Translate

Kearifan Lokal menjadi produk Budaya Topi Bambu

DR.Rahayu Permana  pakaian batik ( Peneliti dan Penulis Sejarah kelahiran Balaraja Tangerang) dan Kangagush kelahiran cikupa (Founder Topibambu foundation & Ketua HIPKI DPC Tangerang) memiliki misi dan visi yang sama  untuk membuat sebuah karya nyata dalam bentuk buku.


Cikupa, 10 Agustus 2019 topibambu (kangagush) bersama Bang Rahayu saapaan akrabnya sudah merencanakan untuk menelusuri sejarah kearifan  lokal menjadi produk budaya, pembicaraan kearifan lokal sekala nasional sangat luas.

Indonesia itu memiliki keberagaman budaya yang salah satunya mencakup hubungan kearifan lokal di dalam masyarakat. Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup dan pandangan hidup yang mengakomodasi kearifan hidup—Kita bisa cari tahu apa peranan kearifan lokal dalam membangun sebuah komunitas.
Kearifan lokal merupakan filosofi dan pandangan hidup yang terwujud dalam berbagai bidang kehidupan seperti nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya.

Perjalanan topibambu bersama Bang Rahayu menelusuri jejak kearifan lokal budaya produk topi bambu di mulai ketemu dengan sesepuh keterunan tionghoa yang berada di pasar anyar biasa di sebut ba sien on merupakan keturunan ke tiga sejak orangtua nya masih pedagang topibambu jaman setelah kemerdekaan.

Wawancara dan diskusi tentang sejarah topibambu hingga saat ini masih ada yang aktif membuatnya lebih lengkaop nanti ada di buku...he he  tunggu ya.

Kangagus bersama produk topibambu untuk giatkan kembali agar tidak terlupakan

Setelah wawancara dengan sumber sejarah topibambu sebelum kemerdekaan maka kami melanjutkan ke lokasi proses pembuatan topi melanjutkan ke daerah sindang panon  bertemu dengan pelaku usaha sudah generasi ke tiga bernama mang endin saapaan akrabnya.


Pasarka kembali produk kearifan lokal melalui  Bambu Craft Tangerang


Promosikan topibambu melalui acara Maestro Indonesia di RTV


Produk Kearifan lokal menjadi produk budaya topibambu tangerang


Promosikan Topibambu hingga Sarawak Malaysia 

Setelah wawancara mang endin lebih banyak mengupas topibambu jaman pemerintahan orde baru presiden Soeharto swkitar jam 13  kami pun meluncur ke bagian barat tangerang daerah tigaraksa.

Pertenuan dengan ale bisa di sapa dan ale pelaku topibambu sudah sejak 25 tahun lalu hingga saat ini  mulai pembelian balter hingga saat ini kondisi topi bambu pramuka sdh tidak di gunakan tempo dulu. Nah beginilah nasib yang selalu ketergantungan kebijakan ujar ale saat di wawancarai oleh Bang Rahayu saat di bale bambu depan rumahnya.

Edisi liputan wawancara ini akan bersambug untuk membedah dan menjadikan sebuah buku menjadi kearifan lokal yang tersembunyi.


No comments:

Post a Comment