Pelestarian Budaya Dengan Museum 1001 Topi Bambu

Sejak Banten menjadi provinsi yang sebelumnya bergabung dengan Jawa Barat, Banyak saksi dan sejarah baik cagar budaya, Museum, bangunan bersejarah hingga saat ini terus terjaga. Semua ini sesuai tugas dan tanggungjawab Instansi yang terkait, Kangagush pun berkunjung serta diskusi tentang kemajuan kebudayaan  yang ada di Banten dan tidak jau dari Pusat Keramaian  kota Serang hanya ditempuh 15 Menit dari Mall Of Serang melalui Taksi Online. Ini alamat lengkap nya Jl. Letnan Djidun (Komplek Perkantoran), Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten 42115.

,

Kangagush Bersama  Kanit Dokumentasi dan Publikasi BPK Wil VIII Fajar Satya Burnama "Foto di Depan Ruang Koleksi BPCB Banten"

Setelah tiba di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten adalah unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang pelestarian cagar budaya yang wilayah kerjanya meliputi 4 provinsi daerah yaitu Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Balai Pelestarian Cagar Budaya mempunyai tugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya di wilayah kerjanya. BPCB Banten memiliki Visi yaitu Terwujudnya kesadaran dan peran masyarakat dalam pelestarian cagar budaya.


Kangagush dengan Yayasan Topi Bambu ingin diskusi tentang MUSEUM  dengan harapan akan di buat Museum 1001 Topi Bambudi Tangerang, ini merupakan rencana besar sehingga dapat memberikan manfaat untuk masa depan generasi muda dan dunia pendidikan pada khususnya, sesuai Peraturan Pemerintah No.66 tahun 2015 salah satunya memanfaatkan Koleksi dan mengkomunikasikan dengan masyarakat dari diskusi berlangsung Kanit Dokumentasi dan Publikasi BPK Wil VIII Fajar Satya Burnama dengan penjelasan memberikan pengembangan tentang pemajuan kemudayaan khususnya di Propinsi banten salah satunya VISI BPCB Banten sebagai berikut:

  1. Meningkatkan upaya pelestarian cagar budaya di wilayah provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Lampung.
  2.  Meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia dibidang pelestarian cagar budaya.
  3.  Meningkatan fungsi museum situs.
  4.   Meningkatkan kerjasama antar pemangku kepentingan.
  5.   Meningkatakan apresiasi dan peran serta masyarakat terhadap kelestarian cagar budaya.
  6.  Meningkatkan layanan perkantoran dan kesekretarian secara profesional dan akuntabel (Arsip BPCB Banten, 2017).

Berikut ini Master Plan yang telah di buat semoga dapat terrealisasi  link youtube nya di buat oleh Ramy sebagai Arsitektur yang sekaligus founder Topibambu klik link dibawah ini

 Desain Museum 1001 Topi bambu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages