dalam 1 Minggu sebanyak 2000 Pcs Topi Bambu yang masih bahan sehingga dalam 1 bulan sesuai permintaan pasar khususnya Topi Bambu Pramuka sebanyak 10.000 Topi Bambu Pramuka yang siap di kirimkan ke luar daerah Jakarta. Dimana saat ini pengusaha Industri Topi Bambu sudah banyak yaitu 7 industri rumahan ( Home Industri) yang tersebar di Tangerang
Topi Bambu Yang Masih Dasar
Pak Endin dengan Topi Pandu Buatannya
Industri Rumahan Topi Bambu
Topi Bambu Siap Dikirim Setiap Minggu
Dalam setiap  minggu Topi Bambu Pramuka banyak permintaan dari Surabaya, Solo dan Wilayah Timur Indonesia, namun tetap mensupply untuk daerah tangerang,  Serang,  Bogor .
Persaingan penjualan Topi Pramuka  saat ini banyak khususnya di Tangerang Namun kami tetap memiliki keunggulan bahan topi halus dan Pewarna nya Bagus . Mutu kami jaga dan di pertahankan untuk menjaga agar pelanggan setia dan tidak salah pilih ujar Pak Endin saat di wawancari TopiBambu.
Nah ini Profil pengusaha  namun TopiBambu akan menjelaskan Proses dari bahan bambu menjadi Topi Pramuka ini untuk episode selanjutnya.

H.Murad, Pembuat Dodol dari Cukanggalih, Panongan



Topi Bambu mendatangi salah satu pembuat dodol yg sudah lumayan terkenal di Panongan, Kab.Tangerang. Wa Murad, begitulah beliau akrab disapa. Kediaman dan Dapur Dodol Wa Murad terletak di Kp.Cukanggalih, Ds.Ciakar, Kec.Panongan, Kab.Tangerang, Banten.
Dodol yang diproduksi Wa Murad adalah ‘Dodol Beras Ketan’. Bahan-bahan pembuat dodol beras ketan adalah tepung beras ketan, kelapa, gula aren, dan gula pasir. Wa Murad sudah membuat dodol sejak tahun 1995. Sekali produksi, Wa Murad biasanya membuat 15 kg dodol.
Dodol Wa Murad, dijual per kg, jika ingin membeli dodol, biasanya pembeli datang langsung ke rumah Wa Murad, setelah sebelumnya memesan terlebih dahulu. Tidak ada promosi dan iklan yg dilakukan Wa Murad, karena usaha dodolnya berkembang dengan sendirinya dari mulut ke mulut pelanggan yg telah merasakan enaknya dodol Wa Murad ini. “Alhamdulillah.. kemarin ada yg datang beli dodol dari Jakarta..” tutur Wa Murad saat didatangi di dapur dodolnya. Memang, dodolnya sudah lumayan terkenal ke luar Tangerang. Sedikit catatan, bahkan waktu saya dan keluarga belum pindah ke Tangerang dan masih tinggal di Depok, (sebelum tahun 1999), kami sudah mendengar tentang dodol Wa Murad dan seringkali memesan.





peralatan pembuat dodol (pemarut kelapa dan penghalus tepung


Dalam setiap usaha, pasti ada kendala dan kesulitan yg dialami, kalau usaha dodol, seringkali menemui kendala kala harga bahan-bahan sedang mahal dan juga semakin sulit dicari. “Misalnya sekarang, yg lagi susah dicari itu kelapa, kalaupun ada di pasar, harganya mahal..” kata Wa Murad. Selama ini Wa Murad mengakali masalah tersebut dengan membeli sebagian bahan di pasar, dan sebagian lagi di kampung-kampung.

"Begini kalo lagi ngaduk dodol" kata Wa Murad sembari menunjukan cara mengaduk dodol
Wa Murad juga sedang mengalami kesulitan dalam pembuatan merk untuk dodolnya. “Saya mau buat label yang ada merk, nama saya, alamat, dan nomor telepon buat di bungkus dodol, tapi susah..” kata Wa Murad.
Kalau hari-hari biasa, Wa Murad hanya membuat dodol jika ada pesanan, tetapi jika di bulan Puasa, hampir setiap hari membuat dodol, karena banjirnya pesanan dan pembeli yang datang. Jika saudara sekalian ingin membeli dodol untuk Lebaran, datanglah ke Cukanggalih, Panongan. Tanya saja : Wa Murad penjual dodol, bohong kalau warga sekitar bilang tidak tahu ;)

Tuesday, March 22, 2011

Banten GO Open Source (BaGOS) “ Roadshow Telematika (FORMAT) “ BSD Tangerang

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten
TopiBambu dalam wawancara khusus dengan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Bpk. Ir. M. Husni Hasan, CES dan Kasi Pemeberdayaan Telematika Bpk. Wahyu Priatna SH  dalam Acara Roadshow Telematika Se-Provinsi Banten yang dilaksanakan di Kampus BSI BSD  pada tanggal 19 Maret 2011.
Dalam  wawancara khusus  Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Bpk. Ir. M. Husni Hasan, CES setelah membuka acara Acara Roadshow Telematika Se-Provinsi Banten yang dilaksanakan di Kampus BSI BSD
KBBC dan Topi Bambu Turut Serta Roadshow Telematika
Ini hasil wawancara dengan TopiBambu :
Aspek legal ini menjadi penting diangkat karena Indonesia pernah dikenal sebagai negara dengan tingkat pembajakan perangkat lunak sangat tinggi.
Pemerintah melalui berbagai dukungan telah mendorong masyarakat TI untuk lebih peduli dengan aspek legal perangkat yang dipakainya, diantaranya dengan pencanangan gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS), membentuk Pusat Pemberdayaan Open Source Software (POSS) pada berbagai Perguruan Tinggi dan himbauan ke seluruh kantor pemerintah tentang penggunaan perangkat lunak legal melalui Surat Edaran MenPan.
Sejalan dengan semangat penggunaan perangkat lunak legal, Open Source Software (OSS) menjadi alternatif yang cukup menjanjikan karena selain legal mereka juga berbiaya rendah. Dalam hal ini Relawan Telematika Banten membuat OS L:inux “open source” dengan Nama BAGOS Banten.
Istilah “open source” rasanya sudah bukan istilah baru lagi karena sangat sering terdengar di telinga pengguna Teknologi Informasi (TI) di Indonesia, apalagi semenjak sejumlah departemen (Ristek, Kominfo,Menpan, Depkehham dan Depdiknas) mencanangkan gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) pada 30 Juni 20043. Sebagai tindak lanjut pencanangan kesepakatan tersebut, telah sangat banyak dilakukan kegiatan untuk memasyarakatkan Open source Software (OSS) baik oleh Pemerintah melalui departemen-departemen di atas secara langsung maupun oleh lembaga lain (perguruan tinggi, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, bahkan perorangan).
Hasil  Presentasi Kabit Kominfo Telematika Bpk. Wahyu Priatna SH.
Dengan  adanya software  BaGOS ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat  wilayah Provinsi Banten dan sekitarnya , Kabupaten/Kota, institusi publik, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, dan masyarakat telematika banten, dan meninggalkan software bajakan (ilegal) dari microsoft, dengan demikian Banten akan terbebas dari bajakan software ilegal yang dilarang berdasarkan UU.No.19 Tahun 2009 tentang HAKI, apabila kita tidak melaksanakan pemanfataan dan pengunaan OSS dan FOSS, maka rakyatlah yang akan menanggung beban setiap bulan Rp.20 milyard, dalam hal ini juga untuk mengurangi beban keuangan negara, tidak ada solusi  lain, kecuali memanfaatkan dan menggunakan OSS dan FOSS LINUX, karena negara tidak mengeluarkan biaya untuk software dimaksud 100%. ujar Kabit Kominfo juga Kasi Pemeberdayaan Telematika Bpk. Wahyu Priatna SH.
Sedangkan secara terpisah  Ketua Umum Relawan Telematika, Sdr. Tb.Azis Keben, dalam obrolan santai  dengan TopiBambu secara tidak langsung dengan adanya acara  Blogger dan Komuitas Online ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat  dan dapat membantu pemerintah khususnya penggunaaan software legal di masyarakat.
Di masa era globalisasi  teknologi informasi, dimana dunia semakin dekat (borderless), artinya satu negara dengan lain tidak dipisahkan seperti pada jaman dahulu, dengan IT semuanyabisa dilakukan dengan mudah, dengan cara berbisnis, dengan cara berdialog, dengan cara memasarkan hasil produk, daln lain sebagainya, dan juga menghemat biaya yang sangat rendah (efisien).
Ketua Umum FORMAT
Gratis vs Berbayar dan NirLisensi vs Lisensi
Sebagian besar perangkat lunak berbayar dihargai berdasar banyaknya perangkat yang akan diinstal, meskipun ada juga yang menggunakan lisensi unlimited dengan harga tertentu. Berdasar kelaziman ini, banyak orang yang diperkenalkan dengan OSS harus “didoktrinasi” dengan hitung-hitungan harga agar mudah diterima dan salah satu yang dikemukakan adalah bahwa OSS adalah gratis, sementara perangkat lunak proprietary tidak gratis.
Pembuatannya? Perolehannya? Instalasinya? Penggunaannya? Atau semuanya gratis?
Pernyataan bahwa OSS “gratis” perlu diperjelas ruang lingkupnya: Apanya yang gratis?
Secara default yang dapat dikatakan gratis adalah hak untuk penggunaannya, artinya untuk menggunakan OSS seseorang atau suatu organisasi tidak harus membayar kepada pihak pengembang perangkat lunak sebagai imbalan pembuatannya karena OSS umumnya dikembangkan secara terbuka, bersama-sama oleh komunitas (committers). Sementara itu untuk mendapatkannya bisa saja memerlukan biaya: membayar band-width untuk men-download perangkat lunak atau membeli CD yang dijual pihak lain, demikian juga dengan proses instalasi yang memerlukan tenaga dan keahlian tertentu.
Dalam kaitannya dengan lisensi, dengan uraian di atas bahwa lisensi tak selalu ditentukan oleh harga, demikian juga sebaliknya menjadi sedikit lebih jelas. Salah satu jenis lisensi yang tidak menentukan harga adalah GNU License dan Linux merupakan salah satu OSS yang berada dalam lingkup lisensi ini.
Free software beda dengan freeware karena dalam freeware tidak ada ketentuan untuk membagi kode sumber (freedom 1 dan freedom 3) Free software adalah software yang memiliki lisensi, jadi tidak tepat kalau dikatakan nirlisensi
Dasar Hukum  Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Software Open Source Software (OSS)
  1. Surat Edaran No. SE/01/M.PAN/3/2009  tanggal 30 Maret 2009
  2. Surat Gubernur Banten No. 550/321-DHKI/2011 tanggal 14 Februari 2011 Pemanfaatan Banten Open Source  (BaGOS)
  3. Surat Edaran Pemerintah Provinsi banten  pemanfaatan dan penggunaan free Open Source Software No. 045.4/320-DHKI/2011 tanggal 31 Januari 2011
  4. Peraturan Gubernur Banten No. 34 Rencana Induk Pengembangan Sistem Informasi dan telematika (RIP-SITTEL) pemerintah Provinsi Banten
  5. Peraturan Gubernur Banten No. 35 Tahun 2008 tentang Digital Government Service (DGS)
  6. Surat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten dalam rangak penggunaan  Migrasi Software Legal  BaGOS pada SKDP Pemerintahan Banten

Monday, March 21, 2011

Kelompok Penganyam Dengan Pengusaha Topi Bambu

Topi bambu Dua Angsa
Kelompok penganyam dengan pengusaha TopiBambu merupakan hal terpenting. Sayang sekali saat ini penganyam Topi Bambu dari generasi terdahulu sampai saat ini yang trampil masih terhitung jari dan masih
sedikitsehingga hasil kerajinan dan anyaman masih belum berkembang dengan pesat dan cepat. Kalau kita lihat zaman keemasan TopiBambu ini sejak tahun 1913 s/d 1930 hasil anyaman TopiBambu telah mencapai pasaran Eropa yang diproduksi oleh Kabupaten Tangerang ini tepatnay daerah Cikupa, Cisoka, RancaKalapa, RancaBuaya, Jambe , Tigaraksa  dan Balaraja yang banyak  pengrajin TopiBambu saat itu.
Kerjasama yang dilakukan pengusaha dan pengrajin anyaman dengan baik adalah kunci keberhasilan semua usaha.  Tak hanya itu menjalin kerjasama pengrajin, pembeli dan Pengusaha
harus tetap di pupuk  yang tidak ada batasnya.
TopiBambu saat bertemu dengan pengusaha TopiBambu Dua Angsa ini bernama Endin Burhanudin   saat ditemui di kediamannya di daerah Sukaharja Sindang Jaya  Pasar Kemis Kabupaten Tangerang merupakan  profil yang gigih dalam  belajar dan bekerja seperti tahun 1973 ini hanya dapat menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama di daerah Cikupa yang dahulu di tempuh sekolah dengan jalan kaki dan sepeda, ujar bapak 4 orang anak ini meskipun hanya tamatan SMP tapi ke 3 putra Putrinya dapat menyelesaikanperguruan  Tinggi  dan  satu anak yang ke 4 masih di bangku SMK, Saat ini telah membina kelompok penganyam di 5 desa yaitu Desa Panongan, Desa Cisoka, Desa Jambe, Desa Tigaraksa dan Balaraja ini foto Pak Endin Burhanudin.

Thursday, March 17, 2011

Anyaman Topibambu dapat di Tukar Emas


Tak terasa teriknya matahari di siang hari ini sekitar jam14. 30 TopiBambu meluncur dari Serpong setelah bekerja dan meyelesaikan pekerjaannya sebagai karyawan swasta. Dengan niat 2 Minggu yang lalu  akhirnya TopiBambu tiba di daerah Pasar Kemis Kabupaten Tangerang tepatnya di daerah Sindang Jaya Sukaharja jam 15.45 bertemu dengan seorang pengusaha/wirausaha  anyaman Topi Bambu yang langka ini yaitu Bapak Endin Burhanudin dan Bapak Rosihan sebagai Industri Topi Bambu yang melakukan setiap bulannya 20 Kodi di pasarkan seluruh indonesia terutama kota kota besar seperti Surabaya, Makasar Solo, Lampung , Palembang sampai ke Sorong khususnya Topi Pramuka. Singkat cerita ternyata di daearah pengayam Topi Bambu di daerah Kabupaten Tangerang seperti Desa Tigaraksa, Desa Cisoka, Desa Rancakalapa,  dan Balaraja . Apabila pengrajin tidak memiliki uang atau makanan maka hasil kerajinan Topi bambu tersebut dapat ditukarkan sesuai kebutuhansehari hari mulai dari laukpauk, beras sampai ke emas dan pakaian . Ini Foto Bapak Endin dan Bapak Rosihan sebagai Home Industri Pengrajin Topibambu yang siap menerima pesanan atau bisa melalui website www.topibambu.com apabila ingin memesan via online atau ke agush_ckp@yahoo.com

TopiBambu ( Bamboo Hat ) Kab. Tangerang

Pak Endin dan pak Rosihan yang ditemui TopiBambu di kediaman Ps. Kemis Kab Tangerang merupakan generasi ke 3 dari bapaknya dan Kakeknya seorang pengusaha industri rumahan khususnya TopiBambu (Bamboo Hat) yang pernah diliput di Televisi Swasta. TopiBambu banyak berbincang dengan Pak Endin dan Pak Rosihan mulai dari kakeknya sampai cucunya tetap melaksanakan anyaman Topi Bambu ini yang sekarang menjadi simbol lambang Kabupaten Tangerang, namun cerita keluh kesah yang belum mendapat respon dari pihak pemerintah . Dimana saat ini Pak Endin masih konsisten menjalankan bisnis Topi Bambu ini  dengan model Topi Pramuka yang dapat di pasarkan ke seluruh wilyah indonesia yang bersumber di Psr. Kemis Tangerang  yang saat ini bisa memberikan lapangan kerja bagi ibu ibu  rumah tangga yang mencari sampingan sehabis bertani dan sambil mengasuh anak dirumah.
Ini foto TopiBambu hasil Home Industri Dua Angsa yang masih Eksis dan Siap menerima pesanan sesuai keinginan pelanggan, Kalau dilihat dari segi bisnis semoga komunitas online TopiBambu.com dapat melanjutkan hasil karya anak bangsa yang sudah sampai ke daratan eropa sampai dikenalnya Kabupaten Tangerang ini dengan Topi Bambunya (Bamboo Hat ) .

(Bamboo Hat Elizabeth)
Bamboo Hat Bony)
Bamboo Hat pandu
Bamboo Hat Simkayo)

Tuesday, March 15, 2011

Road Show Telematika Seprovinsi Banten di Kota Tangerang

Setelah Road Show ke-6 Telematika Kabupaten Tangerang, DISHUBKOMINFO Provinsi Banten dan FORMAT Banten kembali menggelar road show ke-7, kali ini Kota Tangerang yang mendapatkan giliran. Road Show Telematika Kota Tangerang ini berlokasi di SMKN4 Tangerang.
road show telematika kota tangerang
Walaupun lokasi road show di Kota Tangerang, TopiBambu tetap adir dan memperkenalkan Komunitas Online ++ Kabupaten Tangerang ini agar TopiBambu semakin dikenal di wilayah Provinsi Banten.
Di SMKN4 Tangerang, ruangan untuk siswa dan pendamping dipisah. Menurut panitia, di semua lokasi keculai di Kabupaten Tangerang, ruangan untuk siswa memang dipisah. Siswa medapat materi internet sehat dan informasi seputar Kompetisi Bloger Banten 2011 dan Gathering Party Blogger 2011 sedangkan para pendamping mendapatkan materi seputar Linux Banten dan cara instalasi Linux Banten.
Berikut foto-foto suasana Road Show Telematika Kota Tangerang.
road show telematika kota tangerang
Foto bersama peserta Road Show Telematika Kota Tangerang
petunjuk instalasi oss foss linux banten
petunjuk instalasi oss foss linux banten
road show telematika kota tangerang
Peserta pengenalan OSS/FOSS Linux Banten
road show telematika kota tangerang
Para peserta Road Show Telematika Kota Tangerang
road show telematika kota tangerang
Peserta Road Show Telematika Kota Tangerang

Informasi Jalan Rusak di Kampung Sukmajaya, Curug

TopiBambu menginformasikan ruas jalan rusak di Kampung Sukmajaya, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Tujuan penginformasian ini agar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang segera dapat memperbaiki ruas jalan tersebut karena menurut warga di sekitar ruas jalan tersebut, sudah banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh di lokasi tersebut. Apalagi, pada saat hujan, genangan air memenuhi lubang-lubang di ruas jalan yang rusak tersebut.
Berikut foto-foto ruas jalan rusak tersebut (diambil 14 Maret 2011):
jalan rusak di kp sukmajaya kel sukmajaya kec curug
jalan rusak di kp sukmajaya kel sukmajaya kec curug
jalan rusak di kp sukmajaya kel sukmajaya kec curug
Lokasi persis ruas jalan tersebut di pinggir Jaan Raya Bitung – Curug. Ruas jalan tersebut menghubungkan Jalan Raya Bitung – Curug dengan jalan beton dari arah Pasar Curug menuju ke Binong. Panjang ruas jalan yang rusak mulai dari mulut jalan sampai jalan beton kira-kira 300 meter.
Mudah-mudahan pihak Pemerintah Kelurahan Sukmajaya, Pemerintah Kecamatan Curug dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segera memperbaiki ruas jalan tersebut mengingat banyak pemakai jalan yang melewatinya setiap hari.

Monday, March 14, 2011

Sarana Ibadah di Legok Permai

Sebuah tempat ibadah di tempat pemukiman tentunya sangat penting bagi umat Islam. Apalagi di tempat tersebut sudah banyak warga yang tinggal. Suatu hal yang wajar sebuah perumahan yang mulai banyak ditempati mempunyai keinginan membuat suatu rumah ibadah berupa Mushola.
Nah baru-baru ini para warga di perumahan Legok Permai Cluster Flamboyan, yang merupakan termasuk dalam wilayah RW 09 Desa Legok, Kecamatan Legok , Kabupaten Tangerang sedang membangun sebuah  sarana tempat ibadah Mushola.
Setelah panitia pembangunan mushola terbentuk, panitia bersama warga mulai mencoba menggalang dana dari para donatur.
Walaupun dana dari para donatur minim dan baru sedikit yang masuk, sebagai langkah awal tepatnya pada tanggal 20 Februari 2011, panitia beserta warga bergotong royong sudah memulai membangun pondasi bangunan mushola.
Dengan masih berjalannya pembangunan pondasi mushola, panitia pada saat ini masih mencari donatur untuk penggalangan dana.
Mudah-mudahan panitia dapat segera mendapatkan dana dari para donatur sehingga pembangunan mushola dapat segera terlaksana.
Mohon doa restu dan bantuan dari kaum muslimin dan muslimat dalam pembangunan mushola Al Fatih di perumahan Legok Permai Cluster Flamboyan.
Sekiranya ada yang ingin menyalurkan bantuannya, silahkan mendatangi lokasi pembangunan mushola Al Fatih atau datang kesekretariat di Perum Legok Permai, Cluster Flamboyan, Blok F1/D3, Legok, Kabupaten Tangerang.

Friday, March 11, 2011

TopiBambu Hadir Pada Road Show Ke-6 Telematika Seprovinsi Banten di Kabupaten Tangerang

TopiBambu hadir pada Road Show Ke-6 Telematika Seprovinsi Banten di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan Rabu (9 Maret 2011) di SMKN1 Panongan di Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Pada kegiatan Road Show Telematika Seprovinsi Banten di Kabupaten Tangerang tersebut diundang perwakilan dari sekitar 25 SMA/MA/SMK sekabupaten Tangerang. Liputan mengenai hal ini dapat dibaca di website Forum Relawan Telematika Banten pada berita berjudul Road Show Telematika Kabupaten Tangerang.
Pengenalan TopiBambu kepada perserta Road Show Telematika Kab Tangerang
Pengenalan TopiBambu kepada perserta Road Show Telematika Kab Tangerang
TopiBambu mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan Komunitas Online ++ Kabupaten Tangerang (TopiBambu) kepada para peserta Road Show Telematika Kabupaten Tangerang sebelum sesi Kompetisi Blogger Banten 2011. TopiBambu mengajak kepada peserta road show untuk bergabung ke TopiBambu.
TopiBambu, FORMAT BANTEN dan Baraya TV
TopiBambu, FORMAT BANTEN dan Baraya TV
TopiBambu berdua dengan Ketua Umum Forum Relawan Telematika (FORMAT) Banten, Bapak Azis, juga sempat diwawancarai oleh Baraya TV mengenai kegiatan Road Show Telematika Seprovinsi Banten tersebut. TopiBambu mendukung sekali keberadaan dan kegiatan Forum Relawan Telematika Banten karena FORMAT Banten memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat Banten melalui pemanfaatan ICT. TopiBambu pun menyatakan siap bergabung dengan FORMAT Banten dan siap membentuk FORMAT Korwil Kabupaten Tangerang untuk mendukung kegiatan FORMAT Banten di wilayah Kabupaten Tangerang karena TopiBambu pun memiliki tujuan yang sama dalam pemberdayaan masyarakat.
Pengurus TopiBambu yang hadir pada kegiatan Road Show Telematika Kabupaten Tangerang adalah Moh Arif Widarto dan Andi Sakab.