Produk Tas Tenong Tangerang Lauching di Hari Bambu Nasional 2018

Hari Bambu Nasional di tanggal 26 November 2018 ini di selengarakan di Bandung,  Kampung Bambu dan bersama sama insan pengiat bambu hadir di dalam sebuah Perkumpulan Pelaku Usaha Bambu Indonesia (PERPUBI) yang sekaligus menjadi barometer untuk kemajuan bambu Indonesia di mata Internasional.

Rangkaian Acara Hari Bambu Nasional ini berlangsung tanggal 24 sd 26  di Kampung Bamboo Bandung,  kegiatan sederhana mulai Bamboo Challenge,Pasar Bamboo dan Munas Perpubi yang menjadi bagian penting untuk Barometer untuk kemajuan Bambu Indonesia.
Perpubi merupakan bagian penting insan pelaku usaha bambu Indonesia  agar Sumber Daya Bambu di Indonesia sangat melimpah dari sabang sampai merauke. 
Inovasi dan kreasi sebuah produk yang harus dilakukan agar aneka ragam Bahan Baku dari bambu dapat memiliki nilai jual dan menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi. 

Sekolah Bambu Tangerang di buat oleh founder kangagush dengan harapan agar nilai tradisi kerajinan bambu khususnya anyaman topi bambu dari jaman dahulu sebelum kemerdekaan RI ini Tangerang telah menjadi Industri Topi tahun 1887 hingg 1940 sudah menjual keluar negeri. 

Hasil karya nyata Sekolah Bambu Tangerang yang bagian dari Lembaga Kursus dan Pelatihan Topibambu Foundation yang telah memiliki ijin operasional dan Badan Sertifikasi Membatik dari BEKRAF  ingin memberikan edukasi dan mempertahankan tradisi  budaya kerajinan bambu khususnya kerajinan  bambu yang tersebar di 9 kecamatan di Kab. Tangerang hasil obsevasi dan survei oleh Sekolah Bambu Tangerang ini masih banyak yang ahli mengamyam sekitar 3450 penganyam di desa desa. 

Tas bambu atau tas Tenong ini merupakan karya nyata untuk desain produk dari Sekolah Bambu Tangerang (SBT) agar dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dengan little Industri Kreatif  agar menjadi sebuah produk bernilai jual tinggi dan menjadi unggulan produk Indonesia  dengan bahan bambu menjadi Wonderful Tangerang. 

Selamat Hari Bambu 2018  Bambu Is Wonderful .

Bandung, Kampung Bamboo 26 November 2018
 Agus Hasanudin,ST
Founder Komunitas Topibambu
Founder Sekolah Bambu Tangerang
Founder LKP Topibambu Foundation
Founder Akademi Wirausaha Indonesia (AWI) 
Founder Topibambu News
Perkumpulan Pelaku Usaha Bambu Indonesia (PERPUBI)
Www.kangagush.blogspot.com
Www.sekolahbambu.blogspot.com
Www.infoawi.blogspot.com


Inovasi Bambu menjadi Kopeah Bambu Tangerang merk ALF DIN 
Karya nyata kreatifitas menjadi Sejadah Bambu
Topibambu Koboy 
Topibambu fedora dan Piagam Rekor Dunia "Topi Bambu Terbesar berdiamter 2 meter"

Kepanduan Pramuka Gunakan Kembali Produk Kearifan Lokal dari TopiBambu

Pendidikan karakter dapat lebih fokus di lakukan di kegiatan Pramuka,  karena pramuka lebih mengajarkan bidang kepanduan untuk mencetak generasi mandiri dan jiwa kepimpinan.

Sejarah Kepramukaan Lord Baden Powel dahulu menggunakan topibambu untuk pramuka,  namun saat ini sdh jarang menggunakan lagi terkait kebijakan. 

Model topi pandu minimalis dan cocok untuk Penegak pramuka. 

Topibambu pandu KNIL untuk putri

Topibambu koboy ala Amerika 

Pendidikan Budaya Kerajinan Anyaman Bambu Warisan Tradisional Tangerang Tempo Dulu yang Unik

Topibambu merupakan warisan tradisional sebelum kemerdekaan Indonesia sudah ada para penganyam  di tahun 1887 di wilayah kec. cikupa,  panongan, cisoka dan jambe saat ini.Namun tradisi menganyam jika tidak di budayakan akan hilang generasi 10 tahun ke depan.

Agus Hasanudin biasa di panggil kangagush memiliki kepedulian untuk melakukan edukasi agar tidak punah dengan membuat Sekolah Bambu Tangerang sebagai founder dan giatkan kerajinan saat ada pameran di prov Banten sekaligus ketua KUBI "Komunitas UMKM Banten Indonesia"

Edukasi Melestarikan Kerajinan Tangerangvmerupakanbsatu di antara kewajiban masyarakat Indonesia  dan Sekolah Bambu Tangerang menebar pengetahuan dan tradisi menganyam agar tidak Punah demi tumbuhnya kecintaan masyarakat pada kekayaan warisan budaya leluhur anyaman topibambu ini

Untuk kegiatan pameran sekolah bambu ikut serta bersama Komunitas UMKM Banten Indonesia

Melestarikan produk tradisi budata menjadi produk ekonomi kreatif

Kolaborasi Sekolah Bambu Tangerang bersama Ketua Forum UMKM Serang

Warisan produk tradisional menjadi topibambu koboy

Warisan topibambu menjadi fashion

Warisan topibambu menjadi Kepanduan Pramuka

Inovasi kopeah bambu 

Inovator kopeah bambu dari Sekoah Bambu Tangerang Banten



Kembangan Inovasi Produk melalui Sekolah Bambu Tangerang

Kreasi dan inovasi sebuah produk agar dapat bernilai jual tinggiyang paling utama adalah mencari ide dan konsep agar produk terjual dengam baik dan manis seperti gosybag di lemgkapi dengam anyan bambu
Produk inovasi dan produk lokal dari tangerang,  melalui sekolah bambu
Produk topi koboy
Gallery Komunitas 

Kopeah Bambu Hadir di Festival Lenong Betawi HUT Ke 8 Tangerang Selatan

Pondok Aren Tangerang Selatan,  17 November 2018 lapangan Kec. Pondok Aren dilaksanakan festival Lenong Betawi dalam rangkaian HUT Tangsel ke 8.
Acara ini banyak menampilkan tarian,  pencak silat,  palang pintu,  hadroh dan tarterikhal seni budaya Betawi.

Mulai dari pintu masuk banyak tenda tenda menampilkan aneka produk jajanan dan produk lokal dari khas Tangsel, termasuk beberapa tenda yang di sediakan untuk umkm pelaku usaha Ekraf DisPar Prov Banten dengan harapan untuk partisipasi acara Festival Lenong Betawi  ujar Kasie Parawisata Ibu Ina saat di Lokasi Acara.

Presenter Acara Festival Lenong Betawi Gunakan Kopeah Bambu ALFDIN Tangerang
Promosi Kopeah Bambu Tangerang Motif Natural dan Batik
Stand Produk Kopeah Bambu Tangerang
Stand Acara Festival Lenong
Suasana siang Hari di Festival Lenong Betawi

Festival Pencak Silat Nasional dan Gebyar Produk UMKM Banten 2018 Giatkan Tradisi Kearifan Lokal

Serang,  14 November 2018, Museum Negeri Prov Banten menjadi tuan rumah festival Pencak Silat Nasional dari 12 Provinsi Se Indonesia.

Sekretaris Daerah Prov Banten DR. H. Ino S Rawita M.Pd, Kasie Promosi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Banten melakukan keliling ke wilayah stand gebyar UMKM setelah peresmian Dan Pembukaan Gebyar Pencak Silat 14 Nov 2018, Kebersamaan melestarikan tradisi pencaksilat wajib di lestarikan,  saat keliling Sekda Gunakan Produk lokal Kopeah Bambu dari pelaku industri kreatif Tangerang dengan owner  Kangagush founder Sekolah Bambu Tangerang dan saat ini ketua Umum Komunitas UMKM Banten indonesia (KUBI)  yang berkantor di serang ini.Dalam kegiatan ekonomi kreatif kangagush mengutamakan inovasi produk agar dapat memiliki nilai jual serta memgerakan ekonomi kerakyatan yang berbasis  kerajinan dan fashion saat ini telah memberikan edukasi dan pemberdayaan dengam Sekolah Bambu. 

Acara gebyar produk ukm merupakan bagian penting untuk mengenalkan dan mempromosikan kearifan lokal mulai produk batik,  kerajinan,  jam kayu,  kopeah bambu,  topibambu merupakan produk unggulan dari Kabupaten Prov Banten ujar Kasie Promosi dan UKM Wendi Nurwendi,STsaat kunjungan ke seluruh stand gebyar produk ukm Banten
Gerbang Museum Negri Banten
Golok Raksasa dari Banten
Produk kreatif dari Sekolah Bambu Tangerang dari topi kopeah bambu di acara Gebyar UKM
Topi bambu roket di festival Pencak Silat Banten
Stand Produk gebyar UKM Banten

Cendramata atau oleh oleh Tangerang

Di usia Tangerang yang telah di sahkan pada tanggal 27 desember 1943 yang bagian penting sebagai kota penyanggah ibukota. Tahun 1976 data yang di dapat dari buku tangerang telah menjadi bagian kota industri,  dan 1993 kota tangerang menjadi bagian dari kota baru dari kab. tangerang sedangkan yang masih mudah adalah Tangerang Selatan sekitar 10 tahun lalu mulai melakukan perbaikan menuju kota muda di Tangerang Raya.

Bicara pusat oleh oleh merupakan bagian penting bagi tujuan destinasti wisata baik domestik atau pun mancanegara.
Pelaku ekonomi kreatif dan sebagai ketua umum Komunitas Umkm Banten Indonesia (KUBI)   biasa di sapa kangagus sekaligus owner bambu craft berharap dengan adanya Inovasi desa,  pemberdayaan masyarakat dan program BUMDES dapat membuat konsep dan inovasi agar ada oleh oleh khas tangerang bidang ketarajinan atau kuliner.

Berikut ini sejak 7 tahun lalu kangagus bersama komunitas topibambu mulai bertahap membuat aneka produk inovatif dari bambu,  lebih lengkap ada di bawah ini.

Produk inovatif kopeah bambu warna ungu kab Tangerang 
topi bambu koboy khas tangerang
Dompet dan anyaman bambu 
Sajadah bambu inovasi Sekolah Bambu Tangerang
Kap lampu ornamen bambu

Sekolah Bambu Tangerang Memberikan Pelatihan Inovasi Desa Bersama DisPar Tambrauw Sorong Kembangan Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif dan inovasi desa di harapkan memberikan dampak yang maksimal bagi kemajuan suatu desa dan pemberdayaan masyakarat untuk meningkatkan ekonomi desa,  Sekolah Bambu Tangerang memberikan pelatihan di Provinsi Papua, Perjalanan dari jakarta menuju sorong jika langsung sekitar 5 jam,  namun kami transit ke Makasar dan dari sorong sekitar 3 jam ke lokasi kabupaten Tambrauw di tempuh melalui Darat. 

Sorong,  1 November 2018 Sekolah Bambu Tangerang (SBT)  dengan kurikulum Lembaga Kursus dan Pelatihan Topibambu Foundation ungkap kangagus sebagai founder dan saat ini sebagai ketua umum Komunitas UMKM Banten Indonesia atau KUBI bisa visit www.kubinews.blogspot.com

SBT mendapatkannya kesempatan untuk mengajar pelatihan ekonomi kreatif antara lain kriya untuk souvenir,  tas dan fashion serta inovasi Desa di Kabupaten Tambrauw Sorong Papua,  30 Oktober sd 2 November 2018.

Dinas Parawisata Kabupaten Tambrauw saat diskusi dengan Topibambunews,  Pelatihan kreasi pemanfaatan Sumber Daya Alam dan untuk meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat dan menghasilkan cendramata bagi wisatawan yang berkunjung ke Kab. Tambrauw dapat memberikan nilai ekonomi ujar Kepala Dinas Parawisata Tambrauw Abraham Mayor saat pembukaan acara pelatihan ini di Aula Kab.Tambrauw.
Foto bersama Kepala Dinas dan Sekda Tambrauw

Pelatihan kreasi kerajinan bersama Sekolah Bambu Tangerang (LKP Topibambu Foundation)

Produk Kreatif Kopeah Bambu hadir di Bursa Inovasi Desa Kab Tangerang

Pemerintah Daerah harus  menjadi penggerak tumbuhnya iklim kreatig dan menjadi  fasilitas masyarakat Desa ujar Wakil Bupati Tangerang saat peresmian acara Bursa Inovasi Desa ungkap H. Mad Romli, SH, MM saat mengunjugi stand produk desa dan UKM di Gedung Serba Guna Kab. Tangerang 1 November 2018

Stand Produk Sekolah Bambu Tangerang (SBT) ,  yang memberikan edukasi pemberdayaan dan produk inovasi dari bambu,  seperti kopeah bambu,  topibambu,  kap lampu,  petromak,  dan lampu interior,  pemilik bambu craft dan Inisiator  SBT adalah KangAgus  di Instagram Topibambu
Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli SH menggunakan Kopeah Bambu motif Ungu merupakan inovasi produk Tangerang dari UKM Bambu Craft Acara Bursa Inovatif Desa,  Kegiatan ini berharap dapat menciptakan Masyarakat Desa untuk mengajak dan memgembangkan potensi Usaha dengan menjadi produk ekonomi kreatif Ujar Kadis DPMPD Kab. Tangerang  Drs Banteng saat mengunjungi stand Sekolah Bambu Tangerang.

Kangagush owner Sekolah Bambu Tangerang sedang memberikan info kepada Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli SH