Kamis, 20 Agustus 2015

TOPIBAMBU FOUNDATION UNTUK PENDIDIKAN ANAK PENGRAJIN

Topi bambu merupakan kerajinan yang sudah ada sejak 1913. Pada zaman kolonial, topi bambu banyak diproduksi di Tangerang. Pada saat itu topi bambu menjadi kerajinan yang sanggup menembus pasar ekspor hingga Eropa (terutama Perancis), Tiongkok, dan Amerika Utara.
Di Kabupaten Tangerang sendiri, topi bambu menjadi logo resmi Kabupaten Tangerang. Logo topi bambu yang berarti "hasil kerajinan dan industri" telah menjadi identitas karya yang tak hanya melegenda namun menjadi salah satu kekayaan budaya lokal yang harus terus dipertahankan.
Karena alasan tersebut, tepat pada 25 Februari 2011 dibentuklah Komunitas Topi Bambu. Memang bukan pekerjaan yang mudah melestarikan kembali karya yang hampir punah ini. Gempuran topi berbahan tekstil sintetis pabrik membuat pamor topi bambu telah lama meredup, hingga hanya topi bambu untuk anak Pramuka saja yang bertahan. Itu pun dengan harga yang sangat murah.
Di awal Komunitas Topi Bambu berdiri, hanya menulis di website tentang topi bambu dan segala macam kerajinan khas lokal Tangerang saja yang baru bisa kami lakukan. Belum banyak orang tertarik tentang apa yang ingin kami lestarikan. Tapi itu tak menjadikan kami untuk mundur dan patah arang. Kami justru semakin semangat, terlebih saat tahu bahwa ternyata topi bambu untuk anak Pramuka telah menghidupi banyak penganyam di desa.

Kami akhirnya dipertemukan dengan para penganyam topi bambu dan berinisiatif untuk kembali membuat topi dari bambu yang lebih mempunyai nilai seni dan fashion. Kami berinisiatif ingin mengembalikan kembali topi bergaya klasik dengan bahan ramah lingkungan dari bambu. Alasannya sederhana, kami ingin karya bersejarah itu kembali hidup, dan kembali diminati tentunya dengan harga yang lebih manusiawi.
Pada 11 Agustus 2011 menjadi titik pertama Komunitas Topi Bambu membuat gebrakan untuk mengembalikan kembali topi bambu. Dengan semangat “Jangan Lupakan Topi Bambu”, bersama para penganyam kami berhasil membuat “topi bambu berdiameter 2 meter”. Topi tersebut mendapat rekor dunia yang akhirnya mulai menggaungkan kembali topi bambu ke seantero Negeri.

Kini setelah 4 tahun perjalanan yang kami lalui, kami bertekad untuk berkontribusi lebih. Bertepatan dengan Kemerdekaan Indonesia yang ke-70, didirikanlah Topi Bambu Foundation sebagai wadah yang memiliki misi yang lebih fokus, bermanfaat, dan berkesinambungan. Tentu saja bukan hanya topi bambu kebanggan yang ingin kami lestarikan, atau material bambu yang ramah lingkungan. Lebih dari itu, kami bercita-cita memperkenalkan tradisi, budaya, kearifan, dan kekayaan lokal yang lahir bersama hijaunya bambu.
Sejalan dengan Gerakan Ayo Kerja di 70 Tahun Indonesia Merdeka, kami berharap Topi Bambu Foundation bisa memberikan banyak manfaat baik bagi lingkungan dengan material bambu yang ramah, pendidikan yang bisa dijangkau oleh para generasi penganyam, dan industri kreatif yang mampu bersaing yang tentu saja tak melupakan tradisi.

Ayo bergabung bersama kami.http://www.topibambufoundation.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar