-->
  • Potensi kerajinan di Banten Tidak Bisa Ikut MEA

    Topi bambu ikut hadir kunjungan di acara Dekranasda dan pameran Kerajinan untuk seluruh indonesia, acara puncak Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) HUT ke -35 tepatnya di Gedung SMESCO di hadiri semua provinsi di indonesia.

    Namun semu produk kerajinan lokal dan produk asli provinsi di tampilkan, topibambu berkeliling seluruh stand  dengan kaget dan kecewa Dekranasda Banten dengan memiliki tangerang, cilegon, baduy tidak ada khas yang di tampilkan sebagai aset produk lokal, apakah ini namanya tidak ada kepedulian terhadap produk asli provinsi Banten.

    Sesuai anjuran menteri Perindustrian dalam menghadapi MEA kerajinan memiliki pasar sendiri kutipan dari " http://citraindonesia.com/kerajinan-lombok-siap-hadapi-mea/"

    Nah bagaimana dengan banten kalau seperti ini banyaknya UKM tapi di ajang nasional saja pelaku tidak di ajak .

    Lebih jelasnya saat acara di resmi ini menghadirkan aneka kerajinan , Ada Apa Dengan BANTEN" ini link http://sharia.co.id/2015/06/04/munas-dekranas-hadirkan-ragam-kerajinan/

    Tidak ada Kerajinan Lokal Banten
    Stand produk lokal provinsi
    Stand diskusi Dekranas
    KREASI BAMBU
    Stand pameran 
    Pintu masuk pameran
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Artikel

Sejarah Topibambu ada di Desa Cikupa

Desa Cikupa berdiri pada tahun 1922, pada saat itu dipimpin oleh Kepala Desa I (pertama) yaitu Bapak MUDERI. Pada awal kepemimpi...