Sunday, September 30, 2012

Topi Bambu Bersama Smartfren WARNET Sekolahan


Topibambu bersama Management Smartfren

Jakarta, 27 September 2012  topibambu mendapatkan  undangan dari bapak Denny Raharto
sebagai BRAIN@Smartfren Yang saat ini masih proses survei di 30 sekolahan  Kab. Tangerang untuk  program  internet masuk desa.

Program ini di harapkan dapat memberikan manfaat langsung ke masyarakat pendidikan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan, bahkan program ini baik kalangan pendidikan, petani dan ukm selalu di proritaskan seperti memasarkan produk  UKM  dengan adanya program  CSR

Smartfren terus berupaya menghadirkan nilai tambah dan berkontribusi untuk masyarakat,
salah satunya lewat pembangunan fasilitas Warnet Sekolah ini. Kami bekerja sama dengan pihak sekolah supaya murid-murid yang notabene dari kalangan menengah ke bawah dapat belajar dengan lebih maksimal berkat layanan internet berikut unit pendukung yang kami berikan. Demikian menurut Henky S. Chahyadi, Vice President Program Smartfren Untuk Indonesia wawancara langsung dengan topibambu.

Wednesday, September 19, 2012

Perjuangan Zaman Dulu Kerajinan TopiBambu Tangerang

Topi bambu Tangerang dari dahulu sampai saat ini tidak akan
terlupakan , topibambu berhasil menemukan pelaku sejarah saat ini
sudah berumur 81 tahun tinggal di kawasan psr anyar tangerang bernama.
Ba sin on keturunan china asli tangerang . Beliu sejak umur 10 tahun
sudah belajar produksi topibambu bersama kakeknya. Wa kin eng . Hasil
produksi topibambu tersebut waktu itu di kirim ke. Amerika dan eropa,
dan untuk di lokal di kirim ke makassar, sumatera dan kalimantan.
Pelaku topibambu Wi kim un waktu itu masih sekitar 1945 trus
produksi namun saat ini dari keturuan tionghoa tersebut sdh tidak ada
lagi yang meneruskan lebih banyak berdagang.
Bah  Sin On Generasi  TopiBambu Tangerang  

Tokoh atau saudagar kaya keturuan tionghoa bernama. La bu tiaw tetap
kerjasama dengan masyarakat psr kemis tangerang untuk produksi waktu
itu sampai saat ini terus di lakukan karena merupakan sumber
masyarakat kab. Tangerang penghasilan sampingan setelah berkebun atau
bertani dan masih terdapat di 20 desa di sekitar kab. Tangerang yang
masih aktif produksi di rumah (home industerii). ,

Keberadaan Komunitas Topibambu saat ini dapat membantu untuk
meningkatkan nilai jual topibambu dan melakukan pemasaran via on line
(toko online) dan saat ini komunitas topibambu menciptakan aneka macam
type topi seperti topi roket, topi nipon, topi kompeni, topi sambrero,
dan terakhir topi raksasa mendpatkan rekor dunia ( Topibambu terlebar
dengan diameter 2 meter) pada tanggal 7 agustus 2011 dari MURI.