Selamat Datang

Kamis, 16 Maret 2017

Apa itu BUM Desa, pasti anda pernah mengenal tentang desa atau di sebut BumDes  " Badan Usaha Milik Desa"saya langsung belajar dari FARID HADI DI Usaha Desa melalui e learning.

Undang undang Desa No.6 tahun 2014 tentang Desa :
Pasal 1 angka 6
Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya di sebut BUMDes, adalah Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya di miliki oleh Desa melalui penyetaraan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya sebesar besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Atau singkatnya BuMdes iani Badan Usaha yang dibentuk secara koletif  oleh Pemerintah desa dan masyarakat.

Pengaturan BUMDesa dapat di lihat lebih rinci  sebagi berikut :
1. Undang Undang Desa No.6 Tahun 2014 tentang desa  pada Bab X pasal 87 sd 90

Usaha yang dapat di jalankan adalah bidang ekonomi dan atau pelaynan umum sesuai peraturan dan perundangam yang berlaku.

BuMDesa di betuk dan atau didirikan oleh pemerintah desa dan warga desa melalui musyawarah desa.
Keuntungan usaha menjadi bagian pendapat  asli desa untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa.

Manfaat Usaha Desa  sebagai berikut
1. Mendukung usaha UMkM Desa
2.mengelola aset Desa untuk lebih manfaat bagi kesejahteraan
3.Mendukung Usaha Warga misalnya membangun akses pasar.
4.Mengembangkan kerjasama BUM Des dengan pihak lain.
5. Menciptakan peluang pasar.

Selengkapnya...

Minggu, 05 Maret 2017

Kreatifitas dan potensi budaya lokal terutama potensi mahasiswa merupakan tulang punggung untuk kemajuan bangsa.
Lembaga Kursus dan pelatihan Topibambu bekerjasama dengan Kampus UNIS Tangerang fakultas pendidikan untuk mengadakan pelatihan Membatik secara mandiri.

Semoga hasil akhir pelatihan ini akan memberikan manfaat  bagi mahasiswa yang ingin terjun langsung dan ingin berwirausaha di dunia batik ujar dosen pembimbing kewiraisahaan pak rojak, berharap mahasiswa  dengan kegiatan ini memberikan konsep dunia usaha dan membuat produk kreatif  batik muatan lokal.

Kangagus sebagai founder LKP Topibambu akan terus memberikan motivasi dan kreativitas membatik menjadi muatan lokal dan produk berbasis desa sehingga  menjadi Desa Mandiri yang dapat menciptakan lapangan kerja di bidang membatik.

Persiapan membatik setelah di desain
Wefieb sebelum praktek membatik
Desain batik sebelum di canting
Proses pewarnaan
Hasil pewarnaan
Aneka hasil pewarnaan
Hasil membatik 3 terbaik
Hasil kreasi membatik kangagus bersama Mahasiswa UNIS Tangerang
Selengkapnya...

Rabu, 01 Maret 2017

Indonesia sebagai negara berkembang kini telah memasuki erabaru dalam dunia perekonomian.Asean Economi Community atau biasa dibsebut MEA menjadi suatu realitas yang harus di laksanakan sebagai kesepakatan KTT thn 2011 lalu ungkap Abdullah, S.Sos, M. Si Kadis Pemberdayaan Masyarakat desa Kab.Serang

Dalam kegiatan pertemuan dan pembinaaan baik UPK, BKAD dan pemerintah Desa , Kangagus dari Himpunan pengusaha Muda Indonesia bidang UKM dan memiliki Komunitas Topibambu memberikan konsep Desa Kreatif dan Desa Preneur untuk menuju perkembangan Desa Maju sesuai Undang  Undang desa No.6 tahun2014.

Berikut kegiatan pemberdayaan dan share kewiraushaaan Masyarakat DesA yang memiliki 32 Kecamatan dan sekitar 320 Desa di kab.Serang. ujar Kabid Dra. EPON ANIH RATNASIH.

Berikut jepretan kegiatan.

Cendramata INDUSTRI KREATIF BAMBU
Peserta pemberdayaan desa kab.serang
Tanya jawab bersama peserta desapreneur
Lokasi hotel jayakarta anyer
Selengkapnya...

Minggu, 26 Februari 2017

Perjalanan dan proses menjadikan sebuah kampung yang dulu di awal tahun 2007 , Satu tahun kemudian 2008 dengan hobi jalan jalan dan kuliner  Ibu Haji nya mencoba memberanikan untuk mmebuka kuliner makanan dan kampung kalapa sangat sepi dan masyarakat tidak menduga ada sebuah resto sederhana mulai 5 gubung dan sekarang berkembang menjadi 20 gubung dengan memperdayakan pembuatan lapangan kerja saat ini sudah sebanyak 50 orang, ungkap pak Haji Arifin sambil minum teh poci di atas saung bersama Kangagus topibambu bercerita tentang Desa Kreatif ala Topibambu.

Hal yang menarik adalah bagaimana masyarakat mengetahui adanya resto yang di pojok ini, kerjasamapun berjalan dengan menulis artikel dan link di website topibambu memberikan trafik yang baik untuk media promosi.
Proses peningkatan pelayanan untuk pelanggan pak Haji pun selalu mengembangkan inovasi dan program unggulan mulai adanya taman, tempat outbond, jungle walk, wisata rusa, dan kedepan adanya perahu untuk kedepan.

Semoga ide  Kampung Kreatif ini akan memberikan nilai lebih dengan adanya seni belajar membatik di kampung Kalapa ini agar menjadikan Kampung kreatif memiliki nilai budaya membatik lokal berkerjasama dengan Lembaga Kursus Dan pelatihan TopibambuFoundation untuk mengembangkan Nilai kearifan lokal akan selalu ada agenda pelatihan membatik, pelatihan kerajinan bambu dan rotan.

Berikut ini hasil jepretan nya semoga menjadi Kampung Wisata Kreatif Kab.Tangerang menjadi bagian yang dapat membangun Tangerang.

Gerbang perkemahan
Warung Mini 
Wisata Rusa di Kampung kreatif
Rumah bambu untuk keluarga
Joging track atau junggle walk
Tempat pertemuan
Outbond untuk siswa TK
Gubung Saung Kalapa
Wisata Pemancingan
Track Outbond dan sungai kecil
Tugu Selamat Datang Di Kampung kreatif
Selengkapnya...

Kamis, 23 Februari 2017

Perkembangan Industri Kreatif yang di canangkan oleh Presiden Jokowi saat temu kreatif di ICE BSD sebagai tulang pungung ekonomi Indonesia, sesuai arahan dalam nawacita Presiden untuk mengerakan perekonomian rakyat.

Komunitas topibambu  berkesempatan menghadiri temu Industri Kreatif di jakarta Sahid Hotel di adakan Kementerian Koperasi dan UKM RI Asdep Produksi dan jasa. Pada kesempatan ini, kami juga ..kangagush bergabung di HIPMI Kab.Tangerang sebagai ketua Bidang Koperasi,UKM dan star Updan memiliki usaha  lebih konsentrasi Industri Bambu Indonesia. prof Elizabet Wjaja sebagai ahli Taksonomi bambu memberikan peluang peluang di luar negeri mulai pemanfaatan limbah bambu menjadi sabun, shampo,arang dan lain sebagainya.
Peserta temu Kreatif Bambu ini mencakup Wilayah Banten dan Jawabarat baik UKM, Komunitas maupun Koperasi Produsen.
Indonesia Bambu Community yang memberikan pengalaman ekspor produk Musik daei bahan material bambu, yang sebelumnya kang adang founder IBC ini. Telah 6 tahun menetap di jerman, dan setelah selesai study nya membuat alat music bambu ini untuk mengangkat potensi Sumber Daya Alam Bambu khususnya untuk menjadi produk bernilai tinggi. Produk Industri Kreatif Kab.Tangerang memberikan warna dan memperkaya produk lainnya seperti topibambu, kopiah bambu, tas bambu, dompet dan lain sebagainya.

Semoga harapan temu Industri Kreatif ini merumuskan dan memberikan jawaban  agar produk bernilai jual tinggi dan dapat masuk ke pasaran luar negeri ujar Ibu Victoria sebagai Asdep Produksi dan Jasa Kementrian Koperasi dan UKM RI saat penutupan acara di jakarta Grand Sahid Hotel 22 sd 23 Februari 2017

Kangagus Acara Temu Industri Kreatif
Kang Adang Founder IBC Bandung
Bunda Prof .Elizabet Wdjaja ahli Taksonomi Bambu
Kangagus Memainkan Produk Gitar Bambu
Produk Bambu lainnya
Peserta INKRAF
Tampilan music bambu 
Produk Industri Kreatif
KOPIAH BAMBU TNG
Dompet anyaman bambu
Selengkapnya...