Selasa, 19 April 2011

Penjual TopiBambu Menjadi Pengusaha

Kang Zaenudin biasa disebut mang uding ….orang Talagasari tidak kenal dengan sebutan Mang Zaenudin, namun lebih akrab di sebut Mang  uding. Kisah ini TopiBambu berbincang-bincang selama 1 jam  mulai wirausaha dari ternak ayam waktu tahun 1980 wah cukup langka mang uding ini berhasil selama 10 tahun dengan ternak  ayam potongnya, namun  kurang manjemanya dan membina anak buah  sehingga menjadi rugi akhirnya mencoba beralih menjadi usaha Roti……..

 Kisah Usaha Roti ini selama awal menjadi lancar namun tidak berapa lama usaha ini pun merugi. Kenapa merugi nah ternyata orang kepercayaan ini sudah tidak jujur lagi terhadap pekerjaan yang telah di amahkan. Mang Uding pun stress selam seminggu dan akhirnya untuk menhilangkan stress tersebut waktu itu tanpa pikir pikir langsung dari Cikupa Talaga Sari naik bis ke arah Jawa sambil berpikir mau usaha apa lagi nich.
Akhirnya tiba di daerah tegal dan seorang muslim karena kelelahan dan sholat Ashar di Musolah sebagai kewajiban umat musli, Sambil istirahat  kampung itu setelah terbangun dari tidurnya karena kelelahan ada sebuah tempat dan  banyaknya tumpukan topi sedang turun seperti Topi Pramuka “ TopiBambu  Pramuka”.
Nah akhirnya dari mana TpiBambu ini berasal sambil mendekati dan menayakan  Topi ini berasal  dari Solo……akhirnya alamat tersebut di datangi ke Solo……Tiba Di Solo Pun di daerah Pasar ternyata asal Topi Bambu Ini dari Tasikmalaya…..langsung melanjutkan perjalanan , Mang uding ini menuju Tasik daerah Jawa Barat. Tiba Di Daerah Tasik ternyata dari pedagang pasar  dan agen pun menerima kiriman dari Tangerang…….ternyata Topi Bambu ini Dari Tangerang Pasar Kemis……Dengan senang hati dan jauhnya perjalanan dari kisah Usaha ini  sampai saat ini masih menjadi andalan usaha.
Alhamdulilah berkat jualan Topi Bambu ini anaknya sampai kuliah ke Perguruan Tinggi. Mudah-mudahan kisah inspirasi ini dapat memberikan motivasi bahwa untuk pencari peluang usaha itu adalah perlu perjuangan seperti mang uding lakukan waktu itu dan saat ini penjualan TopiBambu hanya dilakukan dengan telpon dan transfer serta pengiriman sudah bekerjasama sehingga omzet sebulan kurang lebih 40-50 Juta .
Semoga para pembaca bisa mengambil hikmahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar