Translate

Produk Kreatif dan Inovatif Ajang Promosi di TEI 2019

Deputi PT.Angkasa Pura II  dan Mitra Binaan  Foto bersama saat Kunjungan di ICE BSD sebagai Pusat Promosi dan Pameran terbesar TEI 2019, BSD 16-20 Oktober 2019

Acara pembukaan Trade Expo Indonesia 2019  tanggal 16-20 Oktober 2019 telah resmi di buka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di ICE BSD Tangerang, Pimpinan Gubernur, Bupati dan Menteri  (foto sumber Wartakota/zakiarisetiawan) wkl Gubernur Banten ,Bupati Tangerang (A Zaki Iskandar) dan Menteri Perdagangan RI
Kunjungan Walikota Tangerang ke Stand PT.Angkasa Pura II yang telah di berikan kesempatan acara pameran TEI 2019


Website produk Bambu Craft Tangerang

Ajang promosi dan export produk Indonesia di ICE BSD ini penuh dengan produk baik ukm,IKM dan Industri besar lainnya dari dalam dan luarnegeri ikutserta, Tak lupa hadir pula produk Inovatif dan kreatif sekaligus lauching  produk Kearifan lokal  www.topibambu.id

Stand Bambu Craft Menampilkan produk kreatif seperti topibambu, tas bambu, keranjang, dan aneka motif anyaman, Bambu Craft saat ini di fasilitasi oleh PT.Angkasa Pura II sebagai mitra binaan  yang diberikan fasilitasi, edukasi dan promosi kepada Mitra agar dapat berkembang dengan maju di era digital ini.

Acara Diskusi untuk ketemu buyer dan prospek Negara Tujuan Eksport.


Produk kreatif topibambu di buat handmade dengan diamter 1.5 meter dan Topibambu yang di pakai 85 cm  cocok untuk fashion yang unik


Foto bersama Menteri BUMN dan Pimpinan Angaksa Pura II  serta mitra binaaan APII yang di support oleh PT.Angkasa Pura II at ICE BSD tanggal 16-20 Okt 2019

BUMDES SUKADAMAI FOKUS MINIMART DAN CAR WASH DI TANGERANG

Badan Usaha Milik Desa merupakan Lembaga Usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
BUMDES Desa Sukadamai

Fokus usaha Bumdes Carwash

Area Ruang Kopi dan diskusi lantai 2 Bumdes Sukadamai Kec.Cikupa

Pendirian Bumdes  " Damai Mandiri" berada tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan memiliki posisi strategis dekat pinggir jalan, Bumdes Desa Sukadamai ini lebih fokus usaha Mini Mart atau Warung Benteng dan Cars Wash dengan harapan memiliki fokus usaha terlebih dahulu ujar Kang Budi ketua Bumdes Sukadamai saat diskusi dengan topibambu.
Pendirian BUMDesa harus didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkenaan dengan perencanaan dan pendiriannya, BUMDesa dibangun atas prakarsa (inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, (‘user-owneduser-benefited, and user-controlled’), transparansi, emansipatif, akuntabel, dan sustainabel dengan mekanisme member-base dan self-help. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional dan mandiri.
BUMDesa merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDesa sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Dalam menjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selalu ditekankan.sumberhttp://www.berdesa.com/4-tujuan-pendirian-bumdesa/

Sambil cerita proses pembuatan Bumdes baik legalitas dan personil serta kebijakan ini ,akhirnya di tuangkan dalam Visi dan Misi agar sesuai tujuan yang di harapkan ujar Budi, cikupa 10/09/2019
A. VISI DAN MISI BUMDES
1. VISI
Bumdes “DAMAI MANDIRI” Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sukadamai Melalui Pengembangan Usaha Ekonomi Dan Pelayanan Sosial.
Dengan Moto “MARI BERSAMA MEMBANGUN DESA DENGAN DAMAI DAN MANDIRI”.
2. MISI
a. Meningkatkan perekonomian desa;
b. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa;
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa;


Tanpak Depan Area Bumdes Desa Sukadamai


Bambu Craft Dapat Program Assistensi KITE Dari Bea Cukai Banten


Sosialisasi dan asisstensi Program KITE (Kemudahan Ekspor Tujuan Import) bersama Wisnu Nuryanto,
Sebagai Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC 

Cikupa, 5 September 2019, galery dengan luas 4 x 6 Meter  terdapat aneka model topi dari anyaman bambu yang telah berdiri sejak 2010 lalu,  Kanwil Bea Cukai Banten dan KPPBC TMP A Tangerang mendatangi pelaku usaha bergerak bidang kerajinan atau Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mensosialisasikan aturan tentang Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM. Perusahaan yang didatangi yaitu Bambu Craft Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.



Bambu Craft Tangerang dengan merk ALF DIN yang fokus produksi kerajinan anyaman topi yang sudah ada sejak 1887 berdiri pabrik topi bambu dan saat ini  telah mengekspor berbagai kerajinan dari bambu ke Negara Malaysia, Korea, Jepang, India, Perancis dan Belanda. Mulai dari topi, tas, sampai sepatu dapat diproduksi hingga 160.000 pcs per tahun untuk topi pelajar.

KITE merupakan pemberian fasilitas berupa pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor kepada perusahaan yang telah mendapatkan Izin. Dengan mendapatkan izin Fasilitas KITE, perusahaan dapat menekan ongkos produksi sehingga dapat bersaing dengan produk asing ungkap Wisnu saat sambangi Bambu Craft bersama Kangagush sebagai pengiat Ekonomi Kreatif

Tujuan dilaksanakannya sosialisasi aturan KITE IKM yaitu dalam rangka mendukung IKM untuk melakukan ekspor, sesuai dengan fungsi utama meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran. Kontribusi IKM terhadap perekonomian nasional diantaranya menyerap 97% tenaga kerja. Diharapkan dengan pertumbuhan IKM yang melakukan kegiatan ekspor, lapangan pekerjaan dan devisa negara semakin meningkat.
Topibambu produksi Bambu Craft Kualitas Ekapor bersaing dengan produk luar yang masih bertahan di Era Revolusi Digital melalui pemasaran yang Digital memberikan nilai jual tinggi.


Agus Hasanudin, Owner Bambu Craft Tangerang menyampaikan harapannya agar pemerintah mendukung IKM secara penuh sehingga dapat bersaing secara internasional dengan produk dari luar negeri.

#humasbcbanten
#beacukaibanten
#Indonesiabamboofashion
#topibambu

Inovasi Produk Bambu Tangerang

Tangerang merupakan penyanggah ibu kota Jakarata, Tangerang di kenal sebagi kota 1000 industri, terbukti sekitar 5000 industri jasa,kemasan sampai pabrik kopi dan sepatu ada di Tangerang.

Namun masih terdapat tradisi budaya membuat anyamanan topi yang di kenalkan oleh warga negara Prancis waktu itu Mr.Franchman Petit Jean di tangerang 1887 mendirikan pabrik topi dengan pembuat topi berbasis warga pribumi kala itu hingga 1930 masa kejayaan topibambu, itu sekilas sejarah.

Komunitas topi bambu menjadi bagian penting untuk melestarikan nilai tradisi budaya dan keterampilan SDM masyarakat di perkampungan yang ahli membuat topi ,inovasi topibambu di desain oleh kangagus founder topibambu foundation dengan harapan agar memberikan nilai fashion dan nilai kearifan lokal produk berbahan anyaman bambu untuk di gunakan masyarakat muslim yang terbesar di Dunia khususnya Indonesia.

Berikut Inovasi produk dan bagi yang berminat untuk kolaborasi silakan hub wa.0813 8513 7473.
Produk inovasi anyaman bambu untuk Kopeah bambu tangerang, Foto kangagush 7/09/2019 

Lestarikan Topibambu Hingga Industri Kreatif yang Mendunia


Kangagus founder topibambu foundation belajar sejarah kearifan bersama penganyam yang merupakan generasi ke4 di Wilayah Cikupa masih terdapat potensi penerus kerajianan anyaman bambu yang mulai meredup 1/08/2019

Kerajinan anyaman bambu di tangerang, sejak 1802 sudah ada di Tangerang dan di buat Industri topibambu sejak 1887.Kang agus memegang hasil industri kreatif topibambu dasar sebelum di proses menjadi sesuai model pesenan dari buyer 18/08/2019

Cerita topi berbahan anyaman bambu identik dengan Kabupaten Tangerang. Kerajinan tangan yang dikemas akhir di pabrik dengan mesin sangat sederhana ini pernah menjadi primadona, sebelum surut di tahun 1960-an. Kini, topi bambu beranjak menanjak lagi.




DOKUMEN MUSEUM BENTENG HERITAGE
Topi atau tudung bambu Tangerang sangat populer mulai tahun 1800an hingga tahun 1950an. Ini salah satu pabrik topi bambu di Tangerang di tahun 1955.


Sinergitas Topibambu bersama Family Garthering HUT RI ke 74 Bersama Aryaduta Karawaci

Tangerang, 18 Agustus 2019 , Kemeriahan HUT RI ke 74 memberikan nuansa kebersamaan dalam memeriahkan acara Agustusan di Hotel arya Duta Karawaci.
Management memberikan free bagi yang mau ikut  perlombaan dan berenang di country club aryaduta dalan acara back to scholl dan banyak hadiah yang ikut serta dan beberapa ukm ikut mendisplay produknya dan Topibambu juga memberikan edukasi kriya anyaman.
Pembukaan Acara Backto school oleh GM Aryaduta Karawaci 

LKP Topibambu memberikan edukasi acara Back To School 

Bazar UKM 

Peragakan produk kearifan lokal 

Kangagus founder topibambu memberikan edukasi di acara back to school

Semarakan Festival kopi Telaga Bestari Tangerang

Wow, siapa yang tidak kenal kopi, ya tapi beda racikan beda hasil, festival kopi kali ini merupakan ajang pertemuan sesama komunitas kopi dan tentunya owner kopi serta petani kopi untuk saling diskusi dan kolaborasi, telagabestari 16/08/2019.
Festival kopi dan beberapa stand pelaku usaha kopi sekitar 20 stand kopi dengan brand yang berbeda termasuk rasa, Rabika trainer kopi, ilham DP founder Ramue kopi 

Stand Komunitas Topi Bambu ikut serta dalam acara festival kopi at Telaga Bestari 16/08/2019


Mas Rabika sebagai trainer barisata berawal dari belajar bersama untuk kemajuan kopi, melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kopetensi .
Tim Juri saat acara lomba Pembuatan Kopi ,Rabika Fakabir sebagai Trainer  Barista MKI, Ilham DP sebagai Kopkan Museum dan Chandra  sebagai asesor LSP Kopi Indonesia.


Mas Chandara LSF kopi Indonesia tugasnya untuk menilai barista skill, knowladge dan pengalaman dan etika dalam penyajian.

Kopi founder museum dengan wadah ngopi Mas chandra sebagai trainer   Dan akan mengenalkan kopi di arena museum.

Tampak acara tenda festival Kopi

Lomba meracik kopi saat acara di festival Kopi

Saat diskusi sama owner Don Kopi acara ini merupakan bagian penting ajang pertemuan secara bersama  sebagai pelaku usaha kopi, dan memperkenalkan para peracik kopi yang berada di Tangerang pada umumnya dan penikmat kopi untuk memilih aneka rasa selera kopi. 


Koleksi Topi Tangerang yang Mendunia

Perkembangan ekonomi global yang begitu pesat merupakan tantangan dan sekaligus peluang dalam mengembangkan ekonomi keratif dan inovatif guna mengimbangi pangsa pasar yang begitu bersaing. Produk-produk lokal dengan identitasnya masing-masing berusaha untuk tetap bertahan di tengah-tengah produk luar negeri. Hal ini dilakukan guna tetap memberikan peluang kepada tenaga kerja lokal (pengrajin topi bambu) agar tidak meninggalkan produksi lokal yang dihasilkannya. Sebagai salah satu produk lokal di Kabupaten Tangerang yang dihasilkan dari kearifan lokal dari generasi ke generasi  yakni mengembangkan inovasi dan kreativitas kerajian topi bambu dengan berbagai metode pengembangan karyanya. Oleh karena itu,  produk lokal Kabupaten Tangerang tidak bisa begitu saja berjalan dengan sendirinya, disinilah harus ada pelopor sekaligus motor penggerak dari pengembangan kegiatan ekonomi kreatif dan inovatif.

                                        Liputan Topi Tangerang yang Mendunia

Untuk melestarikan dan menjaga tradisi budaya agarvtidak terlupakan, komunitas Topibambu mengucapakn terima kasih terlah diberikan kesempatan dalam liputan acara program TV Maestro Indonesia di RTV. "makin cakep"

Kearifan Lokal menjadi produk Budaya Topi Bambu

DR.Rahayu Permana  pakaian batik ( Peneliti dan Penulis Sejarah kelahiran Balaraja Tangerang) dan Kangagush kelahiran cikupa (Founder Topibambu foundation & Ketua HIPKI DPC Tangerang) memiliki misi dan visi yang sama  untuk membuat sebuah karya nyata dalam bentuk buku.


Cikupa, 10 Agustus 2019 topibambu (kangagush) bersama Bang Rahayu saapaan akrabnya sudah merencanakan untuk menelusuri sejarah kearifan  lokal menjadi produk budaya, pembicaraan kearifan lokal sekala nasional sangat luas.

Indonesia itu memiliki keberagaman budaya yang salah satunya mencakup hubungan kearifan lokal di dalam masyarakat. Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup dan pandangan hidup yang mengakomodasi kearifan hidup—Kita bisa cari tahu apa peranan kearifan lokal dalam membangun sebuah komunitas.
Kearifan lokal merupakan filosofi dan pandangan hidup yang terwujud dalam berbagai bidang kehidupan seperti nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya.

Perjalanan topibambu bersama Bang Rahayu menelusuri jejak kearifan lokal budaya produk topi bambu di mulai ketemu dengan sesepuh keterunan tionghoa yang berada di pasar anyar biasa di sebut ba sien on merupakan keturunan ke tiga sejak orangtua nya masih pedagang topibambu jaman setelah kemerdekaan.

Wawancara dan diskusi tentang sejarah topibambu hingga saat ini masih ada yang aktif membuatnya lebih lengkaop nanti ada di buku...he he  tunggu ya.

Kangagus bersama produk topibambu untuk giatkan kembali agar tidak terlupakan

Workshop Kriya Kreatif PT.Asuransi Jasindo Bersama LKP Topibambu Foundation

Foto bersama Customer Gathering Jasindo setelah Workshop Kriya  bersama LKP topibambu foundation


Suasana Workshop kriya anyaman


Hasil produk karya peserta saat workshop


Produk Kreatif dan Inovatif Bambu Craft Tangerang

Perkembangan suatu produk akan bernilai jual tinggi  wajib memiliki kualitas dan nilai keunikan yang dapat memiliki nilia heritage.

Kultur budaya kab.tangerang saat ini di kenal sebagai kota 1000 industri dan banyaknya perubahan dari penduduk urban yang dari berbagai suku dan budaya yang ada di Indonesia dapat di lihat di tangerang.

Mempertahankan dan melihat potensi heritage anyaman bambu di tangerang masih banyak SDM yang ahli membuat anyaman Bambu menjadi topi. Pengiat pemberdayaan biasa di kenal kangagush topi bambu, kangagush sudah 9 tahun lalu telah membentuk wadah Komunitas Topibambu bahkan telah mendapatkan rekor dunia topibambu terbesar dan telah memproduksi  Topibambu 10.000 selama 2 bulan.
Video pembuatabmn anyaman topibambu dan kopeah bambu atau bambu peci, Instagram : topibambu dan bambu peci

Produk kreatif dari Bambu

Termos stenless tahan panas dan casing bamboo

Jam Tangan bambu unisex ringan, merk alf din tali warna leather

Topi bambu unik, topibambu keren, topibambu copet, topi bambu santai

Sepatu serat bambu