Selamat Datang

Minggu, 13 Agustus 2017

Kerajinan topibambu tangerang berdasarkan wawancara langsung bersama Dr.Mufti Ali sebagai peneliti sejarah Banten  yang pernah kuliah di Belanda berdiskusi bersama Kangagush ke dua kalinya pertemuan, bahwa perjalanan panjang Tangerang sampai saat ini banyak di ceritakan dalam buku sejarah yang telah di baca di musium Belanda ketika beliau studi disana.

Legenda dan perjalanan bahwa produksi topibambu tangerang kala itu dibenarkan secara literasi tahun 1887 sudah priduksi sebanyak 145 juta untuk di ekspor ke Amerika dan Eropa kala itu.

Perjalanan kangagus pun dengan komunitas topibambu  menelusuri pabrik yang ada di depan cisadane atau duku di sebut grendeng  dan ketemu dengan pak ajat sebagai generasi penerus kala itu bagaimana topibambu dapat di pakai di kegiatan pramuka dan di kunjungi oleh Presiden Soeharto sekitar tahun 1980 an ke produksi Topibambu di Tangerang.

Berjalan produksi topi pramuka masih memiliki kejayaan di Tangerang karena produksi sekitar 8.000 kodi di distribusi ke wilayah seluruh Indonesia bahkan Asean untukntipi Pandu coklat. Ya sekitar 1.920.000 topi pramuka di gunakan setiap tajunnya sejak 1990 sd 2014 lalu karena transaksi tersebut kangagus punmenjual online 1 bulan sekitar 600 kodi .

Melihat latar belakang perjalanan topibambu Tangerang secara produksi yang di anyam oleh masyarakat Tangerang  dari 8 Kecamatan dan 50 Kampung atau Desa sekitar 2.000 masyarakat waktu itu masih ahli mengayam untuk produksi topi loso atau ilaban..

Perkuatan perjalanan topibambu adalah telah di raihnya Rekor Dunia Topibambu terbesar berdiameter 2 meter pada tanggal 7 Agustus 2011 kepada Komunitas Topibambu dan mulai saat itu ekspos di media sosial, baik website,blog,twitter  sampai liputan berbagai dunia TV dan cetak pun  telah di publish.

Nah semoga gambaran ini dapat memberikan referensi bahwa perjalanan panjang topibambu tangerang masih ada dan jangan di lupakan. Bahkan kangagus sudah mencatat dalam buku nya tentang topibambu Tangerang " Jelajah 3 Kota 2 Negara " dalam buku Travel Writing bersama Gong Publish.

Foto dok Pribadi pak Ajat saat kunjungan Presiden Soeharto
Rekor Dunia Topibambu 2011
Gerakan Pramuka Gunakan Topibambu Pandu
Topibambu dalam Catatan Travel writing Kangagus
Industri Topibambu Sinar Tangerang tahun 1980 an
Selengkapnya...

Kamis, 10 Agustus 2017

Banyak sumber yang telah di tulis di berbagai artikel, bahkan informasi yang di baca satu sumber dengan sumber lainnya hampir mirip dan sama. Berbicara sejarah memang perlu di sertai data pendukung.

Perkembangan sejarah topibambu ,kami kaomunitas topibambu  (kangagus) dan beberapa teman blogger tangerang membuat komunitas ini berawal dari misi yang sama sebagai media jurnalis dan membantu agar produk yang tdk bisa on line menjadi online ujar pendiri komunitas topibambu kang kombor,begenk,andisakab,chevot,rizky,ramy sebagai inisiator bagai mana membentuk komunitas  yang memiliki nilai sejarah.

Tepatnya 25 Februari 2011 komunitas topibambu terbentuk dan bersamaan dengan berdirinya kami bersama rekan rekan mencari data dan sumber pemgrajin dan penganayam topibambu yang masih banyak di kab.tangerang dengan ber.bagai sumber.
Perjalanan bulan dengan bulan kamipun dapat mencatat kerajinan topibambu ternyata masih berjalan.

Perjalan pertama berawal ketemunya sentra pengrajinbdi pasar kemis yaitu mang endin yang saat itu sudah berjalan hampir 20 tahun menggulati pembuatan topibambu sebagai produksi topi pramuka " 30 Februari 2011"

Perkembangan topibambu generasi saat ini sudah mulai langka dan kaminpun menelusuri ke daerah pengayam dari 7 kecamatan yang kami datangi adalah
Jambe,panongan, cisoka,pasarkemis,sindangjaya, solear,tigaraksa dan balaraja.

Berjalan dengam waktu kaminpun melihat informasi dan sentra pengrajin jaman dulubsejak 1904 sdh ada di daerah tjiokoepa  sumber gambar musieum belanda.

Keahliannpengrajin topibambubtangerang bersama komunitas topibambu telah mencatat sejarah baru karena telah mendapatkan rekor dunia " topibambu terbesar di dunia dengan diamter 2 meter" di anugerahi oleh MURI tangal 7 Agustus 2011 .

Nantikan catatan sejarah berikutnya.

Artikel lengkap ada 

Www.kangagush.blogspot.co.id

Www.topibambufoundation.com

Www.topibambunews.com

Www.jurnalrosid.com

Www.travelkompas.com

Instagram : ropibambu

Twiter : topibambu

Facebook : topibambu

Wa. 0819-0504-2927

Catatan sejarah Topibambu Rekor Dunia 2011
Pameran komunitas Topibambu
Pabrik sinar tangerang Produsen Topibambu
Kunjungan Presiden soeharto- RI 2
produsen topibambu tangerang
Naskah asli ada di anak Produsen Topibambu Tangerang
Selengkapnya...

Minggu, 30 Juli 2017

Gerakan hijau atau menanam di lingkungan BSD yang dilakukan Sinarmasland bersama komunitas topibambu sekaligus workshop pembuatan topi dan topinya langsung dipakai

Dalam sambuatanya direktur sinarmasland berharap trus berlangsung agar anak cucu merasakan oksigen yang asri. Dan pak asda mewakili bupati agar gerakan menanam harus diwariskan ke pada generasi penerus.

Kegiatan ini berlangsung 2 hari dan peserta belajar mulai menanam, budidaya dan workshop langsung di ruang terbuka hijau botanical park BSD.

Spanduk pelatihan pembuatan topibambu
Instruktur pengenalan setelah selesai workshop
Hasil karya peserta festival hijau
Smartfren support acara 
Peserta festival hijau
Kreatifitas acara festival hijau dengan topibambu
Kangagus bersama kadis disporabudpar
Pak asda menanam pohon
Cendramata topibambu ke pak kadis disporabudpar kab.tangerang
Selengkapnya...

Minggu, 11 Juni 2017

Inovasi dan kreatifitas  dan pengalaman untuk membuat aneka motif dan desain yang berbahan baku anyaman bambu dan serat bambu, Kangagush mendesain beberapa contoh semoga inovasi dan karya ini dapat bermanfaat.

Sajadah serat bambu Mekah
SAJADAH SERAT BAMBU MASJID BANTEN
Motif sajadah anyaman danbserat bambu
Sajadah serat bambu gold
Sajadah Serat bambu Besar
Sajadah serat bambu Traveller
Sajadah serat bambu sederhana
Sajadah anyaman bambu
Sajadah anyaman bambu
Kangagus dengan sajadah bambu
Kangagus sajadah serat bambu
Selengkapnya...

Senin, 05 Juni 2017

Perjalanan apapun yang dilakukan harus memiliki arti dan tujuan, ini kutipan dari Sang Pendiri Rumah Dunia
Melakukan perjalanan tanpa dituliskan,hanya akan mengenang rasa lelah, Ketika di tuliskan, kecintaan pada alam akan terasa di kenang sepanjang hayat.Orang orang di masa depan akan bercermin.Buku ini adalah bukti. Kangagush mengenal buminya serta membagi kepada kita semua . - Gol A Gong (travel writer, Pendiri Rumah Dunia)
#travelwriter
#golagong
#topibambu

Semoga buku yang ditulis dapat memberikan manfaat.

Selengkapnya...