Selasa, 08 Maret 2011

Pemanfaatan Danau Bekas Galian Tanah untuk Kegiatan Produktif Warga Setempat


Danau bekas galian tanah di Rancakalapa
Danau bekas galian tanah di Rancakalapa
Pada saat menuju Kampung Racakalapa, Desa Rancakalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, TopiBambu melewati dua buah danau bekas galian tanah. Kedua danau tersebut masih perawan dan tidak dimanfaatkan oleh [enduduk setempat kecuali dipergunakan untuk kegiatan memancing dan sekali-sekali dijala ikannya oleh penduduk sekitar danau. Padahal, keberadaan danau tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif yang berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi wilayah setempat. Apalagi, kedua danau terletak di pinggir Jalan Ranca Kalapa yang berkonstruksi beton dalam keadaan yang baik. Tentu danau tersebut dapat dimanfaatkan untuk lokasi wisata air, wisata kuliner pinggir danau atau restoran terapung. Selain itu, apabila pemanfaatan sebagai tempat wisata tidak dikehendaki, danau dapat juga dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan air tawar jaring apung seperti danau di Kampung Ciakar, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang dimanfaatkan oleh Pak Irwan sebagai tempat budidaya lele, gurami dan pating dengan menggunakan jaring apung.
Danau di Rancakalapa Lokasinya Strategis
Danau di Rancakalapa itu memiliki lokasi yang lebih strategis dibandingkan dengan danau yang terdapat di desa Ciakar. Danau di Rancakalapa persis di pinggir jalan Rancakalapa sedangkan Danau di Ciakar terletak di pinggir kampung yang untuk menuju ke lokasinya harus masuk ke Kampung Ciakar dulu. Lokasi yang strategis itu membuat danau di Rancakalapa cocok untuk dikelola menjadi sebuah tempat wisata. Ada wisata air dengan bebek-bebek air, ada rumah makan tepi danau dan ada rumah makan apung. Apabila Pemerintah Desa dan Kecamatan Setempat memberikan ijin serta penduduk setempat tidak keberatan tentu investor dapat dicari.
Danau di Rancakalapa Lokasinya Terbuka
Selain terletak di pinggir jalan Rancakalapa, danau bekas galian di Rancakalapa tersebut memiliki wilayah yang terbuka. Di sisi-sisinya merupakan lokasi terbuka berupa sawah atau tanah tidak tergarap. Hal tersebut berbeda dari danau di Desa Ciakar yang di salah satu sisinya merupakan kebun bambu. Keterbukaan lokasi danau di Rancakalapa itu lebih mudah dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan perekonomian yang produktif. Apabila dimanfaatkan sebagai lokasi wisata, pengunjung lebih mudah mencapai lokasi. Apabila dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan air tawar jaring apung, transportasi benih, pakan dan produk hasil panen juga menjadi lebih terdukung.
Pemandangan Cukup Indah
Menurut TopiBambu, danau di Rancakalapa memiliki pemandangan yang cukup indah dan layak untuk dimanfaatkan menjadi lokasi wisata. Letak yang strategis dan lokasi yang terbuka pun mendukung untuk kegiatan tersebut. Akan tetapi, pemanfaatan dengan metoda kombinasi pun dapat juga dilakukan. Danau dapat dimanfaatkan sebagai arena wisata dan sekaligus untuk budidaya ikan air tawar jaring apung.
Mudah-mudahan penduduk Rancakalapa, Pemerintah Desa Rancakalapa, Pemerintah Kecamatan Panongan dan Pemerintah Kabupaten Tangerang tergerak untuk memanfaatkan keberadaan danau bekas galian tanah itu untuk kegiatan perekonomian yang produktif.
Foto-foto Danau Rancakalapa
Berikut Situas danau di Rancakalapa yang berhasil diabadikan oleh TopiBambu dari tepi danau yang tepat di pinggir Jalan Rancakalapa.
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Danau Rancakalapa
Menarik bukan? Apakah Anda tertarik untuk membuka rumah makan apung di danau itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar