Translate

Sinergitas Topibambu bersama Family Garthering HUT RI ke 74 Bersama Aryaduta Karawaci

Tangerang, 18 Agustus 2019 , Kemeriahan HUT RI ke 74 memberikan nuansa kebersamaan dalam memeriahkan acara Agustusan di Hotel arya Duta Karawaci.
Management memberikan free bagi yang mau ikut  perlombaan dan berenang di country club aryaduta dalan acara back to scholl dan banyak hadiah yang ikut serta dan beberapa ukm ikut mendisplay produknya dan Topibambu juga memberikan edukasi kriya anyaman.
Pembukaan Acara Backto school oleh GM Aryaduta Karawaci 

LKP Topibambu memberikan edukasi acara Back To School 

Bazar UKM 

Peragakan produk kearifan lokal 

Kangagus founder topibambu memberikan edukasi di acara back to school

Semarakan Festival kopi Telaga Bestari Tangerang

Wow, siapa yang tidak kenal kopi, ya tapi beda racikan beda hasil, festival kopi kali ini merupakan ajang pertemuan sesama komunitas kopi dan tentunya owner kopi serta petani kopi untuk saling diskusi dan kolaborasi, telagabestari 16/08/2019.
Festival kopi dan beberapa stand pelaku usaha kopi sekitar 20 stand kopi dengan brand yang berbeda termasuk rasa, Rabika trainer kopi, ilham DP founder Ramue kopi 

Stand Komunitas Topi Bambu ikut serta dalam acara festival kopi at Telaga Bestari 16/08/2019


Mas Rabika sebagai trainer barisata berawal dari belajar bersama untuk kemajuan kopi, melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kopetensi .
Tim Juri saat acara lomba Pembuatan Kopi ,Rabika Fakabir sebagai Trainer  Barista MKI, Ilham DP sebagai Kopkan Museum dan Chandra  sebagai asesor LSP Kopi Indonesia.


Mas Chandara LSF kopi Indonesia tugasnya untuk menilai barista skill, knowladge dan pengalaman dan etika dalam penyajian.

Kopi founder museum dengan wadah ngopi Mas chandra sebagai trainer   Dan akan mengenalkan kopi di arena museum.

Tampak acara tenda festival Kopi

Lomba meracik kopi saat acara di festival Kopi

Saat diskusi sama owner Don Kopi acara ini merupakan bagian penting ajang pertemuan secara bersama  sebagai pelaku usaha kopi, dan memperkenalkan para peracik kopi yang berada di Tangerang pada umumnya dan penikmat kopi untuk memilih aneka rasa selera kopi. 


Koleksi Topi Tangerang yang Mendunia

Perkembangan ekonomi global yang begitu pesat merupakan tantangan dan sekaligus peluang dalam mengembangkan ekonomi keratif dan inovatif guna mengimbangi pangsa pasar yang begitu bersaing. Produk-produk lokal dengan identitasnya masing-masing berusaha untuk tetap bertahan di tengah-tengah produk luar negeri. Hal ini dilakukan guna tetap memberikan peluang kepada tenaga kerja lokal (pengrajin topi bambu) agar tidak meninggalkan produksi lokal yang dihasilkannya. Sebagai salah satu produk lokal di Kabupaten Tangerang yang dihasilkan dari kearifan lokal dari generasi ke generasi  yakni mengembangkan inovasi dan kreativitas kerajian topi bambu dengan berbagai metode pengembangan karyanya. Oleh karena itu,  produk lokal Kabupaten Tangerang tidak bisa begitu saja berjalan dengan sendirinya, disinilah harus ada pelopor sekaligus motor penggerak dari pengembangan kegiatan ekonomi kreatif dan inovatif.

                                        Liputan Topi Tangerang yang Mendunia

Untuk melestarikan dan menjaga tradisi budaya agarvtidak terlupakan, komunitas Topibambu mengucapakn terima kasih terlah diberikan kesempatan dalam liputan acara program TV Maestro Indonesia di RTV. "makin cakep"

Kearifan Lokal menjadi produk Budaya Topi Bambu

DR.Rahayu Permana  pakaian batik ( Peneliti dan Penulis Sejarah kelahiran Balaraja Tangerang) dan Kangagush kelahiran cikupa (Founder Topibambu foundation & Ketua HIPKI DPC Tangerang) memiliki misi dan visi yang sama  untuk membuat sebuah karya nyata dalam bentuk buku.


Cikupa, 10 Agustus 2019 topibambu (kangagush) bersama Bang Rahayu saapaan akrabnya sudah merencanakan untuk menelusuri sejarah kearifan  lokal menjadi produk budaya, pembicaraan kearifan lokal sekala nasional sangat luas.

Indonesia itu memiliki keberagaman budaya yang salah satunya mencakup hubungan kearifan lokal di dalam masyarakat. Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup dan pandangan hidup yang mengakomodasi kearifan hidup—Kita bisa cari tahu apa peranan kearifan lokal dalam membangun sebuah komunitas.
Kearifan lokal merupakan filosofi dan pandangan hidup yang terwujud dalam berbagai bidang kehidupan seperti nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya.

Perjalanan topibambu bersama Bang Rahayu menelusuri jejak kearifan lokal budaya produk topi bambu di mulai ketemu dengan sesepuh keterunan tionghoa yang berada di pasar anyar biasa di sebut ba sien on merupakan keturunan ke tiga sejak orangtua nya masih pedagang topibambu jaman setelah kemerdekaan.

Wawancara dan diskusi tentang sejarah topibambu hingga saat ini masih ada yang aktif membuatnya lebih lengkaop nanti ada di buku...he he  tunggu ya.

Kangagus bersama produk topibambu untuk giatkan kembali agar tidak terlupakan

Workshop Kriya Kreatif PT.Asuransi Jasindo Bersama LKP Topibambu Foundation

Foto bersama Customer Gathering Jasindo setelah Workshop Kriya  bersama LKP topibambu foundation


Suasana Workshop kriya anyaman


Hasil produk karya peserta saat workshop


Produk Kreatif dan Inovatif Bambu Craft Tangerang

Perkembangan suatu produk akan bernilai jual tinggi  wajib memiliki kualitas dan nilai keunikan yang dapat memiliki nilia heritage.

Kultur budaya kab.tangerang saat ini di kenal sebagai kota 1000 industri dan banyaknya perubahan dari penduduk urban yang dari berbagai suku dan budaya yang ada di Indonesia dapat di lihat di tangerang.

Mempertahankan dan melihat potensi heritage anyaman bambu di tangerang masih banyak SDM yang ahli membuat anyaman Bambu menjadi topi. Pengiat pemberdayaan biasa di kenal kangagush topi bambu, kangagush sudah 9 tahun lalu telah membentuk wadah Komunitas Topibambu bahkan telah mendapatkan rekor dunia topibambu terbesar dan telah memproduksi  Topibambu 10.000 selama 2 bulan.
Video pembuatabmn anyaman topibambu dan kopeah bambu atau bambu peci, Instagram : topibambu dan bambu peci

Produk kreatif dari Bambu

Termos stenless tahan panas dan casing bamboo

Jam Tangan bambu unisex ringan, merk alf din tali warna leather

Topi bambu unik, topibambu keren, topibambu copet, topi bambu santai

Sepatu serat bambu

Membangun Inovasi Daerah dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Pertumbuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kian hari kian berkembang, namun di era digital atau biasa di kenal Era Revolusi Industri 4.0 secara radikal merombak norma norma yang manual menjadi lebih instan bahkan yang lebih cepat melaju di bidang transportasi dan penjualan online.

Kangagus tidak membahas yang telah berjalan namun kangagus mengamati perkembangan khususnya di kab tangerang saat ini.
Sektor lapangan kerja ternyata masih banyaknya SDM yang belum siap diterima oleh dunia industri meskipun  di tangerang di cap sebagai kota 1000 industri dengan jumlah penduduk sekitar 3.5 juta jiwa namun hal yang miris terkadang ada oknum jika ingin kerja harus membayar uang masuk, jadi ingat jaman kolonial.

Sektor ekonomi Pengamatan kang agus pernah survei ke beberapa kecamatan baik zona bagian pantura, bagian barat dan bagian tengah ekonomi masyarakat di pedesaan waktu itu tumbuh berkembang namun 5 tahun terakhir ekonomi masyarakat kecil tergilas oleh toko ritel yang jarak tidak jauh bahkan bersampingan dan akhirnya ekonomi masyarakat kecil akhirnya bangkrut Oleh toko ritel modal besar.

Ini gambaran kecil yang bisa di sampaikan bagaimana membangun inovasi daerah apabila ekonomi masyarakat di kampung atau desa tidak fokus pada perhatian. Perkembangan ekonomi kreatif 10 tahun terakhir baik sektor mikro atau menengah mulai mengeliat dengan dorongan pusat di bentuknya Badan Ekonomi Kreatif, namun kegiatan di arus bawah khususnya berjalan lambat sehingga jika usaha mikro tidak fokus dan memgikuti era digital ini maka akan tertinggal pula.

Di Tangerang banyak subsektor ekonomi kreatif namun semua belum maksimal di galakan baik berbasis komunitas atau starup digital salag satunya adalah komunitas Topibambu yang masih eksis melakukan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal khususnya kerajinan bambu.
Tradisi budaya kerjinan tangerang yang masih di giatkan oleh komunitas topibambu, promosi ekonomi kreatif tradisi budaya menganyam pun hingga ke luar negeri di promosikan dan bahkan ekspor produk kerajinan t

Inovasi Produk Anyaman bambu Tangerang

Fedora rumbai
Topi bambu model Rumbai fedora

Workshop sinarmasland
Galakan topibambu bersama sinarmas land

Tampil musik Indonesia bersama Indonesia Bamboo Community pakai Produk topibambu di sarawak expo 2019

Tim Indonesia Bamboo Fashion visit ke Perbatasan Indonesia sarawak melaluI Perbatasan Malaysia-Indonesia 

Inovasi kopeah atau bambu peci kombinasi anyaman bambu

Mr Penyabar dari HIMNI Nias gunakan topibambu sambrero

Foto Peserta Sarawak Timber Expo 2019 saat workshop di Gedung Berno Convention Center Kuching gunakan topi Master Koki dan Topi Sambrero rumbai 

Tuan Yang Terutama Yang di Pertua Negeri Sarawak Gunakan Peci Bambu SMEs Expo Sarawak 2019

Expo Sarawak Expo 2019, Berneo Convention Center Kuching ,Stan Indonesia Bamboo Fashion di kunjungi dan di Coba oleh Toh Puan Raghad Kurdi Taib ke gerai Bamboo (29/06)

Peserta expo mengikuti workshop dengan Instruktur Kangagus dari LKP Topibambu  Di BCCK 28/06
Kuching, 29 Juni 2019 acara Sarawak Timber Expo 2019 Berneo Convention Center Kuching, Tuan Yang Terutama Yang di Pertua Negeri, Tun Abdul Taib Mahmud telah keliling ke beberpa stand di expo sarawak.

Beliau di dampingi oleh Toh Puan Raghad Kurdi Taib saat berkunjung ke gerai bambu (Buluh)  stand Indonesia Bamboo Fashion pameran expo dari UMKM, Produsen kayu, dan Galeri Pool Of Young Designer di tampillan semua produk nya.
Indoneaian Bamboo Fashion di wakili bambu Carft Tangerang dan workshop kerajinan bambu  dan stand pameran menampilkan produk topi bambu, Kopeah Bambu , Tas Bambu, Sepatu bambu, Jam Tangan Bambu.

Display produk dari Indonesia dan Pentas musik angklung dan Band dari Indonesia Bamboo Community dengan produk musik bahan baku gitar bambu, suling drum bambu.
Stand Pameran Indonesia Bamboo Fashion di BCCK Sarawak Expo 2019 27-30 Juni 2019

Indonesia Bamboo Fashion tampilkan Produk Di Sarawak Timber SMEs Expo 2019


Kerajinan bambu terus mengalami perkembangan. Bambu kini telah banyak diolah menjadi beragam kerajinan. Salah satunya topi. Topi bambu telah menjadi khas kebudayaan di Tangerang  sejak era tahun 1800-an.

Setelah mengalami pasang surut pada tahun 1900an, hingga saat ini produk topi bambu masih bertahan Digiatkan kembali melalui komunitas Topi Bambu Tangerang yang digawangi Agus Hasanudin biasa panggil Kang Agus telah merintis usaha topi bambu sejak  2010. Sembilan tahun berjalan, topi bambu telah tembus ke berbagai negara di dunia.

Topi Bambu Indonesia, Even besar Sarawak Timber  SMEs Expo 2019 ini dibuka langsung oleh Chief Minister of Sarawak atau Ketua Menteri Serawak, Datuk Patinggi (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg


Di workshop kangAgus telah memproduksi beragam topi bambu, mulai dari topi fedora, sombrero, koboy, pandu boater hingga path semuanya bahan dari  anyaman bambu

"Kita ingin melestarikan topi bambu yang menjadi tradisi budaya menganyam topi bambu dan di pakai logo Kabupaten Tangerang tahun 1943 agar  Topi bambu ini jangan sampai punah," ujar Agus kepada Merdeka.com di sela acara pameran di Serawak, Malaysia, Jumat (28/6).

Sebuah Kehormatan Topibambu Indonesia diserahkan oleh Agus Hasanudin di Even besar Sarawak Timber  SMEs Expo 2019 ini dibuka langsung oleh Chief Minister of Sarawak atau Ketua Menteri Serawak, Datuk Patinggi (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Kang agus Perwakilan Indonesia Bamboo Fashion bersama Indonesia Bamboo Community (IBC) Kang Adang, Mr Sam Udjo  founder Musik Angklung dan Mr Purwito Delegasi untuk bamboo Indonesia

KangAgus mengungkapkan, awalnya dirinya memproduksi topi anyaman bambu untuk pelajar, Seiring  berjalannya waktu, pihaknya membuat beragam jenis topi berbahan baku anyaman bambu, Terutama untuk bentuk topi sesuai pesanan (custom). Sebagian besar topi yang dipesan merupakan topi untuk kebutuhan feysen.

Dalam pembuatan topi bambu ini, kangAgus memberdayakan masyarakat di Tangerang untuk memproduksi bambu agar memberikan dapak ekonomi kreatif.

"Kita juga memberdayakan masyarakat. Total ada 30 desa yang tersebar  di 10 Kecamatan di Tangerang," ungkap Agus. Di mana potensi SDM yang memiliki keahlian menganyam secara turun temurun sejak dahulu Dan kolaborasi dalam pemasaran produk bersama Angkasa Pura II.

Agus sendiri memiliki galeri topi bambu " Bambu Craft Tangerang " yang berlokasi di Cikupa, Tangerang. Dia menjual beragam topi bambu dari harga Rp 5000 sampai Rp2 juta per buah sesuai model dan bentuk topi

Bahkan, topi bambu buatannya telah dipesan dari berbagai negara, mulai dari Asia hingga Eropa. KangAgus memanfaatkan pernjualan secara online lewat website dan media sosial.

"Pesanan dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, Jepang, Korea, Dubai, Belanda hingga Perancis. Terakhir dari Korea dan Jepang mereka datang langsung ke galeri. Mereka tahu produk kita lewat dunia maya, dari website dan instagram @topibambu," ucapnya Di Even ini Indonesia Bamboo Fashion (Bambu Craft)  di berikan Booth untuk menampilkan produk bambu fashion yang telah menjadi mitra Binaan Angkasa Pura 2 dan sinergi mengikuti langsung support acara SMEs Expo Sarawak 2019

Display stand Bambu Craft Sarawak Timber Expo SMEs 2019 at Berneo Convention Center Kuching (BCCK) Malaysia ,Sarawak 27 -30 Juni 2019


Salah satu topi yang cukup unik, Agus pernah membuat sebuah topi bambu berukuran raksasa yakni dengan diameter 2 meter. Topi tersebut dinyatakan oleh MURI sebagai topi terbesar di dunia.

"Ini jadi topi terbesar yang pernah kita buat.  Untuk membuat topi ini dikerjakan selama 7 hari," kata kang Agus.diundang mewakili indonesia bamboo fashion dan Indonesia Bamboo Community dalam acara pameran bertajuk 'Sarawak Timber & SMEs Expo' yang digelar di Borneo Convention Center Kuching (BCCK). Acara yang digelaar selama 4 hari ini, Kang agus juga workshop craft bamboo di acara expo sarawak ini ujar kangagus sebagai Ketua HIPKI (Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia) DPC kab.Tangerang  saat ini selain melakukan kerjasama untuk desa kreatif bersama Desa Budaya di sarawak(28/06)
Workshop Pembuatan anyaman bersama LKP Topibambu foundation peserta pameran Sarawak Timber Expo 2019

Workshop bersama Sekolah Menengah Kejuruan Daerah Kuching Sarawak

Kangagus dalam mempersiapkan bahan ajar anyamam bambu acara Expo SMEs Sarawak 2019 gedung  BKKC


Even besar Sarawak Timber  SMEs Expo 2019 ini dibuka langsung oleh Chief Minister of Sarawak atau Ketua Menteri Serawak, Datuk Patinggi (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg. Ketua Menteri Serawak pun memiliki topi buatan kang Agus.

Produk sederhana kaya akan fungsi Termos Bambu

Kebutuhan air sangat penting bagi tubuh manusia, baik air panas atau air dingin namun kebutuhan tersebut harus di simpan dan jika dibawa memberikan nilai kearifan lokal. Miliki produk sederhana ini akan kaya fungsi.
Tanpak keseluruhan termos ornamen bambu dalam fungsi dapat untuk air panas atau pun dingin dan berfungsi tahan lama

Tanpak di buka dan bagian atas bisa berfungsi sebagai gelas

Produk Sedotan dan Sendok Bambu

populasi bahan plastik di semua aktivitas berbelanja memberikan dampak yang negatif setelah melihat di Tempat Pembuangan Akhir sampah karena sukar di urai dan membutuhkan waktu yang lama.

Terkait problem di atas  minimal pengunaan sedotan pelastik di dapat di ganti dengan sedotan bambu dan terus di manfaatkan tanpa menimbulkan limbah.
Produksi sedotan bambu, sendok bambu, garfu bambu dan pisau bambu serta pembersih sikat sedotan