Senin, 08 Agustus 2011

Rekor MURI, Tanda Jasa Bagi Sang Pahlawan Dari Kabupaten Tangerang

Genap 17 Agustus nanti, Indonesia berusia 66 Tahun dalam kemerdekaannya. Sebagian cita-cita para pejuang memang telah tercapai. Pun sebagian lagi, yang masih belum tercapai bahkan mungkin terlupakan. Dan salah satu cita-cita para bapak Bangsa adalah mahsyurnya bumi pertiwi di mata dunia, yang tak lepas juga dari kreativitas insan dalam membangun Nusantara dengan segala kerajinan yang semakin hari sepertinya semakin hilang terlupakan.
Lain halnya dengan para pengrajin anyaman Topi Bambu, sekelompok orang yang sudah bisa disejajarkan sebagai pahlawan dari Kabupaten Tangerang. Duka akibat buruknya penghargaan atas apa yang mereka lakukan selama ini, kini sedikit terobati. Benar, akhirnya sebuah penghargaan yang sangat istimewa bahkan mungkin sakral dapat mereka banggakan. Tanda Jasa itu bernama Piagam Penghargaan ‘Topi Bambu Terbesar yang pernah dibuat‘ dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang berhasil di bawa pulang ke Kabupaten Tangerang.
Pak Rahman (Pengrajin Topi Bambu) dan Kang Agus (Aktivis Topi Bambu) Mengangkat Piagam MURI
Tanda Jasa itu memang di dedikasikan dalam rangka mengembalikan kemahsyuran Topi Bambu yang konon sangat di gemari di Eropa dan Asia Timur pada dekade 30-an. Dan di balik kemenangan itu ada sejumlah elemen yang ikut andil di dalamnya selain para Pengrajin dan kawan-kawan di Komunitas Topi Bambu yang sekali lagi menjadi sosok utama.
Elemen pertama yang sangat mendukung kerajinan Topi Bambu harus hidup dan jaya kembali adalah Bank BNI46 SKC Tangerang yang di wakili oleh Bapak Deniawan Susanto Djaman. Bank BNI 46 UKC Gading Serpong yang diwakili oleh Bapak Budi Darmawan. Dan Bapak Putu Kresna selaku Pemimpin Div. Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan Bank BNI 46. Bank BNI 46 sendiri sebagai salah satu bank Nasional memang sudah sangat akrab menjadi mitra bisnis para pengrajin dalam mengembangkan kreativitasnya. Sebut saja seperti Pak Rochim dan Pak Endin, mitra bisnis Bank BNI 46 yang sudah tak asing lagi di lingkungan masyarakat pengrajin Topi Bambu.
Bapak Jaya Suprana Menyerahkan Piagam Kepada Ibu Triesna Jero Wacik
Ibu Triesna Menyerahkan Piagam Kepada Komunitas Topi Bambu
Foto Bersama Ibu Triesna Jero Wacik dan Segenap Jajaran Dari BNI 46
Selain dari Organisasi Bisnis seperti Bank BNI 46. Keberhasilan ini pun tak lepas dari dukungan pemerintah yang di wakili oleh Ibu Triesna Jero Wacik dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata yang sudah bersedia mendaftarkan Topi Bambu Raksasa kepada MURI. Bapak Dadat dari Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Tangerang. Dan Bapak Tb. Azis Keben selaku ketua Forum Relawan Telematika Banten yang dinaungi langsung oleh Dishubkominfo Banten.
Foto Bersama Topi Bambu Raksasa DenganSegenap Jajaran Pemerintahan
Tapi yang pasti, penghargaan ini bukanlah untuk siapa-siapa. Penghargaan ini jelas untuk insan di Indonesia. Dan untuk Indonesia atas kekayaan yang di berikan Sang Khalik di Bumi Pertiwi. Penghargaan ini untuk warga Kabupaten Tangerang khususnya, dan para pengrajin di Nusantara yang sebagian masih belum lepas dari jeratan kemiskinan karena rendahnya penghargaan dan perhatian kita terhadap karya mereka.
Piagam Kebanggaan
Kawan-kawan Komunitas Topi Bambu Berfoto Bersama Piagam Kebanggan
Terakhir, ini hanyalah awal atas di mulainya gerakan Komunitas Topi Bambu yang di dirikan oleh Kang Agus Hasanudin bersama Kang Kombor (M. Arif Widarto) dalam kampanye kepedulian terhadap kerajinan di Kabupaten Tangerang khususnya kerajinan anyaman Topi Bambu yang mudah-mudahan bisa ditularkan ke daerah-daerah lain dalam rangka mengembalikan kejayaan bagi karya yang terlupakan.
Mari bergabung di Komunitas Topi Bambu…! Dan saatnya peduli Karya Anak Negri…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar