Wednesday, June 29, 2011

Metamorfosis Topi Bambu

Perkembangan dan kemajuan  sebuah kota dapat dilihat dari perkembangan properti. Tiga kota terakhir yang terakhir disebut juga dikenal sebagai kota satelit bagi Jakarta. Keberadaan kota satelit akan mengurangi beban kepadatan di Jakarta. Kabupaten Tangerang yang letaknya bersebelahan dengan ibukota Negara, memiliki semua kriteria sebagai daerah yang layak menjadi pusat pertumbuhan industri. mempunyai sejumlah kawasan industri di lokasi yang strategis dan memiliki banyak sumber tenaga kerja, sehingga saat ini terkenal dengan Kota Industri yang dahulu pusat kerajinan.
Metamorfosis TopiBambu Generasi Pertama

Kerajinan Topi Bambu
Perkembangan Industri yang kini semakin maju akhirnya menjadikan kerajinan rakyat Kabupaten Tangerang ini mengalami kemunduran karena harus bersaing dengan pasar yang semakin ketat. Pengrajin Topi Bambu semakin berkurang karena generasi muda tidak lagi berminat untuk menggarap sektor tersebut. Hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan semakin mundurnya kerajinan dan industri tradisional Kabupaten Tangerang. Berangkat dari situlah harus dilakukan upaya-upaya untuk melestarikan hasil kerajinan dan industri tradisional Kabupaten Tangerang.
Melestarikan  Kerajinan Kab. Tangerang
Cukup banyak kerajinan dari Kab. Tangerang seperi dibawah binaan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah  khususnya Kerajinan dari Bambu. Untuk membangkitkan kembali potensi tradisional dan keunikan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang  ada komunitas yang masih peduli akan potensi dan kerajinan yang ada di Kab. Tangerang dengan dibentuknya komunitas daring (online) bagi warga Kabupaten Tangerang dengan domain www.TopiBambu.com.com
Metamorfosis Generasi Saat ini
Kerajinan dan anyaman Topi Bambu saat ini mulai terlupakan,  dengan adanya komunitas ini sudah mulai mencoba untuk memperkenalkan kembali TopiBmbu yang terlupakan ini dengan kegiatan yang sudah dilakukan seperti dalan Acara Pesta Blogger Banten, Promosi d Galery Gedung UKM Smesco, Festival Cisadane Kota Tangerang, Pameran Terpadu Tepat Guna Kab. Tangerang, Bazar di Seminar Parenting di BPPT dan Pelatihan Topi Bambu dengan Kampoeng Bank BNI dan lain lain.
Kondisi Saat Ini
Kerajinan TopiBambu yang banyak di pasaran  dan banyak dikenal adalah Topi Bambu untuk Pramuka, Dimana Topi Pramuka  masih terus di jual dari Tangerang ke seluruh nusantara ini seperti daerah Aceh, Pelembang, Lampung Jawa, Kalimantan  sampai Papua.
Potensi mulai dari penganyam hingga pengrajin ( Finishing) sangat potensial untuk membuka lapangan pekerjaan khususnya pengrajin TopiBambu sehingga dapat meningkatkan taraf hidup penganyam dan pengrajin. Produk anyaman dari TopiBambu ini masih dapat memiliki kekhasan dan keunikan seperti Topi Wisata ( Topi Coboy, Topi Country, Topi Pantai dan Laken), Topi Petani dan lain-lain.
Tidak Melupakan Sejarah
Ya, Topi Bambu Tangerang pada zaman Hindia Belanda merupakan produk unggulan Tangerang yang sudah diekspor ke Amerika dan Eropa (terutama Perancis) melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Topi bambu produksi Tangerang merajai pasaran karena kualitasnya yang sangat baik. Pada saat itu, topi bambu dianyam oleh penduduk asli dan diperdagangkan oleh orang-orang Tionghoa. Ekspor ke luar negeri sendiri dilakukan oleh pedagang Eropa.
Kejayaan topi Tangerang baru berakhir sekitar tahun 1930 dan hingga kini tak mampu bangkit kembali. Kemunduran tersebut diawali  dengan merosotnya ekspor akibat adanya perubahan mode yang diminati pasar dunia dan saingan mode topi dari pengrajin di Amerika Selatan. Selain itu karena adanya krisis ekonomi tahun 1930 dimana menghantam ekspor-impor dunia.
Lambang daerah Kabupaten Tangerang ditetapkan dengan peraturan daerah No. 19 tahun 1984 tanggal 25 oktober 1984, yang kemudian disempurnakan dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 1987 tanggal 21 Mei 1987. yang terdapat pada bagian tengah gambar Topi Bambu melambangkan  “Topi Bambu melambangkan hasil kerajinan dan industri dari Kabupaten Tangerang.”

Semoga dengan adanya Tugu Selamat Datang di Pemda Kab. Tangerang serta Simbol  Kab. Tangerang dengan TopiBambunya, Perkembangan metamorfosis TopiBambu ini  semoga mendapat perhatian serius dari Pemerintah sehingga masyarakat tetap setia dan tetap melestarikan  kerajinan TopiBambu sehingga tidak punah di era globalisasi ini..

Saturday, June 25, 2011

Data dan Alamat Usaha Kecil dan Menegah Kab. Tangerang

TopiBambu telah berkunjung dan bersilatuhrahmi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Kab. Tangerang bertemu dengan Bpk. Thabrani sekaligus bertukar informasi dan pendapat tentang UKM di Kab. Tangerang. Potensi UMKM Kab. Tangerang adalah harapan semua masyarakat karena sangat berperan dan membantu usaha di lingkungan masyarakat menciptakan peluang usaha ujar Pak Thabrani. Selain itu perekonomian dipedesaan dapat berjalan dengan baik dengan adanya UMKM serta mendapatkan pembinaan dengan pemerintahann setempat.
Setelah ngobrol lama akhirnya untuk melengkapi data UMKM TopiBambu diberikan” Booklet “ Produk UMKM Kabupaten Tangerang. Berikut ini TopiBambu memberikan Informasi selain dari hardcopy dapat ditampilan di Website ini sebagai berikut:
Apabila ingin lebih jelas dapat menghubungi kami

Saturday, June 18, 2011

Tangerang Festival 2011

TopiBambu sejak tanggal 17 dan 18 dan akhirnya dapat mampir melihat dan mengunjungi stand, sebelumnya  selalu melihat dan melewati spaduk Tangerang Festival 2001 yang diadakan di Citra Raya Kab. Tangerang. TopiBambu sangat setuju sekali pihak Pemerintah Daerah khusunya Kab. Tangerang peduli kepada warganya yang belum memiliki Pekerjaan yang layak, dimana saat ini selalu ada rumor kalau mau masuk kerja harus ada uang Tips. nah dengan melalui acara Tangerang Festival ini sebagai Mediator untuk masyarakat dengan mudah melamar pekerjaan yang diinginkan.
http://i1089.photobucket.com/albums/i360/kangagush/Festival%202011/tgr04.jpg
Bursa Kerja Terpadu Kab. tangerang
Stand Festival 001

Jangan Takut Untuk Memulai Usaha

Semoga tulisan ini dapat membantu sebagai pencerahan.Banyak orang yang ragu-ragu ketika akan memulai membuka usaha (berwirausaha). Biasanya yang membuat ragu-ragu adalah karena bingung dengan apa yang harus disiapkan, dan khawatir dengan tantangan yang akan dihadapi.
Memuali Usaha
Kita yang menentukan, kapan akan mulai berwirausaha, bisnis apa yang dipilih, bagaimana modalnya dan bagaimana cara memulainya. Untuk itu sebelum mulai berwirausaha, buatlah persiapan dan perencanaan dengan matang dan sebaik-baiknya.
Persiapan itu antara lain:
- Tentukan jenis usaha yang akan dilakukan
- Kapan akan memulai
- Bagaimana modalnya
- Siapkan juga rencana cadangan
Tahun 2011 sendiri dicanangkan sebagai Tahun Wira Usaha. Ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk berwirausaha masing sangat terbuka.
Jangan gentar dengan isu-isu seperti isu ketatnya persaingan, suku bunga, harga BBM, kenaikan harga bahan baku dan sebagainya. Meskipun tantangan akan tetap ada, jadikanlah tantangan itu sebagai peluang.
Ada beberapa hal yang perlu dipehatikan bagi anda yang baru akan memulai usaha.
- Cari tahu tentang permintaan barang atau jasa (yang akan digeluti)
- Pelajari kondisi suplay dan demandnya
- Buat perbedaan dengan produk sejenis/jenis usaha yang sudah ada
- Pelajari aspek hukum dalam berbisnis, agar tidak dirugikan dikemudian hari terutama dalam hal kerjasama dengan pihak lain.
- Jika bisnis melibatkan/bekerja sama dengan pihak lain, buatlah perjanjian hitam diatas putih secara jelas.
Sumber dari http://radiosmartfm.com/smart-enterpreneur/1830-smart-enterpreneur-jangan-takut-untuk-memulai-usaha.html

Friday, June 17, 2011

Lampu Merah Yang Tak Jua Menyala

Ada satu pemandangan yang menurut hemat penulis, aneh dan ironis, di tengah-tengah daerah yang terbiasa disebut sebagai salah satu kota penyangga Ibu kota, yach di sebuah persimpangan jalan yang sudah ribuan kali aku lewati, teronggok lampu merah dengan menampakan wajah sedih dan lusuhnya, ini menandakan usianya yang tak lagi muda, sebagian kulit pembalut tulangnya sudah banyak yang terkelupas, terdorong rasa penasaran penulis pun menyempatkan turun dari motor, berhenti meraba dan mendekatinya, ketika penulis dekati seakan-akan sang lampu merah memberikan isyarat kegirangan menyambut kedatangan penulis, seolah ingin mengungkapkan sebuah letupan perasaan kecewa yang selama ini ia pendam, ia pun bergumam lirih,
” Duhai kisanak sungguh aku merasa bahagia, setiap hari manusia berlalu lalang, meninggalkan debu-debu yang bertebaran ia hinggap dan mengotoriku tanpa kuasa aku hindari, suara-suara knalpot kendaraan yang memekakan, pemandangan memilukan dari pengguna jalan yang dengan pongah melanggar disiplin berlalulintas, sedih rasanya secuilpun mereka tak menghiraukan kehadiranku, sedangkan engkau sudi datang dan merabaku” mendengar keluhannya penulis pun mecoba ingin tahu lebih dalam dan balik bertanya ” lalu apa yang membuat kamu sedih lamer ( sapaan akrab lampu merah red ) toh apapun yang terjadi berkaitan dengan situasi semrawut lalulintas disini semua itu bukan salahmu?”
” Hm..m jangan salah duga kisanak. aku sedih bukan karena badanku dekil atau telingaku hampir pecah mendengar deruan mesin kendaraan, itu sudah aku terima dengan ikhlas karena  bagian dari konsekwensi saya mau setia berdiri di pinggir jalan ini”
Sebelum melanjutkan kata-katanya, sejenak ia tertegun, tertunduk murung dengan suara terbata ia coba mengungkapkan alasan kesedihannya, ” Kisanak yang menjadi sumber kesedihanku adalah jika teringat tempoe doeloe ketika pihak berwenang menanamku disini bagaimana wajah mereka dengan sumringah dan mengantongi harapan besar, he.hh lamer dengan ditanamnya engkau disini kami yakin situasi lalulintas disini kedepannya akan jauh lebih tertib dan rapih, lamer pun melanjutkan keluhannya ” tapi apa nyana harapan itu terbang dan entah kapan kembali”, suara gemerutuk giginya terdengar tanda si lamer mulai geram, ” Aku heran pada manusia bukankah aku hadir sebagai salah satu tanda adanya kemajuan sistem lalulintas, bukankah tekhnologi hadir untuk membuat semuanya lebih mudah dan praktis buat kalian, lebih miris lagi jika kamu melihat temanku yang berada berlawanan arah denganku, tiga matanya sudah rontok, tersisa kerangka dan tiangnya saja.
Aku yang mendengar kekesalannya yang semakin memuncak mencoba menenangkan, ” tenang Mer sabar napa kemarahnmu jangan kau tumpahkan padaku, sabar lah siapa tahu nanti ada pihak yang berwenang mendengar obrolan kita, lalu dia bertindak dan memperbaikimu, yach setidaknya ada kejelasan statusmu akan dibiarkan tetap seperti ini ataukah dibenahi itu semua tergantung dari mereka-mereka semua yang punya otoritas”
” Waduh sorry kawan, habis saking emosinya sich and mumpung ada yang buat curhat jadi kebablasan dech, habisnya coba kalau tiga mataku kembali di fungsikan, sekali kedip saja pasti mampu membuat para pengguna kendaraan jadi lebih tertib, Pak polisi juga jadi nggak terlalu sibuk, sampai harus berdiri terus di tengah jalan buat ngatur lalulintas, pasrahkan saja sebagian tugas mereka padaku, dengan senang hati aku pasti mau melaksanakannya, kebahagiaan terbesarku adalah tatkala aku bisa berperan dan berfungsi dengan baik sesuai qodratku sebagai sarana penunjang ketertiban lalulintas”
” Nach gitu dong Mer, optimis aja lach seiring waktu kau pasti kembali bisa menyala, masa sich pengelola kota akan membiarkanmu terus berpenampilan seperti barang tak berguna, mubazirlah kamu bisa nongkrong disini , dulu pakai anggaran nggak kecil loch sembarangan aja, duitnya salah satunya termasuk dari saya juga, lewat pajak penghasilan, bayar retribusi lampu jalan kalau pas bayar listrik, dan pajak-pajak lainnya”, ech ngomong-ngomong kamu sudah berapa lama nggak berfungsi?, seingat saya ada barangkali sepuluh tahun atau bahkan lebih kamu di telantarkan, soalnya dulu tahun 1994-1995 saya sudah tinggal disekitar sini nggak lama beranjak dari tahun – tahun itu, mungkin sekitar tahun 1999 saya sempat bangga melihat kamu dengan gagah menyala”.
“Lamer pun menjawab ach pokoknya sudah lama, ibarat manusia usia non aktif saya sudah bukan BALITA lagi, sampai lupa aku ini masih berfungsi atau sengaja tidak difungsikan?”
” Kasihan kau Mer, ya sudah kita akhiri obrolan kita dulu, hari sudah mulai gelap, aku pulang dulu, dari tadi mamah sms melulu katanya ” pah …masih lama nggak pulangnya, sudah makan malam belum? ditunggu nich”, hm.mm benar-benar istri setia, dadah…me..r..r, wkwkwkwk..wk…emang enak dicuekin”
( Lampu merah itu berada di pertigaan Bitung-Tangerang )

Monday, June 6, 2011

TopiBambu Sowan Dengan Komunitas Onthel di Festival Cisadane

Tangerang, 5 Juni 2011. TopiBambu sebelum berangkat untuk melihat kegiatan Festival Cisadane TopiBambu sowan dengan Komunitas Onthel Citra Raya (agus yang memakai TopiBambu) Tidak lama Kumpul bersama Komunitas Onthel Citra Raya karena sebagian telah berangkat ke Festival Cisadane.
Festival Cisadane

Komunitas Onthel Citra Raya
Komunitas Onthel Citra Raya
Tiba di Festival Cisadane TopiBambu bertemu dengan Komunitas KODAM ” Komunitas Onthel Daan Mogoot”  dimana anggotanya saat ini mencapai 100 ujar Pak H Fadlan Ketua KODAM
KODAM


Gerai TopiBambu di Komunitas KODAM


Saturday, June 4, 2011

Toko TopiBambu

Hasil pertemuan dengan tim TopiBambu pada Hari Rabu malam Tanggal 4 Juni 2011 jam 20.00 yaitu Kang Kombor, Kang Andi dan Kang agush serta Kang Rosid hadir di sekretariat Topi Bambu tepatnya Citra Raya Graha Sevilla, dalam pertemuan yang mendadak ini akhirnya secara resmi pembukaan Toko TopiBambu yang lokasinya di Jl. Padat Karya Sukamulya Cikupa Tangerang yang ingin berusaha mengimplementasikan  semangat Wirausaha.
Toko Topi Bambu Tampak Depan
Semangat Wirausaha ini dengan Modal Bersama member TopiBambu akhirnya dapat terwujud membuka Toko TopiBambu dengan isi masih sedikit diantaranya Topi Bambu Koboy, Topi Pantai dan Topi Pandu, Alat Penghemat Listrik (Dragon Power) dan Lampu Hemat Energi ( Garansi 1 Tahun)
Etalase Topi BAmbu

Thursday, June 2, 2011

Peluang Usaha

Peluang Kerjasama Mitra
TopiBambu yang memiliki Misi dan Program Kerja yang dapat dipraktekan langsung baik member ataupun pembaca. Program kerja  komunitas  TopiBambu ini dapat melakukan kerjasama dengan komunitas-komunitas lain yang berada di dalam wilayah kabupaten Tangerang maupun luar daerah. Dengan program ini secara bertahap TopiBambu menjalin kerjasama dengan produsen Alat Penghemat Listrik . TopiBambu bekerjasama dengan kangagush dalam hal Peluang Usaha Penjualan atau Menjadi Mitra Usaha.
TopiBambu melihat dan memperhatikan  sekitar lingkungan dan masyarakat saat ini banyak sekali biaya yang setiap bulan harus dikeluarkan baik biaya rutin rumah tangga, anak sekolah dan kebutuhan sekunder lainnya. Namun TopiBambu memberikan penawaran kerjasama untuk menghemat pengeluaran biaya minimal hemat 10 -35 % biaya yang dikeluarkan setiap bulannya yaitu dengan menggunakan Alat Penghemat Listrik Multifungsi ini yang telah di uji No BTP-025-PC-TP-006-10/B ( Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian – LIPI.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di www.kangagush.blogspot.com semoga bermanfaat