Translate

Berkreasi Dengan Bambu bersama LKP topibambu Foundation

Liputan RTV Berkreasi dengan Bambu, liputan ini hadir pakr bambu abah Jatnika dan kang adang  bagai mana bambu menjadi produk kreatif dan inovatif

Mimpi museum Topi Bambu 1001 topi sebagai heritage topi bambu yang telah mewariskan tradisi budaya

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Eco Print dan Percetakan

Pelatihan Eco Print  untuk meningkatkan SDM  agar dapat menciptakan produk lokal agar dapat berdaya saing bersama LKP Topibambu yang telah memiliki sertifkat LSP batik dari Bekraf


Hasil produk Eco Print dan percetakan

peserta Pemberdayaan Ekonomi Kretif

Pembagian sertifikat untuk memiliki tingkat kompentensi

Proses pembuatan digital Printing Kaos

Alat pencetak gelas sablon



Gathering Bersama Komunitas Smartfren

Acara gathering bersama 53 Komunitas Smartfren di area jabodetabek, jawabarat dan Jawa Tengah di mana saling kenal dengan beberapa komunitas untuk saling kolaborasi.

Acara ini langsung di buka oleh GM Smartfren sekaligus diskusi kemajuan smartfren

Kesempatan langsun mendengar  share daei Atta Dan Kaesang saat acara wow smartfren do Dufan Jakarta.

Kangagus komunitas Topobambu hadir di acara gathering di saung Mang engking ,pas acara ini langsung di berikan kesempatan topibambu menjadi bagian profil komunitas yang di tanyangkan langsung  melaluli aksi nyata kegiatan.
,

Edukasi Pemanfaatan Bambu di Sekolah Bersama Youngsters Mandiri Tangerang

Edukasi Topibambu Foundation bersama YoungstersMandiri Tangerang, mengenalkan bambu di kalangan siswa agar mengurangi sampah plastik

Kangagush bersama siswa Sedang mengedukasi kegiatan Goes To School bersama Youngster Mandiri

Pengenalan seni kriya di kalangan Siswa sekolah

Produk Kopeah Bambu

Kopeah bambu kombinasi anyaman bambu dengan bludru dengan motif anyaman bagian atas

Anyaman kopeah bambu kombinasi denfan

Kearifan Lokal berbasis Ekonomi Kreatif Bersama TV One "INDONESIA PLUS"

Liputan "Indonesia Plus" bersama Narsumber DR Rahayu Permana, M.Hum , Komunitas Topi Bambu dan Reporter TV ONE  di Galery Topibambu Tangerang

Tangerang, 24 Oktober 2019 Galeri Topibambu diberikan kesempatan oleh stasiun TV One untuk di liput dan di promosikan di acara Indonesia Plus yang mengupas sebuah produk yang menjadi bagian penting perkembangan Ekonomi Kreatif berbasis kearifan lokal dengan produk berbasis anyaman bambu. Istilah Ekonomi Kreatif mulai ramai diperbincangkan sejak John Howkins, menulis buku "Creative Economy, How People Make Money from Ideas". Howkins (Purnomo, 2016:10) mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah gagasan, atau dalam satu kalimat yang singkat, esensi dari kreativitas adalah gagasan. Maka dapat dibayangkan bahwa hanya dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang relatif 8dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Lebih lanjut didevinisikan Ekonomi kreatif atau dikenal juga dengan sebutan knowledge based economy merupakan pendekatan dan tren perkembangan ekonomi dimana teknologi dan ilmu pengetahuan memiliki peran penting di dalam proses pengembangan dan pertumbuhan ekonomi.

TEI 2019 Hall 3a Premium dan Creative Product

Trade Expo Indonesia(TEI) 2019 tepatanya di ICE BSD Tangerang di selenggarakan sejak 16 sd 20 Oktober 2019.TEI 2019 ini merupakan ajang promosi Internasional yang telah ke 34 tahun  mulai Hall 1 hingga Hall 10, di setiap hall menampilkan aneka produk kreatif dan inovatif, produk manufacture, Produk pertanian dan produk aneka kuliner.


Produk Kreatif dari anyaman bambu "mendapatkan tempat untuk tampilkan depan pintu masuk Hall 3a 

Pelaku usaha  yang ikut serta di berikan penghargaan langsung yang turut menyukseskan acara TEI 2019 dengan harapan pelaku usaha dapat menemukan buyer dan bisa melakukan eksport produk sesuai negara tujuan, Bambu Craft di acara tahun ini mendapat fasilitasi dan di support langsung sebagai Mitrabinaan Angaksa Pura II .

Produk Kreatif dan Inovatif Ajang Promosi di TEI 2019

Deputi PT.Angkasa Pura II  dan Mitra Binaan  Foto bersama saat Kunjungan di ICE BSD sebagai Pusat Promosi dan Pameran terbesar TEI 2019, BSD 16-20 Oktober 2019

Acara pembukaan Trade Expo Indonesia 2019  tanggal 16-20 Oktober 2019 telah resmi di buka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di ICE BSD Tangerang, Pimpinan Gubernur, Bupati dan Menteri  (foto sumber Wartakota/zakiarisetiawan) wkl Gubernur Banten ,Bupati Tangerang (A Zaki Iskandar) dan Menteri Perdagangan RI
Kunjungan Walikota Tangerang ke Stand PT.Angkasa Pura II yang telah di berikan kesempatan acara pameran TEI 2019


Website produk Bambu Craft Tangerang

Ajang promosi dan export produk Indonesia di ICE BSD ini penuh dengan produk baik ukm,IKM dan Industri besar lainnya dari dalam dan luarnegeri ikutserta, Tak lupa hadir pula produk Inovatif dan kreatif sekaligus lauching  produk Kearifan lokal  www.topibambu.id

Stand Bambu Craft Menampilkan produk kreatif seperti topibambu, tas bambu, keranjang, dan aneka motif anyaman, Bambu Craft saat ini di fasilitasi oleh PT.Angkasa Pura II sebagai mitra binaan  yang diberikan fasilitasi, edukasi dan promosi kepada Mitra agar dapat berkembang dengan maju di era digital ini.

Acara Diskusi untuk ketemu buyer dan prospek Negara Tujuan Eksport.


Produk kreatif topibambu di buat handmade dengan diamter 1.5 meter dan Topibambu yang di pakai 85 cm  cocok untuk fashion yang unik


Foto bersama Menteri BUMN dan Pimpinan Angaksa Pura II  serta mitra binaaan APII yang di support oleh PT.Angkasa Pura II at ICE BSD tanggal 16-20 Okt 2019

BUMDES SUKADAMAI FOKUS MINIMART DAN CAR WASH DI TANGERANG

Badan Usaha Milik Desa merupakan Lembaga Usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
BUMDES Desa Sukadamai

Fokus usaha Bumdes Carwash

Area Ruang Kopi dan diskusi lantai 2 Bumdes Sukadamai Kec.Cikupa

Pendirian Bumdes  " Damai Mandiri" berada tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan memiliki posisi strategis dekat pinggir jalan, Bumdes Desa Sukadamai ini lebih fokus usaha Mini Mart atau Warung Benteng dan Cars Wash dengan harapan memiliki fokus usaha terlebih dahulu ujar Kang Budi ketua Bumdes Sukadamai saat diskusi dengan topibambu.
Pendirian BUMDesa harus didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkenaan dengan perencanaan dan pendiriannya, BUMDesa dibangun atas prakarsa (inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, (‘user-owneduser-benefited, and user-controlled’), transparansi, emansipatif, akuntabel, dan sustainabel dengan mekanisme member-base dan self-help. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional dan mandiri.
BUMDesa merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDesa sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Dalam menjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selalu ditekankan.sumberhttp://www.berdesa.com/4-tujuan-pendirian-bumdesa/

Sambil cerita proses pembuatan Bumdes baik legalitas dan personil serta kebijakan ini ,akhirnya di tuangkan dalam Visi dan Misi agar sesuai tujuan yang di harapkan ujar Budi, cikupa 10/09/2019
A. VISI DAN MISI BUMDES
1. VISI
Bumdes “DAMAI MANDIRI” Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sukadamai Melalui Pengembangan Usaha Ekonomi Dan Pelayanan Sosial.
Dengan Moto “MARI BERSAMA MEMBANGUN DESA DENGAN DAMAI DAN MANDIRI”.
2. MISI
a. Meningkatkan perekonomian desa;
b. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa;
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa;


Tanpak Depan Area Bumdes Desa Sukadamai


Bambu Craft Dapat Program Assistensi KITE Dari Bea Cukai Banten


Sosialisasi dan asisstensi Program KITE (Kemudahan Ekspor Tujuan Import) bersama Wisnu Nuryanto,
Sebagai Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC 

Cikupa, 5 September 2019, galery dengan luas 4 x 6 Meter  terdapat aneka model topi dari anyaman bambu yang telah berdiri sejak 2010 lalu,  Kanwil Bea Cukai Banten dan KPPBC TMP A Tangerang mendatangi pelaku usaha bergerak bidang kerajinan atau Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mensosialisasikan aturan tentang Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM. Perusahaan yang didatangi yaitu Bambu Craft Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.



Bambu Craft Tangerang dengan merk ALF DIN yang fokus produksi kerajinan anyaman topi yang sudah ada sejak 1887 berdiri pabrik topi bambu dan saat ini  telah mengekspor berbagai kerajinan dari bambu ke Negara Malaysia, Korea, Jepang, India, Perancis dan Belanda. Mulai dari topi, tas, sampai sepatu dapat diproduksi hingga 160.000 pcs per tahun untuk topi pelajar.

KITE merupakan pemberian fasilitas berupa pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor kepada perusahaan yang telah mendapatkan Izin. Dengan mendapatkan izin Fasilitas KITE, perusahaan dapat menekan ongkos produksi sehingga dapat bersaing dengan produk asing ungkap Wisnu saat sambangi Bambu Craft bersama Kangagush sebagai pengiat Ekonomi Kreatif

Tujuan dilaksanakannya sosialisasi aturan KITE IKM yaitu dalam rangka mendukung IKM untuk melakukan ekspor, sesuai dengan fungsi utama meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran. Kontribusi IKM terhadap perekonomian nasional diantaranya menyerap 97% tenaga kerja. Diharapkan dengan pertumbuhan IKM yang melakukan kegiatan ekspor, lapangan pekerjaan dan devisa negara semakin meningkat.
Topibambu produksi Bambu Craft Kualitas Ekapor bersaing dengan produk luar yang masih bertahan di Era Revolusi Digital melalui pemasaran yang Digital memberikan nilai jual tinggi.


Agus Hasanudin, Owner Bambu Craft Tangerang menyampaikan harapannya agar pemerintah mendukung IKM secara penuh sehingga dapat bersaing secara internasional dengan produk dari luar negeri.

#humasbcbanten
#beacukaibanten
#Indonesiabamboofashion
#topibambu

Inovasi Produk Bambu Tangerang

Tangerang merupakan penyanggah ibu kota Jakarata, Tangerang di kenal sebagi kota 1000 industri, terbukti sekitar 5000 industri jasa,kemasan sampai pabrik kopi dan sepatu ada di Tangerang.

Namun masih terdapat tradisi budaya membuat anyamanan topi yang di kenalkan oleh warga negara Prancis waktu itu Mr.Franchman Petit Jean di tangerang 1887 mendirikan pabrik topi dengan pembuat topi berbasis warga pribumi kala itu hingga 1930 masa kejayaan topibambu, itu sekilas sejarah.

Komunitas topi bambu menjadi bagian penting untuk melestarikan nilai tradisi budaya dan keterampilan SDM masyarakat di perkampungan yang ahli membuat topi ,inovasi topibambu di desain oleh kangagus founder topibambu foundation dengan harapan agar memberikan nilai fashion dan nilai kearifan lokal produk berbahan anyaman bambu untuk di gunakan masyarakat muslim yang terbesar di Dunia khususnya Indonesia.

Berikut Inovasi produk dan bagi yang berminat untuk kolaborasi silakan hub wa.0813 8513 7473.
Produk inovasi anyaman bambu untuk Kopeah bambu tangerang, Foto kangagush 7/09/2019 

Lestarikan Topibambu Hingga Industri Kreatif yang Mendunia


Kangagus founder topibambu foundation belajar sejarah kearifan bersama penganyam yang merupakan generasi ke4 di Wilayah Cikupa masih terdapat potensi penerus kerajianan anyaman bambu yang mulai meredup 1/08/2019

Kerajinan anyaman bambu di tangerang, sejak 1802 sudah ada di Tangerang dan di buat Industri topibambu sejak 1887.Kang agus memegang hasil industri kreatif topibambu dasar sebelum di proses menjadi sesuai model pesenan dari buyer 18/08/2019

Cerita topi berbahan anyaman bambu identik dengan Kabupaten Tangerang. Kerajinan tangan yang dikemas akhir di pabrik dengan mesin sangat sederhana ini pernah menjadi primadona, sebelum surut di tahun 1960-an. Kini, topi bambu beranjak menanjak lagi.




DOKUMEN MUSEUM BENTENG HERITAGE
Topi atau tudung bambu Tangerang sangat populer mulai tahun 1800an hingga tahun 1950an. Ini salah satu pabrik topi bambu di Tangerang di tahun 1955.