Friday, April 29, 2011

Jangan Pragmatis Jika Ingin Sukses Berwirausaha

TopiBambu berbagi sebuah artikel kewirausahaan TopiBambu nilai sangat bermanfaat untuk dibaca siapa pun yang memiliki keinginan atau niat untuk menjadi wirausaha. Artikel ini berasal dari Kompas.com. Selamat membaca!
Jangan Pragmatis Jika Ingin Sukses Berwirausaha
jangan pragmatisKOMPAS.com – Semangat entrepreneurship perlu ditanamkan dalam diri anak muda sejak dini, baik melalui sistem pendidikan, maupun pola asuh di rumah. Anak muda perlu ditularkan cara berpikir yang tidak pragmatis. Orangtua juga perlu membiasakan anak-anak untuk berpikir out of the box. Salah satunya dengan tidak menggiring pola pikir anak, bahwa begitu lulus sekolah anak harus mencari kerja, menjadi karyawan, dan bekerja mengumpulkan uang atau aset lainnya. Perubahan mindset adalah mutlak, jika menginginkan kehidupan yang lebih sejahtera, bukan hanya untuk diri sendiri namun juga bagi banyak orang.
Tri Mumpuni Wiyatno (46), Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Subang, mengatakan dari total populasi orang Indonesia, 2,50 persennya adalah orang yang mampu namun pragmatis.
“Bekerja mengabdi pada kapitalis, memiliki rumah bagus, istri cantik, sah saja, tetapi pragmatis,” kata Mumpuni, dalam diskusi mengenai lingkungan dan kewirausahaan bersama sejumlah mahasiswa di @america (pusat informasi dan budaya Amerika Serikat) di Mal Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Mumpuni, banyak celah dan potensi bisnis berbasis masyarakat yang bisa digali oleh anak muda. Mumpuni menyatakan pengharapannya kepada generasi muda untuk membangun entrepeneurship sosial yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Baginya, tak mudah mengubah paradigma dan juga cara pandang generasi tua untuk menggali potensi entrepreneurship sosial ini. Di tangan anak muda, entrepreneurship sosial yang lebih mencari manfaat daripada profit bisa lebih berkembang. Inovasi bisnis sosial yang dijalankan Mumpuni dengan suaminya, Ir Iskandar Budisaroso Kuntoadji, menjadi contoh sukses.
Mumpuni dan suami serta tim Ibeka membangun fasilitas listrik tenaga air (mikrohidro) di Desa Cinta Mekar, Subang. Melalui bisnis berbasis masyarakat ini, Mumpuni tak hanya berhasil memberikan pasokan listrik desa secara mandiri. Namun, upayanya ini juga membuat desa dengan 445 kepala keluarga ini mampu meningkatkan kesejahteraannya.
“Setelah beroperasi satu tahun, desa punya tabungan senilai Rp 50 juta. Desa punya pendapatan karena membangun pembangkit listrik yang dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dari pendapatan ini, desa bisa meminjamkan modal usaha mulai Rp 500.000 hingga Rp 2 juta kepada masyarakat, memberikan biaya pendidikan dan kesehatan,” jelas ibu dua anak yang dinobatkan World Wildlife Fund for Nature (WWF) sebagai Climate Hero pada 2005 lalu, karena usahanya melistriki puluhan desa di seluruh Indonesia.
Entrepreneurship sosial memberikan manfaat yang jauh lebih besar. Selain itu juga mengajarkan, bahwa hidup lebih bermakna dan bermanfaat dengan berbagi. ”Paradigma bisnis harus diubah. Dari bisnis komersial yang memaksimalkan profit menjadi bisnis sosial yang memaksimalkan manfaat,” jelasnya.
Mengambil contoh dari bisnis sosial yang digelutinya sejak 18 tahun lalu, Mumpuni mengajak generasi muda untuk tidak menjadi bagian dari golongan yang berpikir pragmatis. Tidak juga menjadi bagian orang mampu, namun miskin moral yang jumlahnya mencapai 45 juta di seluruh Indonesia. Apalagi menjadi bagian dari golongan tidak mampu dan miskin yang jumlahnya 185 juta. Mumpuni mengajak generasi muda menggali berbagai potensi bisnis sosial, dan menjadi bagian dari kurang dari satu juta orang yang mampu, dan mau berbagi dengan orang lain.
“Banyak orang yang mampu namun miskin moral. Mereka egois, serakah, dan rakus. Mengejar rejeki adalah kesalahan. Yang betul adalah menata diri, berbuat baik, dan berbagi. Lalu yakin, bahwa Tuhan memberikan jaminan berupa rezeki,” jelasnya penuh semangat.

Pengrajin Kursi Bambu dari Ranca Kalapa – Panongan

Pada saat mencari penganyam loso (bahan setengah jadi pembuat topi pramuka), TopiBambu pernah berbincang-bincang dengan Pak Gonjing Saputra, seorang pengrajin kursi bambu dari Desa Ranca Kalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Selain kursi bambu dengan segala model, Pak Gonjing juga dapat membuat balai-balai bambu, saung dari bambu dan pekerjaan lain yang mempergunakan bambu sebagai bahan.

Berikut ini TopiBambu tampilkan beberapa contoh kursi bambu yang pernah diproduksi oleh Pak Gonjing.











Harga kursi bambu buatan Pak Gonjing bervariasi. Untuk satu set kursi bambu yang terdiri dari sebuah kursi panjang, dua buah kursi tunggal dan sebuah meja, harga mulai Rp350.000,-. Kebetulan pada saat TopiBambu berkunjung kemarin Pak Gonjing sedang mengerjakan pesanan set kursi bambu dan di bawah ini aksi Pak Gonjing saat sedang mengerjakan kursi bambu.


Untuk yang berminat memesan kursi bambu dapat langsung menghubungi Pak Gonjing di 021-28846291 melalui sms.

Thursday, April 28, 2011

Galery Foto Produk Topi Bambu

Berikut ini hasil Produk Topi Bambu setelah diberi masukan-masukan perbaikan dari TopiBambu. Topi bambu buatan pengrajin menjadi lebih baik dengan pemilihan bahan-bahan pendukung untuk produk akhir (finished product) topi bambu tersebut.
TB-P1

Topi Koboi

Topi Pandu

Topi Koboi X1

Topi Pantai X2

Topi PAndu X2

Gambar di atas merupakan Produk hasil Desain dan Bekerjasama dengan pengrajin TopiBambu, apabila ada pertanyaan dan pemesanan bisa menghubungi sekretariat TopiBambu atau email ke hasanudin.agus04@gmail.com

Tuesday, April 26, 2011

TopiBambu Kerjasama Dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Tangerang

TopiBambu akhirnya dapat berkunjung dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang di Jl. Daan Mogot No. 53 Tangerang TopiBambu langsung bertemu dengan  bagian Promosi yaitu Ibu Hj. Sri Wiganti. Pembicaraaan tentang potensi kerajinan khususnya dari Dis Perindag dengan hadirnya Komunitas TopiBambu ini sangat senang sekali karena masih ada kepedulian dari sebagian masyarakat yang memperhatikan kerajinan yang menjadi simbul Kabupaten Tangerang.

Dari hasil pertemuan ini mudah-mudahan TopiBambu dapat berperan serta dalam memajukan pengrajin anyaman Topi Bambu   dan dapat memasarkan serta melestarikan keunggulan TopiBambu tersebut. Kesempatan dari Disperindag yang diberikan kepada TopiBambu kedepan dapat  mengikuti Pameran dan Mengadakan Seminar Wirausaha. Atas pertisipasi dan bantuan kepada TopiBambu dalam Acara” Kegiatan Gathering Party Blogger Banten ” dalam bentuk Kaos dan Broshur, dengan mengucapkan terimakasih semoga kerjasama ini dapat berlanjut untuk kedepan dalam melestarikan kerajinan anyaman TopiBambu.
Demikian informasi yang dapat Topibambu berikan semoga dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang membutuhan informasi ini atau bisa berkunjung ke www.indagkopar-kabtangerang.0rg

Topibambu Dengan Dinas Koperasi Usaha kecil dan Menengah

Dinas Koperasi Usaha kecil dan Menegah  bertemu dengan Bapak Thabroni dengan Topi Bambu,  Pak Thabroni memberikan sambutan yang baik terhadap TopiBambu yang telah memberikan suasana baru khususnya Desain dan hasil Produk TopiBambu yang berbeda dengan masa lalu.

Dengan hadirnya Komunitas TopiBambu ini dari Dinas UKM bahkan langsung menawarkan untuk mengikuti Pameran yang akan dilaksanakan di Yogyakarta. Kehadiran Komunitas Topibambu ini ujar pak Thabroni akan memberikan manfaat bagi UKM khususnya yang ingin memasarkan produknya dengan media On Line secara gratis. Mudah mudahkan dalam waktu dekat ini akan diadakan kerjasama untuk Traning Pembuatan Website bagi Usaha Kecil dan Menengah di lingkungan Kab. Tangerang .

Tuesday, April 19, 2011

Penjual TopiBambu Menjadi Pengusaha

Kang Zaenudin biasa disebut mang uding ….orang Talagasari tidak kenal dengan sebutan Mang Zaenudin, namun lebih akrab di sebut Mang  uding. Kisah ini TopiBambu berbincang-bincang selama 1 jam  mulai wirausaha dari ternak ayam waktu tahun 1980 wah cukup langka mang uding ini berhasil selama 10 tahun dengan ternak  ayam potongnya, namun  kurang manjemanya dan membina anak buah  sehingga menjadi rugi akhirnya mencoba beralih menjadi usaha Roti……..

 Kisah Usaha Roti ini selama awal menjadi lancar namun tidak berapa lama usaha ini pun merugi. Kenapa merugi nah ternyata orang kepercayaan ini sudah tidak jujur lagi terhadap pekerjaan yang telah di amahkan. Mang Uding pun stress selam seminggu dan akhirnya untuk menhilangkan stress tersebut waktu itu tanpa pikir pikir langsung dari Cikupa Talaga Sari naik bis ke arah Jawa sambil berpikir mau usaha apa lagi nich.
Akhirnya tiba di daerah tegal dan seorang muslim karena kelelahan dan sholat Ashar di Musolah sebagai kewajiban umat musli, Sambil istirahat  kampung itu setelah terbangun dari tidurnya karena kelelahan ada sebuah tempat dan  banyaknya tumpukan topi sedang turun seperti Topi Pramuka “ TopiBambu  Pramuka”.
Nah akhirnya dari mana TpiBambu ini berasal sambil mendekati dan menayakan  Topi ini berasal  dari Solo……akhirnya alamat tersebut di datangi ke Solo……Tiba Di Solo Pun di daerah Pasar ternyata asal Topi Bambu Ini dari Tasikmalaya…..langsung melanjutkan perjalanan , Mang uding ini menuju Tasik daerah Jawa Barat. Tiba Di Daerah Tasik ternyata dari pedagang pasar  dan agen pun menerima kiriman dari Tangerang…….ternyata Topi Bambu ini Dari Tangerang Pasar Kemis……Dengan senang hati dan jauhnya perjalanan dari kisah Usaha ini  sampai saat ini masih menjadi andalan usaha.
Alhamdulilah berkat jualan Topi Bambu ini anaknya sampai kuliah ke Perguruan Tinggi. Mudah-mudahan kisah inspirasi ini dapat memberikan motivasi bahwa untuk pencari peluang usaha itu adalah perlu perjuangan seperti mang uding lakukan waktu itu dan saat ini penjualan TopiBambu hanya dilakukan dengan telpon dan transfer serta pengiriman sudah bekerjasama sehingga omzet sebulan kurang lebih 40-50 Juta .
Semoga para pembaca bisa mengambil hikmahnya.

Peluang Investasi Usaha TopiBambu

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Parawisata Kabupaten Tangerang dibawah Pimpinan Bapak Drs. H. Subarnas, M.Si yang saat ini menjabat yang telah memberikan informasi untuk investor atau pengusaha yang tertarik dengan usaha TopiBambu. TopiBambu telah menulis di sebelumnya tentang profil usaha TopiBambu yang sudah Sukses atau yang saat ini masih berjalan  yaitu Pak Endin biasa di sapaa oleh masyarakat di sekitar Pasar Kemis.
Pak Endin berusia 43 Tahun yang telah berhasil mengembangkan Usaha Kerajinan Topi Anyaman dari Bambu Khas Tangerang. Dimana Usaha ini telah dilakukan turun temurun dari kakeknya……

Berikut ini pembaca yang berminat dapat menghitung dan menganalisa peluang bisnis Topi Bambu ini
Biaya Investasi
Untuk membuka usaha anyaman Topi Bambu ini dengan kapasitas Produksi  4000 Topi /Bulan dengan kebutuhan sebagai berikut :
a. Sewa Tanah                                         Rp.    600.000,-
B. Bangunan Semi Permanen              Rp. 3.000.000,-
c. Peralatan                                              Rp.  2.500.000,-
Biaya Operasional
Utuk Produksi 4000 topi/bulan , pengambilan Bahan dan pengiriman Barang membutuhkan biaya  sekitar Rp. 1.000.000,- dengan  Rincian Sebagai Berikut :
1. Listrik , Air, Telp dan Transport                                            Rp.  350.000,-
2. Transport pengambilan bahan dari pengrajin                    Rp.   200.000,-
3. Pengiriman Barang sesuai tujuan                                         Rp.     450.000,-
Perkiraaan biaya operasional perbulan sebesar rp. 1.000.000,-
Biaya Produksi
Untuk  menghasilkan 4.000 topi/bulan dengan anyaman setengah jadi  serta di kerjakan oleh karyawan 4 orang dengan sistem borongan mencapai biaya dengan perkiraan sebagai berikut :
a. Beli anyaman Topi setengah jadi dari penganyam        (4.000 x1000)                               Rp.   4.000.000,-
b. Upah Karyawan  4 orang                                                                                                              Rp.      150.000,-
c. Biaya Konsumsi Karyawan                                                                                                          Rp.     150.000,-
d. Biaya Produksi Per Bulan                                                                                                            Rp.  4.300.000,-
Sehingga mendapatkan laba sebesar  harga jual Topi Pramuka sekitar Rp 2.500 x   4000 Pcs  = Rp. 10.000.000  - Rp. 4.300.000 = Rp. 5.700.000,-  setiap produksi mendapatkan laba perbulan kurang lebih Rp. 5.700.000,-
Demikian informasi ini kami sampaikan apabila berminat bisa mengirimkan email ke redaksi TopiBambu.Com
atau Telp ke 081905042927 atau email ke hasanudin.agus04@gmail.com
Sumber  Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Parawisata Kab. Tangerang dalam Buku ” Propil Industri Topi dari Bambu “  Jl. Daan Moggot No. 53 Tangerang

Komunitas Supporter Viper – Anti Kekerasan, Di Tengah Tradisi Kekerasan Antar-Supporter

Saat asyik berblog-walking ria, saya sempat masuk ke salah satu blog yang patut diacungi jempol.  Blog itu adalah www.viper-tangerang-barat.co.cc yang ternyata blog resmi milik sebuah komunitas yang mengkhususkan diri untuk mendukung klub sepakbola kebanggaan warga Kabupaten Tangerang, Persita.
Logo Supporter Viper
Ya, di tengah maraknya tawuran antar-supporter yang kerap terjadi, Viper ternyata anti kekerasan. Viper yang juga berdiri di bawah naungan sekaligus salah satu Korwil Laskar Benteng Viola (Komunitas Resmi Pendukung Persita, Red) ternyata memang memiliki cita-cita mulia untuk menyatukan perdamaian antar-supporter, khususnya di wilayah Tangerang. Komunitas yang di launching pada 30 mei 2010 ini ternyata sudah punya nama besar di seantero pendukung Persita. Itu terbukti ketika saya menanyakan kepada beberapa teman yang selalu datang ke stadion menyaksikan sepakbola. Mereka menjawab bahwa “Viper memang anti kekerasan, Viper nggak pernah tawuran“.
Selain memiliki ideologi perdamaian, para Anggota Viper ternyata terbilang amat kreatif. Bukan hanya mendukung di sudut stadion, tapi mereka pun telah membuat banyak karya kreatif seperti lagu dan karya foto dukungan untuk Persita. Tercatat, sudah 9 lagu yang mereka publikasikan di blog tersebut. Salut buat Viper.
Melihat amat positipnya tujuan mereka, terlebih sebagian anggota mereka adalah kaum muda, maka saya pikir sudah sepatutnya mereka mendapat dukungan moril bahkan materil dari Pemda setempat untuk mengembangkan sisi kreatifitas mereka yang nantinya akan berdampak langsung pada ketertiban supporter. Dan dari ketertiban itu, bisa dijadikan modal agar Persita menjadi klub yang profesional di masa mendatang.
Terakhir, Meski saya belum secara resmi mewawancarai satu pun anggota Viper dalam postingan ini, setidaknya postingan ini menjadi awal rujukan bagi postingan-postingan berikutnya dalam rangka mengkampanyekan perdamaian antar-suporter di bumi Tangerang yang tercinta ini. 5 Jempol deh buat Viper, dan teruslah berjuang menyebarkan virus-virus perdamaian kepada para suporter. Oh iya, saya sendiri tertarik menjadi anggota Viper meskipun saya amat jarang menonton langsung ke stadion kala Persita bermain. Kini bagaimana dengan anda, adakah komitmen untuk tidak berbuat rusuh di stadion?

Wednesday, April 6, 2011

TopiBambu Kerjasama Dengan Alat Charger Express Motor

TopiBambu sejak 2 Minggu lalu melakukan silaturahmi  dengan kawan lama, sambil ngobrol dan bincang bincang hasil silatuhrahmi membuahkan peluang wirausaha.
Berikut ini gambar Charger Ekpress Motor yang langsung di hubungkan ke Aki Motor dan selama 30 menit sudah penuh. Untuk Jack HP bisa pesan sesuai keinginan. Cara Kerja dan Pemasangannya . Langsung pasangkan penjepit warna Merah ke (+) dan Warna Hitam ke ( – ) pada Aki Motor
Charger HP Buat Di Motor

TopiBambu dengan Pak Yanto seorang wirausaha yang bergerak di bidang elektronik dan saat ini memiliki usaha untuk perbaikan alat charger HP. Singkat cerita TopiBambu diberikan peluang untuk bisa menjadi distributor atau reseller dimana dengan media website ini Pak Yanto mendukung sekali. akhirnya kerjasamapun di coba oleh TopiBambu. Nah bagi pembaca atau member yang ingin bekerjasama jadi distributor atau Agen bisa menghubungi sekretariat atau memalui email hasanudin.agus04@gmail.com.

Saturday, April 2, 2011

TopiBambu Kerjasama dengan Pembuat Dodol

Tak terasa akhirnya Topibambu bisa bekerjasama untuk produk Kue Dodol ……..Waktu hari minggu tepatnya  jam 15.00 tanggal 28 Maret Topi Bambu ke pembuat Dodol untuk pemesanan dan membuat peluang wirausaha TopiBambu dengan pembuat Dodol .
Dengan adanya wirausaha ini TopiBambu dengan Pembuat Dodol dapat   memberikan peluang usaha khususnya untuk Kue Dodol. Bagi  pembaca atau member yang mau pesan atau ada acara bisa hubungi ke email hasanudin.agus04@gmail.com.

Produk Kue Dodol TopiBambu