Selasa, 04 Agustus 2015

TOPIBAMBU HADIR DI TEMU KREATIF NASIONAL BERSAMA PRESIDEN RI

Dunia kreatif saat ini menjadi ujung tombak Perekonomian Nasional , tepatnya 4 Agustus 2015 merupakan Temu antar Komunitas untuk berdiskusi bersama Badan Kreatif Nasional yang baru di bentuk belum Lama ini.Pemerintah sangat berkomitmen untuk memberikan anggaran. Dengan dukungan ini, industri kreatif diharapkan dapat take-off dengan baik dan semua mendapat manfaat," kata Presiden, Selasa (4/8), pada acara Temu Kreatif Nasional 2015 di Hall 2 Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang berada di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten.
Kangagush  (topibambu) Temu Kreatif Nasional Bersama PRESIDEN  RI

Berikut rangkuman Arahan Pak Presiden Republik Indonesia  untuk Komunitas Kreatif agar bisa lebih maju
SIARAN PERS
Ekonomi Kreatif  adalah Pilar Perekonomian Masa Depan
Kita perlu melakukan lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan  sumberdaya alam dan pertanian, industri, teknologi informasi menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif.
Kreativitas akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi, dan pada saat yang bersamaan ramah lingkungan serta menguatkan citra dan  identitas budaya bangsa.
Demikian pokok sambutan Presiden Joko Widodo ketika membuka acara Temu Kreatif Nasional, Selasa (4/8) di Tangerang Selatan, Banten.


Menurut Presiden, kontribusi  ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun.
Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekitar 5,76 %. Artinya berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan.
Dalam dialog dengan pelaku industri kreatif, Presiden menyatakan keyakinannya tentang potensi besar industri kreatif. "Saya akan membuat keputusan politik agar di masa yang akan datang ekonomi kreatif bisa menjadi pilar perekonomian kita," kata Presiden.
Keyakinan akan masa depan sektor ekonomi kreatif inilah yang mendorong Presiden membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang diharapkan berfungsi menjadi akselator pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Presiden bahkan berjanji untuk memberi dukungan penuh dalam masalah anggaran kepada Bekraf.
"Saya berharap Badan Ekonomi Kreatif untuk  segera bekerja dan bekerja, serta berlari cepat untuk memfasilitasi percepatan pembangunan di sektor ekonomi kreatif," lanjut Presiden.
Namun harus disadari, upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif memerlukan kebersamaan, memerlukan sinergi dari semua pihak pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya melalui temu kreatif  nasional yang melibatkan para pelaku industri dan ekonomi kreatif  untuk curah pikiran, curah gagasan, berbagi pengalaman, unjuk kerja, unjuk kreativitas untuk kemajuan sektor ini.
Industri kreatif juga butuh sinergi dan kerjasama antara  para inventor dengan para investor.
Sinergi ini akan mendorong karya-karya kreatif   mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.
Menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan, kita perlu memperkuat kemampuan industri kreatif untuk bersaing dengan produk-produk  ekonomi kreatif impor. Keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik ke belakang, dengan pemasok maupun keterkaitan ke depan yang menyerap subsektor ekonomi kreatif perlu diperkuat.
Presiden menyadari, berbagai inovasi dan kreativitas yang dihasilkan para pelaku industri kreatif tentu memerlukan wadah untuk mengekpresi karyanya.
Salah satunya adalah tempat pameran yang representatif yang memberi ruang dan kesempatan bagi para pelaku industri kreatif seperti Indonesia Convention Exhibition di BSD City yang  memiliki fasilitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibition (MICE).
Fasilitas MICE ini bisa menjadi media untuk mempromosikan berbagai jenis produk ekonomi kreatif Indonesia, sehingga mampu mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif lainnya yang dapat mendukung ekonomi regional dan nasional.
Penyelenggaraan berbagai kegiatan pameran dagang, baik berskala nasional maupun internasional,diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri lain yang terkait, seperti peningkatan investasi, pengembangan usaha kecil, pendapatan devisa negara, dan lainnya.
Tapi, kata Presiden, tempat yang megah  hanya akan berguna kalau diikuti kreativitas yang menggerakkan industri kreatif Indonesia.
Pada bagian lain saat dialog dengan pelaku industri kreatif, Presiden juga menyinggung tentang perlunya diadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan.
Di bidang seni misalnya, pelaku industri kreatif juga harus bisa mendidik masyarakat dengan sajian kesenian yang memperhatikan aspek kualitas. Bukan sekadar mengejar rating.
Tangerang Selatan, 4 Agustus 2015
Tim Komunikasi Presiden
Teten Masduki
Untuk mendukung ekonomi kreatif saat ini komunitas Topi bambu berkerjasama dengan Banten Creative Community dan Akademi Bambu Nasional  memiliki impian untuk mendirikan Industri Bambu.
Ini yg akan kita sampaikan :
Akademi Bambu Nusantara
Visi : Menyenangkan Dunia dengan Bambu
Misi : Tahun 2025, bambu bisa mendukung Indonesia dalam hal kedaulatan dan ketahanan papan, pangan, sandang, energi, kesehatan dan lingkungan.
Motto : Kerja Cerdas Penuh Kreativitas
Apa yang sudah dikerjakan selama 3 thn :
1. Puluhan ribu bibit bambu yg sdh dihasilkan.
2. Hektaran lahan tidur yg sdh ditanami bambu.
3. Membuat model sepeda bambu.
4. Membuat model Rumah Bambu Nusantara.
5. Membuat kriya bambu.
6. Membuat Instalasi bambu.
7. Membuat konstruksi bambu untuk jembatan, tempat ibadah, tempat berkumpul, pasar ekonomi kreatif dan lain-lain.
8. Memberdayakan masyarakat lintas generasi.
9. Mengadakan pendidikan, pelatihan dan workshop.
Mimpi Akademi Bambu Nusantara
1. Membangun industri bambu.
2. Menghasilkan SDM yang berjiwa ECOPRENEUR
Pak Presiden RI
Pesan Pak Presiden
Diskusi BEKraf
Kang Agus Dekat Topi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar