Translate

Pengembangan Gedung Pertemuan untuk BUMDesa Curug Sangereng Tangerang

Membangun BUMDesa yang mandiri,kokoh dan berkelanjutan merupakan visi dan visi semua BUMDesa sesuai No.4 tahun 2015 membahas pengelolaan.

Aneka jenis usaha untuk BUMDesa dapat di klasifikasi sebagai berikut :
1.Servis bisa bergerak bidang Air Minum Kemasan
2.Banking 
3.Renting  untuk bidang penyewaan
4.Brokering menjual jasa  pelayanan
5.Trading 
6.Holding
Kuncinya adalah pengelolaan dari pihak desa yang baik. Aset yang dimilikinya bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan benefit. Benefit inilah yang secara tidak langsung akan menjadi tonggak utama dalam menambah pendapatan desa.
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana pengelolaan bumdes yang benar? Inilah yang akan Anda temukan pada ulasan kali ini.Sumber www.berdesa.com
BUMDesa curug sangereng ini sdh berjalan dan saat ini usaha bidang pelayanan.Hasil pertemuan bersama sekdes,LPM,BPD, TPID dan PD serta pengurus BUMDesa memberikan program dalam rahun iniakan membuat kajian dan program jangka panjang agar kegiatan ini dapat menghasilan  PAD dan memberikan lapangan
Unit bisnis BUMDesa wajib memiliki program andalan yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian di masyarakat ujar kangagush sebagai P2KTD  Tangerang saat mengisi acara tersebut.

Pelestari Budaya dan Kerajinan Hadir di kab.Tangerang

Tangerang, 12 Januari 2020 .Perkembangan ekonomi global yang begitu pesat merupakan tantangan dan sekaligus peluang dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan inovatif guna mengimbangi pangsa pasar yang begitu bersaing.
Kebudayaan daerah dan dengan melestarikan budaya lokal akan menarik banyak wisatawan sehingga memberikan nilai pengembangan potensi lokal, inisiasi pembuatan  wadah ini oleh Anggota DPRD Prov Banten H.Agus Supriyatna M.Si , Pengusaha dr. Dedy Effendy MARS, Direktur Rumah Sakit Permata Hati Cikupa, Dr.Rahayu Permana,S.Ag.M.Hum sebagai akademisi dan Kangagus Founder Komunitas Topibambu dan  Ali Samson  Pane,SE merupakan pembina Wadah  Pelestari Budaya dan Kerajinan Indonesia (PBK Indonesia) dari berbagai latarbelakang disiplin ilmubdan pengalaman memiliki inisiatif  untuk pengembangan dan perberdayaan Masyarakat agar dapat mempertahankan tradisi budaya  dan pelestarian kearifan lokal agar tidak punah ungkap dr Dedy Effendy, H.Agus Supriyatna,Dr.Rahayu Permana dan Kangagush saat pembentukan wadah ini di sebuah kampung deket pemerintahan Kab.Tangerang Desa Daraham Jambe

Wadah Pelestari Budaya dan Kerajinan Indonesia (PBK Indonesia)

Landasan kegiatan ini mengacu Perbup No.4 Tahun 2018 tentang kebudayaan dan UU no.5 tahun 2017  tentang Pemajuan Kebudayaan.

Gapura Mini Area Pelestari Budaya dan Kerajinan Indonesia

Susunan Organisasi
Pelestari Budaya dan Kerajinan Indonesia
PBK Indonesia 2020- 2023
Kabupaten Tangerang

Pembina.    :
1. H .Agus Supriyatna.M.Si
2. dr.Dedy Effedy .MARS
3. Dr.Rahayu Permana,S.Ag.M.Hum
4. Ali Samson Pane, SE
5. Agus Hasanudin,ST
dr.Dedy Effendy.MARS

H.Agus Supriyatna.M.Si

Dr.Rahayu Permana,S.Ag.M.Hum

Ali Samson Pane, SE

Agus Hasanudin.ST (Kangagush)


Ketua :
Rakman
wkl.Ketua:
Juhadi
Adm Dan Sekretariat:
Saepul Milah

Bidang Kerajinan:
Pendy
Bidang Seni dan Budaya :
 Lia Ayu dan Eri Kusmawati
Bidang Teknologi dan Permainan Tradisional :
Imas

Viso dan Misi PBK Indonesia :
1.Pusat pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat
2.Pusat informasi,edukasi dan penelitian pelestarian dan kesejahteraan Masyarakat.
3. Peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan melestarikan tradisi budaya kearifan lokal.

Dengan wadah ini dapat memberikan solusi untuk memberikan peluang usaha melalui keterampilan baik kerajinan atau bidang kebudayaan yang akan di implementasikan kolaborasi bersama dunia industri dan Dunia Akademisi agar pengetahuan dan ilmu saat menwmpuh pendidikan dapat di implemntasikan di masyarakat ujar Dr.Rahayu Permana saat diskusi pembentukan PBK Indonesia  

Sejarah Tangerang Berubah Buku Topibambu di lauching ke 76 HUT Kab.Tangerang

Pidato Bupati Tangerang saat HUT tanggal 26 Desember 2019 Di Panggung gedung Bupati puspem Tigaraksa setelah pemberian selendang Aria Wasangkara dari Balai Adat Keariaan Tangerang mengatakanperubahan dari 27 Desember menjadi 13 Oktober ,Bahkan usianya bukan lagi 77 Tahun melainkan 388 tahun sesuai hasil kajian yang mendalam oleh ahli sejarahberdirinya tangerang erat dengan sejarah Sultan Hasanudin Maulana Banten.
Penghargaan Bupati kepada Agus Hasanudin " Paraksa Budaya Topibambu" dan Penulis Buku "Kerajinan Topibambu di Tengah Arus Zaman Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Tangerang"Tigaraksa 26/12/2019

Peluncuran Buku Sejarah dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Tangerang Sinegritas UNINDRA dan Smartfren Community


Dr.Rahayu Permana M.Hum Penulis dan ahli sejarah kelahiran Balaraja Tangerang, Kang Agus ( Penulis Kelahiran Cikupa Tangerang)  dan Moh. arif Widarto(Founder Komunitas )



Kangagus memberikan informasi dan edukasi tentang kenapa buku Kerajinan TopiBambu di tengah Arus Zaman di tampilkan ke dalam sebuah buku , tidak lain adalah agar rekontruksi tradisi budaya yang sudah ada agar tidak di lupakan 

Tas Bambu Terbesar dengaan 286.720 anyaman bambu Hadir di Kampus Unindra Jakarta

Untuk menjadi pelaku usaha yang produknya merupakan tradisi budaya atau kearifan lokal tentu melalui proses panjang. Produk Bambu craft Tangerang masih tetap di lestarikan agar tidak punah.
Mengembangkan ekonomi kreatif anyaman bambu berbasis budaya kearifan  lokal merupakan solusi alternatif untuk menstimulus perkembangan ekonomi kreatif.
Tas Bambu Anyaman Tangerang 

Berikut ini inovasi produk dengan spesifikasi  yang langka dan akan hadir saat peluncuran buku di kampus Universitas  Indraprasta PGRI Jakarta dengan judul " Kerajinan Topibambu di Tengah Arus Zaman : Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Tangerang"
Spek Tas Bambu Tangerang:
Tas bambu berbentuk bulat
Diamter Tas 75 Cm
Tinggi 15 Cm
Bahan tas 5 Pcs.
Di kerjakan 5 hari, 2 Perajin dan 1 Desiner
Memghabiskan  5 Batang bambu dengan panjang 3 meter
Di buat 16 Belahan bambu
Dibuat 512 Lembaran anyaman
Total 286.720 iratan anyaman bambu

Produk Tas Bambu Tangerang

Buku yang akan di lauching

Lauching Buku Topibambu Di Tengah Arus Zaman

Di Era globalisasi berbagai tantangan baru dihadapi oleh para perajin dan pegiat topibambu yang datang dari masyarakatnya sendiri maupun dari dunia luar.Tuntutan konsumen baik terkait dengan kualitas,model maupun desain dihadapi dengan cara berinovasi yang selalu mendampingi dan orang orang pedulu dengan kelestarian,kualitas, design dan kesejahteraan  perajin topibambu.
Acara Peluncuran Buku TopiBambu di Kampus Unindra Jakarta

Topibambu goes to campus bersama Smartfren

Sinergitas di era digital untuk lebih cepat berlari kencang wajib kolaborasi dengan strategi  ABCGM.
Akademisi
Bisnis (Pelaku Usaha)
Community
Goverment
Media

Acara ini kolaborasi bersama UNIS Tangerang bersama Komunitas Topibambu sebagai pengiat kewirausahan ekonomi lokal atau ekonomi kreatif  berbasis lokal.
Kegiatan straregi marketing pun omset atau pendapatan produksi meningkat wajib memiliki keterampilan dalam mengelola akun  media sosial atau strategi di era digital ini, Pembicara dari PT.Smartfren memberikan workshop singkat  agar penjualan di aplikasi media sosial memberikan nilai tambah.





Berkreasi Dengan Bambu bersama LKP topibambu Foundation

Liputan RTV Berkreasi dengan Bambu, liputan ini hadir pakr bambu abah Jatnika dan kang adang  bagai mana bambu menjadi produk kreatif dan inovatif

Mimpi museum Topi Bambu 1001 topi sebagai heritage topi bambu yang telah mewariskan tradisi budaya

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Eco Print dan Percetakan

Pelatihan Eco Print  untuk meningkatkan SDM  agar dapat menciptakan produk lokal agar dapat berdaya saing bersama LKP Topibambu yang telah memiliki sertifkat LSP batik dari Bekraf


Hasil produk Eco Print dan percetakan

peserta Pemberdayaan Ekonomi Kretif

Pembagian sertifikat untuk memiliki tingkat kompentensi

Proses pembuatan digital Printing Kaos

Alat pencetak gelas sablon



Gathering Bersama Komunitas Smartfren

Acara gathering bersama 53 Komunitas Smartfren di area jabodetabek, jawabarat dan Jawa Tengah di mana saling kenal dengan beberapa komunitas untuk saling kolaborasi.

Acara ini langsung di buka oleh GM Smartfren sekaligus diskusi kemajuan smartfren

Kesempatan langsun mendengar  share daei Atta Dan Kaesang saat acara wow smartfren do Dufan Jakarta.

Kangagus komunitas Topobambu hadir di acara gathering di saung Mang engking ,pas acara ini langsung di berikan kesempatan topibambu menjadi bagian profil komunitas yang di tanyangkan langsung  melaluli aksi nyata kegiatan.
,

Edukasi Pemanfaatan Bambu di Sekolah Bersama Youngsters Mandiri Tangerang

Edukasi Topibambu Foundation bersama YoungstersMandiri Tangerang, mengenalkan bambu di kalangan siswa agar mengurangi sampah plastik

Kangagush bersama siswa Sedang mengedukasi kegiatan Goes To School bersama Youngster Mandiri

Pengenalan seni kriya di kalangan Siswa sekolah

Produk Kopeah Bambu

Kopeah bambu kombinasi anyaman bambu dengan bludru dengan motif anyaman bagian atas

Anyaman kopeah bambu kombinasi denfan

Kearifan Lokal berbasis Ekonomi Kreatif Bersama TV One "INDONESIA PLUS"

Liputan "Indonesia Plus" bersama Narsumber DR Rahayu Permana, M.Hum , Komunitas Topi Bambu dan Reporter TV ONE  di Galery Topibambu Tangerang

Tangerang, 24 Oktober 2019 Galeri Topibambu diberikan kesempatan oleh stasiun TV One untuk di liput dan di promosikan di acara Indonesia Plus yang mengupas sebuah produk yang menjadi bagian penting perkembangan Ekonomi Kreatif berbasis kearifan lokal dengan produk berbasis anyaman bambu. Istilah Ekonomi Kreatif mulai ramai diperbincangkan sejak John Howkins, menulis buku "Creative Economy, How People Make Money from Ideas". Howkins (Purnomo, 2016:10) mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah gagasan, atau dalam satu kalimat yang singkat, esensi dari kreativitas adalah gagasan. Maka dapat dibayangkan bahwa hanya dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang relatif 8dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Lebih lanjut didevinisikan Ekonomi kreatif atau dikenal juga dengan sebutan knowledge based economy merupakan pendekatan dan tren perkembangan ekonomi dimana teknologi dan ilmu pengetahuan memiliki peran penting di dalam proses pengembangan dan pertumbuhan ekonomi.