Kamis, 05 Januari 2012

Metamorfosis Topi Bambu

Perkembangan dan kemajuan  sebuah kota dapat dilihat dari perkembangan properti. Tiga kota terakhir yang terakhir disebut juga dikenal sebagai kota satelit bagi Jakarta. Keberadaan kota satelit akan mengurangi beban kepadatan di Jakarta. Kabupaten Tangerang yang letaknya bersebelahan dengan ibukota Negara, memiliki semua kriteria sebagai daerah yang layak menjadi pusat pertumbuhan industri. mempunyai sejumlah kawasan industri di lokasi yang strategis dan memiliki banyak sumber tenaga kerja, sehingga saat ini terkenal dengan Kota Industri yang dahulu pusat kerajinan.

Kerajinan Topi Bambu

Perkembangan Industri yang kini semakin maju akhirnya menjadikan kerajinan rakyat Kabupaten Tangerang ini mengalami kemunduran karena harus bersaing dengan pasar yang semakin ketat. Pengrajin Topi Bambu semakin berkurang karena generasi muda tidak lagi berminat untuk menggarap sektor tersebut. Hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan semakin mundurnya kerajinan dan industri tradisional Kabupaten Tangerang. Berangkat dari situlah harus dilakukan upaya-upaya untuk melestarikan hasil kerajinan dan industri tradisional Kabupaten Tangerang.


Melestarikan  Kerajinan Kab. Tangerang

Cukup banyak kerajinan dari Kab. Tangerang seperi dibawah binaan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah  khususnya Kerajinan dari Bambu. Untuk membangkitkan kembali potensi tradisional dan keunikan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang  ada komunitas yang masih peduli akan potensi dan kerajinan yang ada di Kab. Tangerang dengan dibentuknya komunitas daring (online) bagi warga Kabupaten Tangerang dengan domain www.TopiBambu.com.com

Kerajinan dan anyaman Topi Bambu saat ini mulai terlupakan,  dengan adanya komunitas ini sudah mulai mencoba untuk memperkenalkan kembali TopiBmbu yang terlupakan ini dengan kegiatan yang sudah dilakukan seperti dalan Acara Pesta Blogger Banten, Promosi d Galery Gedung UKM Smesco, Festival Cisadane Kota Tangerang, Pameran Terpadu Tepat Guna Kab. Tangerang, Bazar di Seminar Parenting di BPPT dan Pelatihan Topi Bambu dengan Kampoeng Bank BNI dan lain lain.

Kondisi Saat Ini

Kerajinan TopiBambu yang banyak di pasaran  dan banyak dikenal adalah Topi Bambu untuk Pramuka, Dimana Topi Pramuka  masih terus di jual dari Tangerang ke seluruh nusantara ini seperti daerah Aceh, Pelembang, Lampung Jawa, Kalimantan  sampai Papua.
Potensi mulai dari penganyam hingga pengrajin ( Finishing) sangat potensial untuk membuka lapangan pekerjaan khususnya pengrajin TopiBambu sehingga dapat meningkatkan taraf hidup penganyam dan pengrajin. Produk anyaman dari TopiBambu ini masih dapat memiliki kekhasan dan keunikan seperti Topi Wisata ( Topi Coboy, Topi Country, Topi Pantai dan Laken), Topi Petani dan lain-lain.

Sentra Anyaman Topi Bambu





No
Kecamatan
Desa
Tenaga Kerja

1
Cikupa
Kutruk
46



Korelet
85

2
Cisoka
Cempaka
315



Cisoka
207



Pasanggrahan
182



Caringin
42



Cerenang
23

3
Tigaraksa
Rancabuaya
382



Tipar
279



Jambe
102

4
Balaraja
Bunar
364



Buniayu
26



Dangdeur
218



Merak
174

5
Panongan
Panongan
120



Serdang kulon
115

6
Legok
Serdang Wetan
23



 Total Penganyam
2703






*Sumber Dinas Industri dan Perdagangan

( Buku Propil Industri Topi Dari Bambu)









Tidak Melupakan Sejarah
Ya, Topi Bambu Tangerang pada zaman Hindia Belanda merupakan produk unggulan Tangerang yang sudah diekspor ke Amerika dan Eropa (terutama Perancis) melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Topi bambu produksi Tangerang merajai pasaran karena kualitasnya yang sangat baik. Pada saat itu, topi bambu dianyam oleh penduduk asli dan diperdagangkan oleh orang-orang Tionghoa. Ekspor ke luar negeri sendiri dilakukan oleh pedagang Eropa.
Kejayaan topi Tangerang baru berakhir sekitar tahun 1930 dan hingga kini tak mampu bangkit kembali. Kemunduran tersebut diawali  dengan merosotnya ekspor akibat adanya perubahan mode yang diminati pasar dunia dan saingan mode topi dari pengrajin di Amerika Selatan. Selain itu karena adanya krisis ekonomi tahun 1930 dimana menghantam ekspor-impor dunia.
Lambang daerah Kabupaten Tangerang ditetapkan dengan peraturan daerah No. 19 tahun 1984 tanggal 25 oktober 1984, yang kemudian disempurnakan dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 1987 tanggal 21 Mei 1987. yang terdapat pada bagian tengah gambar Topi Bambu melambangkan  “Topi Bambu melambangkan hasil kerajinan dan industri dari Kabupaten Tangerang.”

Semoga dengan adanya Tugu Selamat Datang di Pemda Kab. Tangerang serta Simbol  Kab. Tangerang dengan TopiBambunya, Perkembangan metamorfosis TopiBambu ini  semoga mendapat perhatian serius dari Pemerintah sehingga masyarakat tetap setia dan tetap melestarikan  kerajinan TopiBambu sehingga tidak punah di era globalisasi ini..
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar